Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 81


__ADS_3

"Foto ini kami dapat dari Bu Lela, yang jual sayur dipasar, katanya tadi dia ketemu sama mantan iparnya Yunda. Terus mantan iparnya Yunda bilang kalau sebenarnya Yunda bercerai dengan suaminya karena Yunda berselingkuh, makanya begitu suami Yunda mengeluarkan kata talak dan surat cerai belum di urus, Yunda langsung cepat-cepat ke Jakarta karena sudah kebelet pengen ketemuan sama bos-bos besar." ucap warga yang menunjukkan foto Yunda dan Gandhi.


"Gak, gak mungkin! Gak mungkin Yunda seperti itu! Dia bercerai dengan suaminya karena suaminya pelit, perhitungan bahkan saat Yunda sakit karena jahitannya infeksi suaminya gak mau tanggung jawab." Pak Yoto menolak percaya.


"Kenapa gak mungkin Pak?! Apa karena wajah si Yunda polos makanya Bapak gak percaya anak Bapak begitu? Jaman sekarang mah wajah polos seperti Yunda udah gak bisa di percaya!" ucap salah satu warga.


"Betul tuh Pak! Apalagi tadi Bapak bilang kalau Yunda udah bisa ngirim uang buat Bapak dan Ibu. Itu anak saya si Wulan, enam bulan kerja di Jakarta baru bisa kirim uang ke saya, karena apa? Karena dia kerja halal! Lah ini Yunda, masa baru sebulan udah bisa kirim uang ke Bapak dan Ibu. Pasti yang dikirim banyak kan?" timpal warga yang lain.


Bu Ambar diam saja, dia merasa dadanya sakit dan nafasnya sesak melihat foto dan tekanan dari dua warga itu. Sampai akhirnya Bu Ambar pun pingsan.


Melihat Bu Marni pingsan, sontak Pak Yoto panik.


"Ibu... Ibu." Pak Yoto memanggil-manggil Bu Ambar sambil menepuk-nepuk pipinya.


Mendengar suara Pak Yoto, Arfan dan Akmal sampai keluar dari kamar. Melihat Ibu mereka pingsan, Arfan dan Akmal ikut panik.


"Baringin Pak." ucap Pak Kades.

__ADS_1


"Tolong bantu saya bawa istri saya ke kamar Pak. Biar di baringin di kamar aja." jawab Pak Yoto.


Pak Kades dan dua bapak-bapak membantu Pak Yoto menggotong Bu Ambar lalu membaringkannya di tempat tidur.


"Cepet ambil minyak kayu putih atau minyak angin." perintah Pak Kades pada Arfan dan Akmal.


Arfan dan Akmal pun bergegas mengambil minyak kayu putih lalu mengoleskan minyak kayu putih itu ke kening, hidung dan leher Bu Marni.


"Mau dipanggilin Pak mantri gak, Pak?" tanya Pak Kades.


"Ya sudah kalau begitu." balas Pak Kades.


Pak Kades pun mengajak Pak Yoto keluar dari kamar dan membiarkan Arfan dan Akmal yang mengurus Bu Marni.


"Maaf yah Pak kami tidak tahu kalau bakal terjadi seperti ini." ucap Pak Kades.


"Tadinya warga ingin berbodong-bondong mendatangi rumah ini, tapi untungnya saya bisa meyakinkan warga untuk tidak main hakim sendiri. Makanya sekarang saya ada disini hanya dengan lima orang ini." ucap Pak Kades.

__ADS_1


"Terimakasih Pak." balas Pan Yoto.


"Jadi gimana Pak Kades tentang berita ini? Jangan sampai karena kelakuan anak Pak Yoto, nama kampung ini jadi jelek." tanya salah seorang warga.


Pak Kades menghela nafasnya kasar.


"Pak Yoto, apa Bapak bisa menyuruh Yunda untuk pulang dan memberi penjelasan langsung?" tanya Pak Kades.


"Kalau memang itu yang di perlukan, saya akan menyuruh Yunda pulang untuk meluruskan berita ini." jawab Pak Yoto.


"Bagus kalau begitu, saya tunggu kedatangan anak Pak Yoto. Kalau begitu kami pulang dulu. Sekali lagi saya minta maaf atas yang terjadi pada istri Bapak." pamit Pak Kades.


Pak Kades dan kelima warga itu pun keluar dari rumah Pak Yoto. Setelah mereka semua keluar, barulah Pak Yoto masuk kedalam kamar untuk melihat keadaan Bu Ambar yang ternyata sudah sadar.


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2