Dicintai Brondong

Dicintai Brondong
Berkencan selama seminggu


__ADS_3

...***...


Yasmin terlihat ingin menanyakan sesuatu. Di sudah cukup mati penasaran akan sesuatu. Eza seperti sosok misterius baginya.


"Berapa umurmu? Terkadang kamu terlihat dewasa, kadang terlihat sangat muda."


"Hahahaha." Eza malah tertawa.


"Coba tebak berapa umurku?"


"Mungkin, hanya beberapa tahun lebih muda dariku. Lima tahun di bawahku, mungkin." Tebak Yasmin asal, dia melihat dari postur tubuh dan wajah pria itu. Mungkin 30 tahun, pikirnya.


"Lalu, berapa umurmu?"


"Aku? Aku sudah tua." Yasmin mengerutkan dahinya.


"Hahahaha, kamu saja keberatan untuk mengatakan umurmu. Hahaha, sudahlah, umur juga tidak terlalu penting sekarang."


Yasmin tersenyum. "Kamu benar, nikmati saja liburan yang singkat ini."


Eza pun tersenyum. "Apa yang membuatmu ingin berlibur ke sini, Senja? Kenapa memilih pantai ini?” Mereka saling berhadapan.

__ADS_1


“Aku hanya ingin menenangkan pikiran, terlalu banyak masalah akhir-akhir ini. Lelah rasanya.” Yasmin beralih menatap hamparan langit. Sesaat, dia teringat perceraian dengan suaminya beberapa hari yang lalu.


Eza memutar bahu wanita itu agar mereka kembali berhadapan. “Kalau begitu, izinkan aku membuatmu senang dalam seminggu ini. Selama kamu di sini, aku akan menemani kemanapun kamu pergi. Agar aku bisa melihat senyuman terlukis dari bibir manismu setiap hari." Dia menatap tajam mata Yasmin. Tatapan yang berhasil menusuk hingga ke relung hati.


“Kamu mengajakku berkencan selama seminggu?" Yasmin tersenyum kecut. Eza pun mengangguk.


"Baiklah, kita lihat, apa kamu bisa membuatku tersenyum setiap hari?” Lirikan matanya mampu membuat Eza semakin penasaran dengan sosok wanita di hadapannya itu.


Yasmin berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah depan, dia berdiri di ujung tebing, kembali melihat pantai di bawah sana.


“Bisakah kau mengambil foto untukku? Aku tidak ingin melewatkan momen seindah ini,” pinta Yasmin. Dia merentangkan tangannya dan menarik napas panjang, menghirup udara alam yang begitu segar. Kepalanya mendongak, matanya terpejam.


Eza segera mendekat dan mengambil gambar Yasmin dari ponselnya. Beberapa foto telah tersimpan sempurna sebagai kenangan nantinya, tanpa sepengetahuan Yasmin. Wanita itu asyik menikmati hembusan angin yang menerpa tubuhnya.


“Langit! Cepatlah, foto aku sekarang!” Yasmin sedikit berteriak, jarak mereka hanya beberapa langkah.


“Baik, Nona Senja!” Eza menyimpan ponselnya.


Yasmin mulai berpose beberapa gaya yang menjadi favoritnya. Eza terlihat begitu sabar menuruti kemauan wanita itu. Foto Yasmin di beberapa sudut, Eza tangkap. Dia juga sempat ber-selfie dengan ponsel Yasmin. Kebahagiaan tersirat dari wajah keduanya. Sesekali mereka bercanda. Setelah puas, mereka kembali duduk.


__ADS_1



Tatapan mata Eza tak lepas dari wajah cantik wanita itu, dia mendekat hingga jarak mereka hanya beberapa senti saja. "Senja, diam sebentar, di rambut kamu ada semut besar, jangan bergerak dulu,” ucapnya melihat rambut bagian kanan Yasmin.


Yasmin mematung dengan sedotan masih menempel di mulutnya. Terlihat lucu, pria itu hampir meledakkan tawanya.


Eza semakin mendekatkan wajahnya ke telinga wanita itu, mencari semut yang sebenarnya tidak ada. "Semutnya sudah tak terlihat, apa ia sudah pergi, ya,” gumam Eza. Embusan napas terasa kuat menerpa telinga.


Yasmin menegang, tubuhnya kaku. Sedetik kemudian dia mengedikkan bahu karena kegelian. Dia mundur perlahan menjaga jarak mereka. Namun sial, posisinya malah sampai di ujung kursi dan dia kehilangan keseimbangan.


“Aah!”


Dengan sigap Eza meraih pinggang Yasmin dan menariknya. Mereka saling berhadapan, embusan napas yang hangat menerpa wajah masing-masing. Eza justru terus mempererat jaraknya dengan Yasmin dengan menarik tubuh Yasmin hingga menempel ke tubuhnya. Semakin mendekat, hingga tak ada lagi.


Manik mata berwarna coklat milik Yasmin itu mampu menghipnotis Eza. Tatapan mereka saling menikam. Pria itu memandang bibir seksi nan merah milik Yasmin. Dia tergoda, tanpa permisi Eza mengecup lembut bibir Yasmin. Sekali kecupan, tak ada penolakan dari wanita itu. Eza kembali mendekatkan bibirnya dan mendaratkan ciuman lagi dan lagi. Mereka hanyut dalam suasana yang begitu hangat. Yasmin membalas tanpa memikirkan apa pun.


...***...


...Like dan komen karya ini jika kalian suka....


...Jangan lupa favorit dan baca bab-bab selanjutnya....

__ADS_1


...❤️❤️❤️...


...Terima kasih ☺️...


__ADS_2