
Satu jam berlalu, jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, Gandhi belum juga pulang. Ponselnya juga tidak aktif.
"Mas Gandhi kemana sih? Kok belum pulang-pulang? Ponselnya gak aktif lagi." gumam Yunda khawatir. Dia bolak-balik dari kamar ke balkon kamar lalu keluar dari kamar dan turun ke bawah dan begitu terus.
Satu jam, dua jam, tiga jam Yunda menunggu tapi Gandhi tak pulang-pulang, ponselnya juga tidak aktif-aktif. Lelah menunggu, akhirnya Yunda pun ketiduran.
💋💋💋
Keesokan paginya.
Pukul 06.00
Mendengar suara tangis Reesha dari lantai bawah, sontak mata Yunda terbuka lebar. Tapi begitu membuka mata, dia sadar kalau dia bukan ada di kamarnya melainkan di kamar Gandhi, dia juga ingat kalau semalam dirinya menunggu Gandhi di kamar itu.
Yunda melihat sisi kiri ranjang, kosong, tak ada Gandhi disana.
"Apa Mas Gandhi semalam gak pulang kesini? Atau jangan-jangan dia langsung pulang ke rumahnya?" gumam Yunda berusaha berpikir positif.
Mendengar suara tangisan Reesha yang semakin keras dari lantai bawah, seketika Yunda berhenti memikirkan Gandhi. Cepat-cepat dia keluar dari dalam kamar lalu turun ke lantai bawah.
"Kenapa Sus?" tanya Yunda sambil menuruni anak tangga.
__ADS_1
"Gak tau nih Bu, bangun tidur langsung nangis kejer. Diperiksa seluruh badan tapi gak ada apa-apa di badannya." jawab Sus Indah yang saat ini sedang menimang Reesha.
"Sini sama Ibu kalau gitu." ucap Yunda sambil mengambil alih Reesha.
Yunda berusaha menenangkan Reesha tapi hasilnya sama saja, Reesha masih tetap menangis.
"Laper kali ini Sus, udah di kasih susu?" tanya Yunda.
"Sudah Bu, tapi Reesha gak mau minum." jawab Sus Indah.
"Kamu kenapa sih Nak, gak biasanya loh kayak gini." ucap Yunda sambil menimang Reesha.
"Coba Bu telepon Pak Gandhi, siapa tau aja Reesha kangen sama Om-nya." ucap Sus Nur.
Yunda pun memberikan Reesha pada Sus Indah lalu menghubungi Gandhi tapi hasilnya sama seperti semalam, ponsel Gandhi tidak aktif. Karena ponsel Gandhi tidak aktif, Yunda pun menghubungi Bayu, sama saja dengan Gandhi, ponsel Bayu juga tidak aktif.
"Mas Gandhi sama Bayu kok kompak sih gak ngaktifin ponselnya! Ada apa sih dengan mereka?" gumam Yunda.
"Mau nelpon Bu Salsa gak ada nomornya lagi." gumam Yunda lagi.
"Nomor Mas Gandhi gak aktif Sus, gimana dong?" tanya Yunda pada Sus Nur.
__ADS_1
"Pake pakaian kotornya Pak Gandhi aja Bu. Manatau aja Reesha diem." saran Sus Nur.
Saran Sus Nur masuk di akal Yunda.
Yunda pun langsung berlari menuju tempat cuci pakaian dan mencari pakaian Gandhi yang belum di cuci lalu kembali ke ruang tengah dengan kemeja milik Gandhi yang masih beraroma tubuh Gandhi.
Sesampainya di ruang tengah, Sus Nur pun meminta Yunda untuk memakai kemeja Gandhi setelah itu baru menggendong Reesha. Ajaib, Reesha langsung diam begitu di gendong Yunda yang memakai pakaian Gandhi.
"Beneran diem Sus." ucap Yunda.
"Tuh kan bener, pasti Reesha kangen sama Pak Gandhi." ucap Sus Nur.
"Bawa sini susu-nya biar dia sambil minum susu." pinta Yunda. Sus Indah pun memberikan botol susu Reesha yang susu-nya masih hangat karena baru di buat Sus Indah.
Yunda pun membawa Reesha masuk ke dalam kamarnya. Setelah lima belas menit dalam gendongan Yunda, Reesha pun tertidur kembali.
Yunda menghela nafasnya lega karena akhirnya Reesha tertidur. Yunda pun berusaha meletakkan Reesha di tempat tidur, tapi tangan Reesha mencengkram erat kemeja Gandhi. Yakin kalau Reesha pasti mengamuk kalau dia lepas paksa tangan Reesha dari kemeja Gandhi, mau tidak mau Yunda terus menggendong Reesha lalu duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
"Sebenarnya Mas Gandhi kemana sih?" gumam Yunda.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...