
Kantor polisi.
Niat hati ingin mengunjungi adiknya, Ratna malah di tangkap dan di bawa pulang ke Solo. Padahal dia belum sama sekali bertemu dengan Rio.
Ratna sempat berontak pada polisi yang mau membawa-nya balik ke Solo, tapi sia-sia, polisi tetap membawa Ratna ke bandara. Karena dengan berontak tidak membuahkan hasil, Ratna memohon sambil nangis-nangis pada polisi untuk menemui Ibu-nya dulu di rumah sakit, tapi polisi sama sekali tidak menggubris dan malah mengatakan biar pihak kepolisian yang akan menjaga Bu Marni sampai Rosa datang.
💋💋💋
Keesokan harinya.
Pukul 15.00
Gandhi sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit bersama dengan Bayu. Sedangkan pemuka agama ada di mobil lain dengan pengacara Batara dan tim pengacara Batara sudah lebih dulu ke rumah sakit dari jam satu siang tadi bersama dengan penata rias untuk memake-up Yunda serta menghias kamar rawat Bu Marni.
Gandhi juga sudah memberitahu Salsa di Jakarta kalau hari ini dia dan Yunda akan menikah siri, Salsa turut senang mendengar Gandhi akan menikah dengan Yunda, yah walaupun harus menikah siri dulu. Yang penting mulai sekarang Gandhi ada yang ngurus dan tidak kesepian lagi.
Kabar tentang Ratna yang sudah sampai di Solo pun sudah sampai di telinga Gandhi. Seperti yang Gandhi pesankan pada polisi untuk menahan Ratna dulu sampai Gandhi datang dan kemungkinan malam harinya Gandhi baru datang.
KRIIING...
__ADS_1
Ponsel Bayu berdering. Panggilan masuk dari pihak kepolisian.
"Kepolisian?" tanya Gandhi.
"Iya Pak." jawab Bayu.
Lalu menggeser tombol hijau di layar ponselnya. Tak lupa Bayu mengaktifkan pengeras suara agar Gandhi juga bisa mendengar apa yang polisi sampaikan.
"Halo." jawab Bayu.
"Halo selamat sore Pak Bayu. Maaf mengganggu, saya sudah mendapat kabar tentang suami Ratna." balas polisi.
"Dia sedang dalam pengejaran kami Pak."
Bayu dan Gandhi kompak mengernyitkan kening mereka. Pasalnya Gandhi hanya meminta pihak kepolisian mencari dan memberitahu pada Arya tentang masalah Ratna tapi kenapa harus sampai di kejar seperti penjahat saja.
"Ternyata Pak Arya bekerja sama dengan mafia tanah untuk membalik nama sertifikat rumah milik Bu Marni dan sertifikat toko milik saudara Rio." lanjut polisi.
Oooo... Gandhi hanya membulatkan mulutnya.
__ADS_1
"Dan itu baru kami ketahui saat tadi pagi ada makelar dan calon pembeli datang melihat-lihat Bu Marni. Niat hati kami ingin menanyakan keberadaan Pak Arya, kami malah mendapat kabar kalau rumah itu sedang dalam proses penjualan. Kami pun mengkonfirmasi pada Bu Ratna ternyata Bu Ratna tidak pernah punya niat menjual rumah itu karena rumah itu bukan atas namanya atau nama suaminya melainkan atas nama Bu Marni. Dan setelah kami usut ternyata Pak Arya sudah membalik nama sertifikat itu menjadi namanya dengan bantuan mafia tanah." kata polisi lagi.
"Sebenarnya saya tidak mau ikut campur urusan itu, karena saya hanya bermasalah dengan Ratna. Tapi kalau pihak kepolisian mau mengurusnya silahkan saja, tapi saya harap kasus saya lebih di prioritaskan." ucap Gandhi.
"Siap Pak." jawab polisi.
Panggilan pun berakhir.
"Pokoknya jangan sampai Yunda tahu masalah ini. Kalau dia tahu pasti nanti hatinya iba lagi. Aku gak mau Yunda terus-terusan iba dengan keluarga mantan suaminya. Terserah mau keluarga mantan suaminya jatuh miskin atau gimana, itu bukan urusan kita. Kita tetap fokus dengan tuntutan kita gak usah merembet kemana-mana." ucap Gandhi pada Bayu.
"Baik Pak." jawab Bayu.
"Tapi Pak, tadi polisi bilang, ada toko-nya Rio yang juga di balik nama atas namanya, apa Pak Gandhi tidak mau mengurus itu? Ya anggap saja Bapak melakukan itu untuk Reesha, biar bagaimapun itu toko milik Ayah kandungnya Reesha." tanya Bayu, dia hanya ingin melihat reaksi Gandhi saja.
"Kamu sudah bosan kerja dengan ku, hah! Memberi saran yang tidak masuk akal! Reesha gak perlu aset dari ayah kandungnya, saya bisa memberikannya untuk Reesha! Jangankan toko, mall pun nanti akan saya berikan untuk Reesha! Dan satu lagi, setelah saya jadi suaminya Yunda, kamu jangan pernah mengungkit soal ayah kandungnya Reesha! Pokoknya Reesha anak saya, saya Papa-nya! Nanti saya akan bicara dengan pengacara Batara untuk mencantumkan nama saya sebagai ayah kandung Reesha! Biar Reesha tahu-nya kalau saya ayah-nya." Omel Gandhi.
"Baik Pak saya mengerti." balas Bayu. Sebenarnya Bayu ingin sekali tertawa terbahak-bahak karena melihat reaksi Gandhi yang marah-marah karena saran dari-nya.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...