
Setelah nada sambung ketiga barulah Salsa menjawab panggilan Mama Zara.
"Halo Ma." jawab Salsa.
"Halo Sa, kamu dimana?" tanya Mama Zara.
"Um... ada di rumah Ma. Kenapa?" jawab Salsa lalu bertanya balik.
"Mama ada di Indo nih Sa sekarang, Mama mau ajak kamu makan malam bareng. Kamu bisa kan?" ajak Mama Zara.
"Cuma berdua Ma? Gandhi gak diajak?" tanya Salsa memancing Mama Zara untuk memberitahu keberadaan Gandhi sekarang.
"Loh, Gandhi gak bilang sama kamu kalau dia pergi ke Jerman?" tanya Mama Zara.
"Ke Jerman?"
"Iya, ke Jerman. Dia disuruh Papa Ghafar kesana bersama asistennya karena proyek dengan Papa kamu sudah mau berjalan." ucap Mama Zara.
"Oh..." Salsa hanya membulatkan mulutnya tapi dalam hatinya yakin kalau Mama Zara sedang berbohong.
"Gimana, kamu bisa kan makan malam bareng sama Mama?" tanya Mama Zara.
"Iya Ma, bisa." jawab Salsa.
__ADS_1
"Oke, Mama tunggu yah di restoran di jalan setia budi jam tujuh malam." ucap Mama Zara.
"Baik Ma." balas Salsa.
Panggilan pun berakhir.
Setelah panggilan berakhir, Mama Zara menghubungi algojo yang menjaga di penthouse untuk menanyakan keadaan Gandhi. Ternyata Gandhi sudah dua kali berusaha kabur. Karena Gandhi tidak bisa bekerja sama dengan baik untuk berdiam diri di kamar, mau tidak mau algojo memukul tengkuk Gandhi hingga tak sadarkan diri.
Mendengar algojonya membuat Gandhi tidak sadarkan diri, bukannya marah, Mama Zara malah mengatakan bagus.
Setelah menghubungi algojonya, Mama Zara memanggil asisten pribadinya, Silvia lalu memberi perintah pada Silvia untuk membeli dua obat perangsang super paten. Yang satu untuk Salsa dan yang satu untuk Gandhi. Mama Zara berencana ingin mengurung Salsa dan Gandhi dalam keadaan hasrat yang sudah di ubun-ubun.
Kalau sudah begitu sudah di pastikan Gandhi dan Salsa akan bercinta dan rencananya rekaman cctv Gandhi dan Salsa yang sedang bercinta yang ada di kamar utama di penthouse akan di kirim ke Yunda dan Mama Zara akan memaksa Yunda untuk meninggalkan Gandhi.
💋💋💋
"Aku yakin Mama Zara berbohong." ucap Salsa setelah panggilan dengan Mama Zara berakhir.
Zola menganggukkan kepalanya.
"Kira-kira apa rencana Mama Zara? Kenapa dia mengajak ku makan malam?" tanya Salsa.
"Pertama, mungkin dia mau membicarakan ini dengan mu secara baik-baik. Kedua, dengan cara licik." ucap Zola.
__ADS_1
Salsa membulatkan matanya.
"Maksud mu dengan memberi obat tidur ke makanan atau minuman ku?" tanya Salsa.
"Kalau obat tidur tidak berpengaruh apa-apa. Bagaimana kalau obat perangsang? Dan mungkin saja Ibu Suri juga memberikan obat perangsang pada Gandhi." jawab Zola.
Salsa menganggukkan kepalanya masuk akal dengan pemikiran Zola. Sedangkan Yunda, matanya membulat lebar saat mendengar ucapan Zola.
Membayangkan Gandhi bercinta dengan Salsa saja rasanya Yunda tidak rela, padahal Yunda tahu status Salsa masih istri Gandhi.
Gak! Gak boleh! Mas Gandhi gak boleh bercinta dengan Bu Salsa! Aku gak terima! jerit Yunda dalam hati.
"Jadi aku harus gimana? Masa nanti aku gak makan dan minum? Bisa curiga lah Mama Zara." tanya Salsa.
"Tenang aja, soal itu biar aku urus. Kamu bersikap biasa saja nanti di depan Ibu Suri. Dan yang paling penting aktifkan terus ponsel mu agar aku bisa memberi aba-aba untuk mu lewat pesan. Dan untuk berjaga-jaga kamu harus memakai alat pelacak, siapa tahu saja setelah kamu pingsan, Mama Zara mengambil ponsel mu dan mengaktifkannya." jawab Zola.
Salsa dan Yunda menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu ayo kita beli alat pelacaknya sekarang." ajak Yunda bersemangat.
"Ayo." Zola pun menyalakan mesin mobilnya lalu melajukan mobilnya keluar dari area parkiran restoran.
💋💋💋
__ADS_1
Bersambung...