Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang

Dicerai Suami, Dibuang Keluarga, Disayang Suami Orang
DSDKDSO BAB 106


__ADS_3

Kembali ke restoran.


Seperti yang Zola pesankan padanya, di menit kesepuluh Salsa pun berakting seperti orang yang sedang gelisah dan kepanasan.


"Kamu gak pa-pa, Sa?" tanya Mama Zara saat melihat gerak-gerak Salsa.


"Gak tau nih Ma, tiba-tiba badan Salsa panas banget." jawab Salsa.


"Kamu sakit? Coba Mama periksa." tanya Mama Zara lalu menempelkan punggung tangannya di kening Salsa.


Tapi suhu tubuh Salsa terasa normal di punggung tangan Mama Zara.


Silvia bilang efek obatnya akan membuat bagian dalam tubuh panas tapi bagian luar tubuhnya dingin, tapi ini kok terasa biasa saja? gumam Mama Zara.


Apa mungkin obatnya belum sepenuhnya bereaksi yah? Iya mungkin aja begitu, tapi nanti kalau sudah sampai apartemen, pasti obatnya bereaksi sempurna. gumam Mama Zara lagi.


"Aduh Ma, Salsa udah gak tahan. Salsa mau pulang." ucap Salsa.


"Kita pulang aja kalau gitu." balas Mama Zara kemudian memanggil algojonya untuk membantu memapah Salsa.


Sebelum keluar dari room, Mama Zara yang memegang tas Salsa langsung mengeluarkan ponsel Salsa dari dalam tas kemudian menonaktifkan ponsel Salsa lalu mengecek isi tas Salsa mana tau saja ada alat pelacak yang disembunyikan Salsa tujuannya agar keberadaan Salsa tidak bisa di lacak oleh pasangan Salsa.


Untungnya apa yang Mama Zara lakukan itu sudah masuk perhitungan Zola, jadi Zola sudah menyiapkan alat pelacak yang lainnya yang pastinya tidak terlihat mata Mama Zara ataupun algojo Mama Zara.


Melihat Salsa dan Mama Zara sudah keluar dari dalam room, tiga teman Zola yang tadi menyamar sebagai pelayan cepat-cepat pergi ke parkiran dan masuk ke dalam mobil mereka. Begitu juga dengan Zola, Yunda dan tiga teman Zola yang ada di ruang cctv, mereka juga keluar dari ruang ccttv.


💋💋💋


Mobil Mama Zara.

__ADS_1


Kini Salsa dan Mama Zara sudah berada di dalam mobil.


"Aduh kok pandangan Salsa jadi buram gini yah?" tanya Salsa sambil berlagak seperti orang yang sedang nge-fly.


"Sabar yah, kita pulang ke penthouse Mama aja, biar Mama bisa ngawasin kamu." jawab Mama Zara.


Ke penthouse? Berarti Gandhi ada di penthouse. Gumam Salsa dalam hati.


Tak lama Salsa pura-pura pingsan.


"Sa... Salsa, Salsa sayang, bangun sayang. Kamu kenapa?" tanya Mama Zara sambil menepuk-nepuk pipi Salsa pelan.


"Sepertinya dia sudah tidak sadarkan diri." lirih Mama Zara.


"Cepat sedikit nyetirnya! Di penthouse sudah ada pejantan yang tidak sabar menunggu kedatangan betinanya!" Perintah Mama Zara pada algojo yang menyetir.


Tak jauh dari mobil Mama Zara, ada mobil Zola dan teman-temannya yang mengikuti arah tujuan mobil Mama Zara lewat pelacak yang disembunyikan di cincin nikah Salsa.


Bukan hanya Zola dan keenam temannya saja yang sedang menuju gedung apartemen, tapi teman-teman Zola yang jumlahnya lebih dari sepuluh yang tadi menunggu di tempat lain juga sudah mengikuti mobil Zola. Sengaja memang Zola memanggil teman-temannya yang satu komunitas karena tidak tahu seberapa banyak algojo Mama Zara yang berjaga di dalam penthouse.


Tak sampai lima belas menit mobil Mama Zara sampai di gedung apartemen. Karena Salsa dalam keadaan tidak sadarkan diri, mau tidak mau Salsa di panggul oleh salah satu algojo Mama Zara layaknya karung beras menuju penthouse apartemen.


Tak lama setelah itu rombongan Zola juga sampai di gedung apartemen. Karena ini penthouse jadi Zola tidak perlu pusing memikirkan lantai berapa yang dituju Mama Zara, karena penthouse memakan satu lantai paling atas gedung apartemen.


"Apa kalian sudah siap bergerak?" tanya Zola pada teman-temannya.


Teman-teman Zola serentak menganggukkan kepalanya. Teman-teman Zola ini bukan hanya perempuan tapi ada juga yang laki-laki, mereka semua adalah satu komunitas, tidak perlu di jelaskan komunitas apa, pasti kalian semua sudah mengerti.


Zola dan Yunda pun jalan lebih dulu memasuki gedung apartemen kemudian disusul teman-teman Zola.

__ADS_1


💋💋💋


Penthouse.


Sesampainya didalam penthouse, Mama Zara langsung memerintahkan algojo-nya memasukkan Salsa ke dalam kamar utama.


Setelah memasukkan Salsa ke dalam kamar utama, barulah algojo keluar dan tak lupa mengunci pintu kamar dari luar dan berjaga di depan pintu kamar. Algojo yang berjaga di depan kamar sama sekali tidak khawatir pendengaran mereka tercemar, karena kamar utama sudah di lapisi dengan peredam.


Setelah algojo keluar, barulah Salsa membuka matanya.


"Salsa kamu sadar? Cepet buka ikatan aku! Aku harus berendam dengan air dingin!" ucap Gandhi pada Salsa.


"Ssst!!! Jangan melakukan gerakan apa-apa, anggap saja aku masih belum sadar!" balas Salsa.


Gandhi mengernyitkan keningnya.


"Mungkin saja sekarang kita sedang di pantau lewat cctv!" kata Salsa.


"Aku lagi pura-pura gak sadarkan diri. Please kamu tahan sebentar lagi yah, akan ada bantuan yang datang." ucap Salsa.


"Maksud kamu?" tanya Gandhi.


"Udah gak usah banyak tanya, tunggu aja! Sebentar lagi kita pasti keluar dari sini! Jadi tahan! Jangan terkam aku dulu!" jawab Salsa.


Sementara di lantai bawah...


💋💋💋


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2