Dicintai Brondong

Dicintai Brondong
Liburan singkat


__ADS_3

...***...


Setelah kedatangan Galang di klinik. Waktu buka tutup bisa jadi lebih panjang. Yasmin merasa sedikit terbantu mengimbangi pekerjaan di universitas dengan klinik. Kehamilannya juga terasa sedikit berat karena sering merasa lelah. Berkat Galang dia bisa beristirahat lebih banyak.


Beberapa hari pun berlalu dengan baik. Yasmin masih berusaha menyembunyikan kehamilannya dari Eza. Dia sudah memutuskan, jika Eza mampu menerimanya, Yasmin akan berkata jujur. Santi juga telah menyarankan agar dia mengatakan yang sebenarnya, menanggung sendiri itu akan sangat sulit. Tidak mungkin juga dia membesarkan anak sendiri, sementara ayah sang anak ada.


Yasmin tidak berharap Eza akan menikahinya. Dia sadar itu akan sangat sulit untuk Eza saat ini. Yasmin hanya tidak ingin lagi menyimpan rahasia ini. Jika Eza benar-benar mencintainya, tentu dia akan bertanggung jawab. Entah dengan cara menikahinya sekarang atau nanti.


Eza telah menjanjikan liburan sehari untuk mereka menghabiskan waktu bersama. Sabtu ini Eza mengajak Yasmin ke sebuah tempat wisata di Jogja. Yasmin pun tak tau kemana tujuan mereka, ikuti saja kemana kekasihnya itu akan membawanya. Tujuannya menyetujui ajakan Eza adalah untuk memberitahu kebenaran.


Sabtu siang ini Yasmin meninggalkan pekerjaan di klinik pada Galang. Dia sengaja pergi di hari ini, agar besok bisa beristirahat. Saat ini Yasmin telah menunggu Eza menjemputnya di gang sepi tempat biasa janjian. Tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti di dekatnya, lalu membunyikan klakson. Yasmin terkejut dan berbalik.


“Langit.” Dia bisa melihat pria yang ada di balik kemudi sedang tersenyum padanya sambil melambaikan tangan. Eza membuka jendela kaca mobil.


“Haii, Sayang. Sudah lama menunggu?” Eza sengaja tidak turun agar tidak terlalu lama berhenti di sana. “Naiklah, Senjaku.”


Tanpa bertanya lagi Yasmin bergegas ke pintu satunya dan masuk ke dalam mobil. “Cepat jalan,” pintanya pada Eza. Berlama-lama di sana bisa di lihat orang, karena mobil terlalu mencolok.


“Oke, Sayang.” Eza pun melajukan mobilnya. Dia terlihat sangat senang dan tak berhenti tersenyum.


Perjalan akan membutuhkan waktu lebih dari satu jam. Eza tak mau Yasmin harus sakit lagi karena perjalanan jauh dengan motor. Eza pun meminta pada mamanya agar diizinkan membawa mobil yang disita sebelumnya. Karena dia dan sang mama telah berbaikan, akhirnya dia bisa memakai mobil lagi.


“Mobil siapa ini?” tanya Yasmin seraya melihat sekilas bagian dalam mobil itu. Terlihat cukup bagus, bisa dikatakan mewah. Mobil sedan silver merek luar negeri.


“Tentu saja mobilku. Aku baru mengambilnya di rumah tadi pagi.”


"Kamu sudah pulang ke rumah, sudah berbaikan dengan mamamu? Sejak kapan?"


"Sudah Senjaku. Sejak aku meminta mama membuatkan sup merah."

__ADS_1


"Jadi sup yang terakhir kamu antar dari mama kamu?"


"Iya."


"Mungkin saja aku makan dengan lahap, karena itu makanan yang disuka Langit, yang dibuat oleh mamanya sendiri. Anak ini sepertinya akan mirip dengan ayahnya," ucap Yasmin dalam hati sambil memegangi perutnya.


"Kamu kenapa, Senja? Sakit perut?"


"Hmm, tidak. Aku baik-baik saja."


"Kamu belum makan siang kan. Kita makan dulu di restoran terdekat sebelum ke tempat tujuan."


"Oke. Memangnya kamu mau bawa aku kemana?"


"Pantai Ngobaran. Viewnya hampir mirip dengan Bali. Kamu pasti akan suka."


Sebelum melanjutkan perjalan ke Pantai. Mereka pun makan siang terlebih dulu. Yasmin terlihat sangat bersemangat, dia makan cukup banyak. Eza merasa heran sekaligus senang. Yasmin tiba-tiba minta dipesankan makanan kesukaan Eza, dan dia menghabiskan semua makanan di meja.


"Maaf, tiba-tiba aku sangat lapar. Mungkin karena ini makanan kesukaanmu." Yasmin terus mengunyah makanan, dia benar-benar seperti sedang kelaparan.


Eza menopang dagunya. "Kamu suka apa yang aku suka?" Lalu tersenyum. Tingkah Yasmin saat makan membuatnya terkesan.


"Tentu saja," jawab Yamin singkat. Eza hanya memperhatikan wanita kesayangannya itu makan dengan lahap.


Setelah selesai makan, mereka melanjutkan perjalanan. Yasmin merasa sangat mengantuk, dia pun tertidur saat mereka masih mengobrol. Eza tersenyum begitu sadar, dia pun membiarkan wanita terkasihnya itu beristirahat. Ketika mereka sampai di tempat parkir. Barulah Eza membangunkan Yasmin.


"Kita sudah sampai?" tanya Yasmin saat terbangun. Dia mengerjapkan mata dan melihat ke sekitar.


"Iya, ayo, Senja." Dia hendak membuka pintu, lalu Yasmin menahan tangannya.

__ADS_1


"Sebentar." Yasmin tiba-tiba membuka hijab yang dia kenakan.


"Kenapa kamu lepas?" tanya Eza mengernyitkan dahinya.


Wanita itu hanya tersenyum, Eza membiarkan. Yasmin merapikan rambut dan pakaiannya di depan Eza. Dia bahkan menggunakan kacamata tanpa lensa. Kini penampilan Yasmin terlihat sangat berbeda, dengan rambut panjang yang tergerai hingga dadanya. Ditambah lagi dengan wajahnya yang terlihat berubah ketika memakai kacamata.


"Kamu seperti Senjaku sewaktu di Bali. Sangat berbeda dari biasanya. Nggak ada yang akan mengenalimu dengan kacamata itu." Senyumnya memiringkan kepala.


Yasmin membalas senyuman Eza, dia merapikan kembali barang-barang ke dalam tasnya. "Memang itu tujuanku. Terlalu banyak orang disini, bisa saja kita bertemu dengan orang yang dikenal."


"Kamu bahkan memikirkan ini? Kamu ingin menyembunyikan hubungan kita sampai kapan? Aku tidak keberatan jika semua orang tau, Senja." Ada sedikit kekecewaan dalam nada bicaranya. Dia berharap, semua orang tau akan hubungan mereka. Diam-diam seperti ini sangat tidak bebas.


Yasmin pun menghela napas sejenak. Kemudian melihat mata Eza dalam-dalam. "Langit, kita sudah membahas ini sejak awal. Jadi kamu harus ingat dan mengerti dengan keadaanku."


"Baiklah."


Mengungkapkan hubungan mereka di hadapan umum, sangat tidak mungkin. Banyak masalah yang akan timbul setelahnya. Apalagi sebentar lagi orang-orang akan tau dia sedang hamil. Masalah pernikahannya yang gagal sudah diketahui semua orang di kampus dan kawasan rumahnya. Untuk menghindari pembicaraan yang buruk tentang dirinya, Yasmin harus mengarang cerita baru.


___


Pantai Ngobaran merupakan salah satu tempat wisata alam yang terletak di gugusan laut pantai selatan tepatnya di Desa Kanigoro, kecamatan Saptosari Kabupaten Gunungkidul Daerah Istimewa Yogyakarta. Ngobaran merupakan pantai yang cukup eksotik. Kalau air surut, anda bisa melihat hamparan alga (rumput laut) baik yang berwarna hijau maupun coklat. Jika dilihat dari atas, hamparan alga yang tumbuh di sela-sela karang tampak seperti sawah di wilayah padat penduduk. Puluhan jenis binatang laut juga terdapat di sela-sela karang, mulai dari landak laut, bintang laut, hingga golongan kerang-kerangan.


Hal lain yang terdapat di pantai ini adalah pesona budayanya, mulai dari bangunan hingga makanan penduduk setempat. Satu diantaranya yang menarik adalah adanya tempat ibadah untuk empat agama atau kepercayaan berdiri berdekatan.


Bangunan yang paling jelas terlihat adalah tempat ibadah semacam pura dengan patung-patung dewa berwarna putih. Berjalan ke arah kiri dari tempat peribadatan tersebut, akan ditemui sebuah Joglo yang digunakan untuk tempat peribadatan pengikut Kejawen. Bila terus menyusuri jalan setapak yang ada di depan Joglo, maka akan menemukan sebuah kotak batu yang ditumbuhi tanaman kering.


"Waahhh, ini indah sekali, Langit!" Yasmin berseru ketika telah berada di bibir pantai. Yasmin berputar layaknya penari balet dengan merentangkan tangannya. Terlihat kebahagian terpancar di wajah wanita itu.


Eza mendekat dan merangkul pinggang kekasihnya itu. "Nikmatilah liburan singkat kita ini, Senja." Lalu mengecup kening Yasmin dengan segenap perasaannya.

__ADS_1


...***...


__ADS_2