
Penthouse Apartemen.
Pukul 15.00
Mama Zara pulang ke penthouse untuk melihat keadaan Gandhi, kata algojo yang menjaga Gandhi, Gandhi belum ada makan dari pagi.
Ceklek. Mama Zara membuka pintu kamar utama.
Terlihat lah Gandhi yang sedang duduk di lantai menghadap jendela dengan bersandar di pinggir tempat tidur.
Mama Zara melihat nampan yang berisi makan siang Gandhi masih utuh. Jangankan makanan, air putih saja tidak Gandhi sentuh.
"Kenapa tidak makan? Kamu mau sakit?" tanya Mama Zara.
"Mati sekalian! Biar Mama puas!" jawab Gandhi.
"Oh kamu mau mati? Kalau gitu biar Mama campurkan sianida kedalam makanan mu!" balas Mama Zara.
Gandhi langsung menoleh kearah Mama Zara dan memberi tatapan tajam pada Mama Zara.
"Sebenarnya Gandhi ini anak Mama bukan sih?! Kenapa Mama begitu kejam sama Gandhi! Apa belum cukup Mama mengatur hidup Kak Ghazan dan Kak Galang? Mereka sudah merelakan wanita yang mereka cintai demi menuruti keinginan Mama, kenapa Mama harus mengorbankan Gandhi juga Ma?" tanya Gandhi.
"Itu karena Mama sangat menyayangi kalian! Mama ingin kalian hidup dengan perempuan yang jelas asal usulnya, bobot bebetnya! Kalau saja Ghazan, Galang dan kamu bisa mendapatkan perempuan yang sepadan baik secara strata sosial dan pendidikan, gak mungkin Mama menghalangi hubungan kalian!" jawab Mama Zara.
"Pertama kamu berpacaran dengan Nara, perempuan yang gak jelas asal usulnya, yang besar di panti asuhan! Dan sekarang kamu lebih memilih janda beranak satu dari kalangan miskin ketimbang dengan Salsa yang jelas-jelas dari keluarga terhormat dan terpandang!" kata Mama Zara lagi.
__ADS_1
"Tapi Salsa lesbi, Ma! Apa yang Mama harapkan dari pernikahan Gandhi dan Salsa kalau Salsa sendiri yang gak normal! Dari awal pernikahan Gandhi dan Salsa, Gandhi berusaha menerima pernikahan ini, Gandhi sama sekali gak melawan kemauan Mama, Gandhi ikuti apa mau Mama! Tapi setelah Gandhi tau Salsa gak normal, apa harus Gandhi menerima Salsa? Kenapa Mama terus memaksa Gandhi mempertahankan rumah tangga yang gak jelas ini?! Sekalipun Gandhi bertahan dengan Salsa, kami gak akan bisa punya anak, Ma karena Salsa gak selera sama Gandhi!" teriak Gandhi.
"Kenapa gak bisa? Ya itu PR kamu dari Mama dan Papa-nya Salsa agar kalian bisa punya anak!" balas Mama Zara.
"Kalau gitu coret aja Gandhi dari daftar warisan, Gandhi gak peduli dengan harta Pradana! Atau bu.nuh aja Gandhi sekalian, Gandhi gak sudi menuruti kemauan Mama!" bentak Gandhi.
"Daripada Mama melakukan itu, lebih baik Mama menyakiti perempuan itu! Masih ada kesempatan sampai besok untuk kamu berpikir! Dalam pilihan Mama tidak memberikan pilihan mengeluarkan kamu dari daftar warisan! Pilihannya hanya dua menceraikan perempuan itu secara baik-baik atau Mama yang turun tangan." ucap Mama Zara.
"Sekarang kamu makan! Gak usah banyak drama!" ucap Mama Zara lagi.
Setelah mengatakan itu Mama Zara keluar dari dalam kamar lalu memerintahkan algojo untuk mengambil makanan dari dalam kamar dan menggantinya dengan yang baru.
💋💋💋
Kini Salsa, Zola dan Yunda sudah berada di area parkir restoran. Bukan hanya mereka bertiga, tapi Zola membawa enam orang temannya yang merupakan sesama kaum pelangi untuk membantunya menjalankan misi.
Keenam teman Zola sudah masuk ke dalam resto lebih dulu. Ada yang pergi ruang cctv dan ada yang pergi ke dapur untuk mengambil alih pesanan di room Mama Zara nanti.
Alat pelacak yang tadi mereka beli sudah di pasang ke cincin nikah Salsa-Gandhi. Sengaja di pasang disana agar tidak terlalu mencolok.
"Aku deg-degan." ucap Salsa sambil memegang dada-nya.
"Tarik nafas dalam-dalam, lalu buang perlahan." Zola memberi sugesti pada Salsa agar Salsa tenang.
Salsa pun melakukan yang Zola katakan.
__ADS_1
"Bagaimana sudah lebih tenang?" tanya Zola.
Salsa menganggukkan kepalanya.
"Bagus. Ingat, untuk tetap tenang, oke." ucap Zola.
Salsa kembali menganggukkan kepalanya.
"Bu Salsa, semangat dan terimakasih." timpal Yunda menyemangati Salsa sambil memegang tangan Salsa yang sangat dingin.
"Makasih Yun. Aku melakukan ini bukan hanya untuk kamu dan Gandhi tapi juga untuk ku dan Zola." balas Salsa.
"Ya sudah aku keluar." pamit Salsa lalu hendak membuka pintu mobil.
Namun, baru saja Salsa memegang handle pintu, tiba-tiba saja Zola menarik tangan Salsa lalu menarik tengkuk Salsa dan...
Slrrruuup...
Zola memvakum bibir Salsa dengan sangat rakus.
Yunda yang shock melihay itu langsung membulatkan mata dan mulutnya. Ini pertama kalinya dia melihat adegan vakum bibir wanita dengan wanita secara live.
💋💋💋
Bersambung...
__ADS_1