
...***...
Memang menyakitkan, ketika orang yang sangat istimewa kemarin, sekarang membuatnya merasa sangat tidak diinginkan hari ini. Eza melangkah lunglai menuju rumahnya. Perjalanan pulangnya terasa sangat berat, liburan ini bahkan membawa kenangan. Manis dan pahit, indah dan luka, senang dan sakit.
Eza langsung pulang ke rumah orangtuanya. Setelah membuat keputusan untuk menentang sang mama. Pulang bukan berarti dia bisa beristirahat. Di dalam sana masih ada segudang masalah yang harus dia pikirkan. Setelah sebelumnya dia lari untuk menghindari apa yang ada.
Eza Aksa Adhitama. Nama itu tidak begitu saja melekat pada dirinya. Adhitama adalah dari nama papanya. Tetapi, nama mamanya lah yang selalu membayangi hidupnya.
"Eza, darimana kamu?" tanya Erna ketika dirinya memasuki rumah sambil menyeret kopernya. Wanita itu tengah duduk di ruang tamu seorang diri. Eza hanya diam.
Eza begitu sulit untuk menentang Erna yang selalu berubah pikiran. Memberinya aturan yang kadang sulit dimengerti olehnya. Keinginan mamanya Eza adalah melihat anaknya sukses dan menjadi seorang dokter. Padahal, hal itu sangat bertolak belakang dengan keinginan Eza. Dia begitu ingin menjadi seniman seperti ayahnya. Namun, saat perjalanan karir sang ayah cukup lambat, kini Eza dilarang oleh Erna untuk melanjutkan hobinya sebagai pelukis dan harus berkonsentrasi di bidang kedokteran.
Erna memperlihatkan wajah tak senangnya, setelah diabaikan. “Bagus, ya! Seminggu nggak pulang. Gimana, puas liburannya?” Suara Erna terdengar menyindir di telinga Eza.
__ADS_1
Malas melayani ucapan mamanya yang akan membuat dirinya semakin pusing, Eza hanya melenggang masuk tanpa memedulikan kalimat Erna. Masalah di Bali cukup membuatnya hilang semangat, dan sekarang dia harus terpaksa menghadapi mamanya. Sikap tegas wanita itu, membuat Eza terpaksa menjadi sosok yang dia mau.
Berbeda dengan Adhitama, dia selalu mendukung apapun keinginan Eza karena profesinya sekarang juga sebagai seniman. Sang papa mempunyai galeri lukisan sendiri, meski tak mendunia, tetapi lukisannya cukup dikenal di Indonesia. Buah jatuh memang tak jauh dari pohonnya, itulah pepatah yang sesuai dengan anak dan seorang ayah tersebut.
“Sampai kapan kamu akan jadi anak urakan seperti ini, Eza? Apa Mama pernah mengajarkanmu bersikap tidak sopan? Dengerin kalau mama bicara!” Erna meninggikan suara seraya berdiri mendekat ke arah Eza.
“Ma, please, Eza capek. Eza mau istirahat,” tutur Eza memilih menghindar.
“Eza! Berhenti Mama bilang!” Erna berseru saat Eza mulai menaiki tangga. Pada akhirnya, Eza pun menurut dan membalikkan badannya.
Semburat kekesalan di wajah Eza begitu terlihat, dia merasa menjadi orang yang tertekan saat mamanya memberikan janji kesepakatan di awal. Ketika Eza memilih mengiyakan kuliah di kedokteran, dia diperbolehkan untuk menekuni hobinya juga—melukis. Akan tetapi, sekarang dia harus dipaksa meninggalkan hobinya itu dan hanya fokus pada kuliahnya.
“Mengatur? Sejak kapan Mama mengaturmu? Semua ini demi kebaikan kamu, Eza. Lihat Papamu, apa kamu lupa? Kariernya sangat lambat, butuh waktu hampir lima belas tahun dia bisa sukses seperti sekarang. Kalau jadi dokter, kamu akan menikmati kesuksesan dalam waktu sebentar, paham!”
__ADS_1
Tak menjawab kalimat panjang sang mama, Eza memilih untuk meninggalkannya dan bergegas ke kamarnya. Bukan tidak sopan karena mengabaikan ucapan Erna, melainkan dia malas berdebat. Masalahnya sudah terlalu banyak sekarang. Hanya istirahatlah yang dibutuhkan Eza saat ini.
Hobi yang sudah Eza cintai memanglah sulit untuk ditinggalkan. Akibat diberi kebebasan menekuni hobinya, Eza justru sering bolos karena menghadiri beberapa kelas melukis di luar kampus. Dia menomorduakan kuliahnya, sehingga membuat Erna geram karena sudah menyia-nyiakan kepercayaannya dan melanggar kesepakatan awal.
Tidak ada yang salah, semua hanya berdasar pada ego masing-masing. Sebagai seorang ibu, ada kalanya dia harus mengerti keinginan anak. Akan tetapi, terkadang anak harus menuruti perintah orang tua sebagai tanda bakti.
...***...
...Identitas Eza mulai dibuka dari sini.......
...Like dan komen ya ...
...Baca bab-bab selanjutnya...
__ADS_1
...❤️☺️❤️...