Dicintai Brondong

Dicintai Brondong
Bouquet Cantik


__ADS_3

"Permisi Nona Cantik."


Wanita itu lantas menoleh ke belakang. Se-bouqet bunga menutupi wajah seorang pria. Dengan mata berbinar Yasmin tersenyum, lalu berdiri sejajar dengan pria itu.


"Apa ini, Langit?"


Eza mengintip, menampakkan wajahnya pada Yasmin. "Sebuah mahakarya indah untuk wanita tercantik malam ini."


Senyum terindah terukir di bibir wanita itu. Satu lagi kejutan yang menyenangkan, membuatnya sangat dihargai sebagai wanita. Diberi bunga yang indah tentu menjadi impian setiap wanita. Apalagi itu dari seseorang yang disukai.


"Terima kasih. Sangat indah, kamu tau bagaimana menyenangkan hati wanita. Aku jadi tak percaya, kamu belum punya kekasih sebelumnya." Yasmin menerima bunga dari tangan Eza, lantas mencium semerbak aroma wangi dari bouqet tersebut.


Tarikan napasnya membuat Yasmin seketika terpejam sesaat. Harum bunga itu begitu menenangkan hatinya. Entah berapa lama dirinya tidak pernah lagi merasakan bahagianya saat diberikan bunga oleh sang terkasih.


"Kamu wanita pertama yang sangat beruntung mendapat perhatian dariku, Senja. Percayalah!"


Yasmin mengulas senyum lalu mengangguk kecil. "Baiklah aku percaya."


"Silakan duduk, makanan akan segera disajikan,” ucap Eza, pandangannya masih terus mengamati Yasmin.

__ADS_1


Rona merah bahagia wanita itu begitu terlihat di mata Eza. Dalam pikirannya, dia langsung bisa menebak isi hati Yasmin. Tampak wanita itu tersenyum melihat bunga, tetapi dalam sekejap berubah muram.


Yasmin mengingat mantan suaminya dulu yang sudah bertahun-tahun tak pernah lagi memberikan bunga untuknya. Bukan nilai dan indahnya bunga yang Yasmin inginkan, melainkan perhatian kecil dan rasa pedulilah yang sangat dia harapkan pada saat itu.


“Senja, kenapa melamun?” tanya Eza menatap wajah gundah Yasmin.


Yasmin tak menanggapi ucapan Eza, seolah tak mendengar lelaki itu sedang berbicara padanya.


“Senja ....” Eza kembali memanggil, kini tangannya mengelus pundak wanita itu.


“Ah, iya?” Yasmin terkesiap dan langsung menengok ke arah Eza.


“Ehm ... enggak kok,” jawab Yasmin singkat, lantas berusaha bersikap normal.


Hati Eza sedikit terasa, dia lalu membatin, “Senja, seberapa besar deritamu, seberapa dalam lukamu, aku akan mencoba mengobatinya dengan ketulusanku. Wanita sebaik dan secantik kamu tidak seharusnya ada yang menyakiti. Aku akan melindungimu.”


Eza menatap dalam manik indah wanita di depannya dengan tatapan kosong, tetapi hatinya berbicara. Tanpa sengaja, Yasmin pun juga menatapnya tak berkedip.


“Langit, kenapa kau melihatku seperti itu?” tanya Yasmin keheranan.

__ADS_1


“Aku akan memperjuangkanmu,” ucap Eza lirih, dia tidak sengaja mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak ia ucapkan untuk saat ini.


“Apa?” Yasmin bertanya, memastikan pendengarannya kali ini tidak salah.


“Ah, aku sedang bertanya, apa hobi kamu?” dalih Eza mengakali kalimat sebelumnya.


“Oh, aku hobi membaca. Mulai dari novel, artikel, dan pengetahuan umum.”


“Wow, kamu hebat. Biasanya orang kalau suka baca buku, pasti pintar. Aduh, aku jadi insecure.” Eza terkekeh.


“Apaan sih, biasa aja kali. Kalau hobi kamu apa?” tanya Yasmin balik.


“Aku melukis, dari sejak sekolah dasar sampai sekarang, aku suka banget menuangkan pikiran pada kertas.”


“Kamu juga hebat, Langit. Aku paling nggak bisa ngelukis, biasanya lukisan apa yang kamu buat? Lukisan orang atau pemandangan? Atau mungkin abstrak?”


“Apa pun, aku menyukai hal baru, atau sesuatu yang menantang. Jadi, lukisan apa pun aku pasti akan belajar untuk mencobanya, tapi untuk sekarang aku tengah fokus dengan lukisan orang, setelah sudah lama menghabiskan waktu untuk belajar lukisan abstrak.”


“Keren, aku makin bangga sama kamu, anak muda yang hebat!” puji Yasmin dengan senyuman manisnya yang disambut hanya tatapan oleh Eza. Entah kenapa lelaki itu seperti terhipnotis ketika dirinya melihat senyuman Yasmin.

__ADS_1


Tak lama kemudian, sajian makanan yang telah dipesan oleh Eza sudah datang. Mereka mengantar satu nampan makanan berisi makanan kesukaan Yasmin dan Eza. Kebetulan, Eza sudah sempat mengobrol makanan apa saja yang disukai dan tidak disukai wanita itu sejak mereka bertukar cerita seharian ini..


__ADS_2