Dicintai Brondong

Dicintai Brondong
Dosen baru


__ADS_3

...***...


Universitas Gadjah Mada (UGM) 


Universitas negeri Indonesia yang didirikan oleh pemerintah pada tanggal 19 Desember 1949. Kampus yang terletak di Kapanewon Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan universitas pertama yang didirikan setelah Indonesia merdeka. Pada saat didirikan, Universitas Gadjah Mada hanya memiliki enam fakultas, tetapi sekarang telah memiliki 18 fakultas dan dua sekolah yaitu Sekolah Vokasi dan Sekolah Pascasarjana. Memiliki lebih dari 100 Program Studi untuk S2, S3, dan Spesialis.


Kampus ini memiliki banyak nama julukan,


UGM, GAMA, Kampus Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Pusat Kebudayaan, Kampus Perjuangan, Kampus Kerakyatan, Kampus Biru. Kegiatan Universitas Gadjah Mada dituangkan dalam bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.


UGM memiliki sejarah pendirian yang sangat panjang. Perjalanannya pun tidak mudah hingga jadi sebesar sekarang. Banyak pahlawan-pahlawan nasional yang ikut andil di awal berdirinya kampus ini.


Eza baru berada di tahap Program Pendidikan sarjana (PPS) di fakultas kedokteran. Sekarang masih menjalani semester tiga. Sesuai janjinya pada sang mama, untuk terus melanjutkan kuliah kedokteran ini. Eza pun telah berusaha mengatur waktunya. Walau memiliki gelar seorang dokter bukan keinginannya, tapi demi baktinya kepada orang tua, Eza akan melakukan dengan baik.


Di sela-sela kesibukannya dengan jadwal kuliah setiap hari. Dalam satu bulan ini Eza sudah mulai mengurangi jadwal kelas melukisnya. Selain itu dia juga bekerja paruh waktu di dua tempat sekaligus. Menjadi weather dan pelukis jalanan. Ya, Eza bekerja sendiri untuk memenuhi kebutuhan hari-harinya. Sedangkan sang mama hanya membiayai biaya kuliah dan sedikit uang untuk keperluan belajar. 

__ADS_1


Pagi ini jadwalnya berada di kelas ilmu penyakit dalam. Eza memarkirkan motornya dan segera masuk ke gedung. Setelah mobilnya disita, Adhitama menghadiahi dirinya motor untuk transportasi. Tentu saja itu diberikan tanpa sepengetahuan Erna. Di ruangan kelas sudah ada Dion yang menunggunya. 


“Dion, gue abis mimpi dia lagi.” Tanpa menyapa, Eza langsung duduk dengan menghembuskan napas berat.


“Yelah, Bro … baru aja Lo nyampe, udah curhat aja. Mana ni masih pagi, nggak nyapa gue lagi!” Protes Dion yang sebentar lagi kepalanya dipenuhi curhatan Eza.


Eza menyandarkan tubuhnya. “Mumpung pagi, gue mau cerita.” Lalu mengusap kasar wajahnya, setelah terbangun tadi malam, dia tak bisa tidur lagi.


“Senja lagi? Lo masih mikirin dia?” tanya Dion seperti sudah biasa mendengar masalah sahabatnya itu.


Raut wajah Eza tampak sedih, dia memendam kerinduan yang teramat dalam pada cinta pertamanya di Bali. “Gue nggak bisa lupain dia gitu aja, Yon.”


Sebelum meninggalkan Bali, Eza sudah menanyakan dari mana Yasmin berasal dari resepsionis hotel. Namun, dia hanya mendapatkan informasi kota tempat tinggalnya saja. Itupun Eza meminta dengan memaksa. Informasi semacam itu tidak bisa diberikan sembarangan. 


Rencananya, minggu depan Eza akan ke Jakarta untuk mencari Yasmin. Satu bulan ini dia telah berusaha mengumpulkan uang agar bisa berangkat. Berharap dia akan langsung menemukan kekasih hatinya itu. Namun, dalam mimpinya semalam, Yasmin yang datang sendiri kepadanya. 

__ADS_1


“Mungkin aja Senja berharap Lo cepat-cepat datang. Makanya Lo mimpiin dia lagi. Dia pasti juga kangen sama Lo kali, Za,” ucap Dion kemudian.


“Semoga aja Lo bener. Gue berharap bisa sama dia. Gue cinta banget sama Senja, Yon.”


“Gue doain, Lo bisa ketemu secepatnya sama Senja.”


Eza mengaminkan ucapan Dion dalam hatinya. Dion pun menepuk bahunya memberi semangat. 


“Oya, anak-anak bilang hari ini akan ada dosen baru, gantiin Pak Arga yang udah mau pensiun.” Dion menyampaikan cerita yang didapatkan setelah sampai tadi.


“Emm ….” Eza malas menanggapi Dion. Dia mengeluarkan alat sketsanya dari dalam tas, memilih melanjutkan gambarnya.


Sementara Dion terus berbicara. “Katanya, dosen baru kita cewek dan masih muda. Oya, ada yang bilang dia juga janda cantik.”


Eza diam sesaat, ucapan Dion mengingatkannya pada Senja yang juga adalah seorang janda.

__ADS_1


“Punya gebetan janda sepertinya boleh juga. Gue mau kejar dosen baru itu,” bisik Dion kemudian, dan Eza menggeleng mendengarkan ocehan playboy itu.


...***...


__ADS_2