Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 37


__ADS_3

Setelah selesai mandi, barulah Gandhi keluar dari dalam kamar dan berjalan menuju ruang makan.


Gandhi kaget karena melihat Salsa ada di rumah padahal jam masih jam delapan sekarang.


"Dari tadi kamu dirumah?" tanya Gandhi pada Salsa yang sedang minum.


"Baru satu jam yang lalu sih." jawab Salsa.


"Kamu sendiri kenapa sudah pulang? Aku pikir kamu ke Jerman." tanya Salsa balik.


"Iya, tapi tadi siang aku sampai." jawab Gandhi sambil mengambil gelas lalu menuangkan air minum ke gelasnya.


"Aku pikir kamu bakalan lama disana." balas Salsa.


"Kenapa? Kamu senang kalau aku lama-lama disana?" tanya Gandhi.


"Iya. Hehehe... becanda." jawab Salsa.


Gandhi memutar bola matanya malas.


"Aku lapar, bisa masakkan aku sesuatu?" pinta Gandhi.


"Pasta saja yah, mau?" tawar Salsa.

__ADS_1


"Um..." jawab Gandhi sambil menganggukkan kepalanya.


Di rumah Gandhi tidak ada ART yang menginap, tiga ART semuanya pulang dan akan datang jam enam pagi setiap harinya.


Salsa pun berjalan ke dapur dan mulai memasak spaghetti untuk Gandhi dan dirinya.


Lima belas menit kemudian spaghetti carbonara ala Salsa pun tersaji di meja makan.


Setelah sekian lama tidak makan bersama di meja makan, akhirnya Salsa dan Gandhi duduk bersama di meja makan yang cukup besar itu.


"Kalau boleh tau, untuk apa kamu ke Jerman? Apa memang urusan bisnis atau..." Salsa menggantung pertanyaannya.


Tanpa Salsa teruskan, Gandhi tau apa yang ingin Salsa tanyakan.


"Aku kesana ingin membahas soal perceraian kita dengan orangtua ku." jawab Gandhi jujur.


Gandhi menganggukkan kepalanya.


Kaget? Tidak. Marah? Juga tidak! Itulah respon Salsa saat melihat Gandhi menganggukkan kepalanya. Yang ada Salsa merasa lega karena Gandhi membantunya berterus terang pada mertuanya dan berharap orangtua Gandhi mengerti dan menerima kalau anaknya menceraikan Salsa.


"Lalu respon orangtua mu bagaimana?" tanya Salsa.


"Di luar dugaan! Mama ku malah menyuruh ku untuk tetap bertahan dengan pernikahan ini." jawab Gandhi.

__ADS_1


"Kenapa bisa begitu? Harusnya kan Mama menyuruh mu menceraikan ku?" tanya Salsa.


"Entah lah, aku juga bingung. Alasannya karena takut Papa mu akan berhenti bekerjasama dengan perusahaan kami kalau kita bercerai. Kalau Papa mu undur diri dari kerja sama, itu berarti investor-investor lain yang mengenal Papa mu pasti juga akan menarik yang mereka dari proyek yang sebentar lagi akan berjalan. Padahal, aku sudah bilang kalau soal proyek tidak ada yang harus ditakutkan, aku pastikan proyek akan tetap berjalan dengan baik sekalipun Papa mu menarik diri dari kerjasama ini. Tapi Mama ku tetap ngotot aku tidak boleh bercerai dengan mu." jawab Gandhi.


"Malahan Mama ku menyuruh ku untuk kita segera punya anak, katanya siapa tau saja kalau kita punya anak kamu akan sembuh." kata Gandhi lagi.


Salsa menghela nafasnya kasar.


"Papa ku juga bilang begitu waktu aku mengantarnya ke bandara. Dia mau kita segera memiliki anak." sahut Salsa.


"Apa kamu juga minta bercerai pada Papa mu?" tanya Gandhi.


Salsa menganggukkan kepalanya.


"Awalnya Papa bertanya bagaimana dengan hubungan ku dengan Zola. Aku bilang hubungan kami baik-baik saja walaupun aku sudah menikah dengan kamu. Bahkan aku juga sudah bilang kalau kamu sudah tau tentang penyimpangan aku. Aku terang-terangan minta cerai pada Papa, awalnya Papa tidak mengizinkan, tapi..." Salsa kembali menggantung kalimatnya lalu menghela nafasnya kasar.


"Tapi apa?" tanya Gandhi.


"Tapi kalau kita bisa memberikan Papa sepasang cucu untuknya, baru kita boleh bercerai." jawab Salsa.


Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Gandhi langsung tersedak mendengar itu.

__ADS_1


💋💋💋


Bersambung...


__ADS_2