
Kini Gandhi sudah berada di kamarnya bersama Yunda.
"Gimana Mas? Reesha gak marah kan sama aku?" tanya Yunda.
"Kenapa Reesha harus marah sama kamu, kan aku yang mulai semua ini." jawab Gandhi.
"Ya tetap aja Mas, kan aku juga terlibat di dalamnya." balas Yunda.
"Gak Sayang, dia gak marah kok sama kamu. Tapi kecewa sama ku mungkin iya dan sepertinya pasti." balas Gandhi.
"Tapi itu wajar lah. Kalau aku jadi Reesha aku juga pasti marah, tapi aku sudah menceritakan sama Reesha kenapa aku sampai berbuat seperti itu. Jadi sekarang kita serahkan aja semuanya sama Reesha." kata Gandhi lagi.
"Apa Reesha meminta bertemu dengan ayah kandungnya?" tanya Yunda.
"Reesha gak minta, tapi aku yang menawarkannya dan sekarang Reesha sedang berpikir apa dia mau bertemu dengan ayah kandungnya atau tidak." jawab Gandhi.
Yunda memeluk Gandhi.
"Aku takut Mas." ucap Yunda.
"Takut apa Sayang?" tanya Gandhi sambil mengelus kepala Yunda.
"Takut Reesha marah sama kita dan memilih hidup bersama ayah kandungnya dari pada kita." jawab Yunda.
__ADS_1
"Ya kalau itu menjadi pilihan Reesha kita harus belajar menghargainya Sayang. Tapi aku yakin itu gak mungkin karena ikatan batin Reesha itu sama aku bukan sama ayah kandungnya." balas Gandhi.
"Udah lah Yun, gak usah mikir yang macem-macem lah, Reesha udah besar, udah bisa mikir mana yang baik dan gak baik, kita juga sudah memberikan yang terbaik pada Reesha, masa kamu gak percaya diri sih kalau Reesha akan memilih kita?" kata Gandhi lagi.
💋💋💋
Sepuluh tahun yang lalu.
Saat itu Reesha sudah berumur lima tahun dan satu minggu lagi Rio akan bebas.
Walau Gandhi melarang Yunda berkomunikasi dengan keluarga Rio, tapi bukan berarti Gandhi tidak update berita tentang keluarga Rio, khususnya tentang kebebasan Rio.
Selama satu minggu itu Gandhi tidak bisa tidur nyenyak, dia memikirkan bagaimana nasib keluarga kecilnya jika Rio sudah bebas. Bukan takut Rio akan menghancurkan rumah tangganya dengan Yunda, Rio terlalu kecil untuk Gandhi. Yang Gandhi takutkan hanya Reesha, Gandhi takut Rio akan mengambil Reesha lewat jalur simpati warga tik tok. Karena kalau lewat jalur hukum, Gandhi bisa menyewa pengacara yang paling handal di negara tercinta untuk mengalahkan Rio dan masalah cepat beres. Tapi kalau Rio mengambil jalur simpati warga tik tok kemudian viral di media, maka masalah akan berlarut-larut karena drama yang tak habis-habisnya dan itu membuat Gandhi malas. Selain itu mental Reesha juga lah yang harus Gandhi jaga.
Begitu Rio keluar, orang suruhan Gandhi langsung menghampiri Rio dan Rosa dan mengajak kakak-beradik itu masuk ke mobil. Awalnya Rio dan Rosa menolak, tapi setelah orang suruhan Gandhi menyambungkan telepon dengan Gandhi barulah Rio dan Rosa mau ikut dengan orang suruhan Gandhi itu.
Rio dan Rosa di bawa ke salah satu restoran mewah di dekat bandara. Gandhi sudah memesan ruang VIP untuk menjamu masa lalu istrinya itu.
Sesampainya Rio dan Rosa di ruang VIP itu, mereka langsung di suguhkan dengan makanan-makanan yang terenak dan termahal di restoran itu.
Setelah makan dan meja sudah di bereskan, barulah Gandhi menyodorkan amplop coklat ke hadapan Rio.
"Apa ini?" tanya Rio.
__ADS_1
"Lihat aja sendiri." jawab Gandhi.
Rio pun membuka amplop itu dan mengeluarkan isi di dalamnya.
Ternyata di dalam amplop itu berisi cek sebesar satu miliar, paspor dan tiket ke Filipina.
"Apa maksudnya ini?" tanya Rio.
"Gak usah pura-pura bego! Aku yakin kamu tau apa maksudnya itu!" jawab Gandhi.
"Kamu mau nyuruh saya pergi dari Indonesia?" tanya Rio.
"Iya." jawab Gandhi.
"Saya gak mau!" tolak Rio.
"Kenapa gak mau? Kan di Filipina enak, kamu bisa ketemu Angelina Khang, Azi Acosta dan Ava Mendez." tanya Gandhi.
"Siapa mereka? Saya gak kenal mereka semua!" jawab Rio.
💋💋💋
Hayooo mereka siapa???? Yuk tanya si Embah ðŸ¤
__ADS_1