Dicintai Brondong

Dicintai Brondong
Penyemangat baru


__ADS_3

...***...


Penampilan Yasmin yang sederhana dan rendah hati membuat orang berpikir jika Yasmin hanyalah orang biasa. Tak ada satu orang pun yang tahu bahwa Yasmin adalah seorang pewaris tunggal keluarga kaya. Termasuk Eza yang sama sekali belum tahu banyak tentang Yasmin. Hubungan yang terlahir secara tiba-tiba membuat mereka belum sempat mengenal jauh satu sama lain. Namun, apa pun itu Eza tak peduli siapa Yasmin sebenarnya, yang jelas dia hanya mempunyai cinta dan dia juga tahu Yasmin mencintainya. Hal itu sudah lebih dari cukup untuk diketahui tentang Yasmin.


Para tamu undangan meninggalkan satu per satu rumah Yasmin. Namun, masih ada beberapa orang yang masih mengobrol dan bertanya-tanya padanya. Yasmin telah lama mengucapkan sumpah dokter, dan sekarang dia akan memenuhi sumpah itu untuk melayani siapapun dengan sepenuh hati. Tak lama kemudian, ada tiga orang perempuan yang datang. Mereka mendekat ke arah Yasmin dengan langkah lebar.


“Bu, maaf kami telat. Acaranya sudah selesai, ya?” tanya Nita saat menghampiri Yasmin.


“Iya, baru aja selesai. Kalian dari mana aja?”


“Tadi kita nyasar, Bu. Habisnya Dion sama Eza berangkat duluan, jadi kita bingung nyari alamatnya.” tutur Adel memasang wajah putus asa.


Ketiga mahasiswi yang tak lain adalah Nita, Adel, dan juga Lisa itu satu per satu memberikan ucapan selamat pada Yasmin. Akan tetapi, saat giliran Lisa hendak menjabat tangan Yasmin, bola mata perempuan itu malah terlihat sibuk mengitari sekitar, mencari keberadaan Eza yang ternyata berada di sudut teras bersama Dion.

__ADS_1


“Kayaknya kita belum kenalan, ya? Nama kamu siapa?” tanya Yasmin pada Lisa.


Lisa masih diam, matanya tertuju pada Eza, menatap lelaki idamannya dari kejauhan membuatnya seakan lupa apa yang harus dilakukannya. Nita lalu menyenggol lengan Lisa, dia pun terkesiap dan langsung menoleh ke arah Yasmin yang sudah mengulurkan tangan.


“Eh, iya. Saya Lisa, Bu.”


“Ya sudah kalian duduk di sana aja dulu, bareng sama Eza dan Dion. Kalau mau makan, ambil sendiri ya, jangan sungkan. Saya tinggal ke sana dulu sebentar." Ucapan Yasmin dijawab serempak oleh ketiga orang tersebut. Mereka pun berjalan menghampiri Eza dan Dion. Sementara Yasmin menghampiri Suci dan dua orang wanita yang tengah duduk—sedang mengobrol.


“Sorry, tadi buru-buru,” jawab Dion, setelah itu mereka saling mengobrol.


“Eza, kamu udah makan belum?” tanya Lisa memberikan perhatian kecil agar Eza memandangnya. Lelaki itu tampak sibuk melamun, terus memperhatikan wanita yang tengah duduk agak jauh di sana.


“Udah.” Eza menjawabnya singkat tanpa melihat Lisa.

__ADS_1


Lisa pun manyun, Eza masih saja cuek padanya. Gadis itu lalu berbalik menghadap pada kedua temannya. “Eh, makan, yuk. Tadi kata Bu Yasmin nggak apa-apa kok kalau kita makan. Laper tau!" rengeknya, gadis situ memang sedikit manja. Tubuhnya berisi, tetapi yang tidak terlalu tinggi—membuat dirinya selalu merasa lapar meski selalu makan tepat waktu. Dia menarik Nita, mengajaknya mengambil makanan yang masih tersaji di meja.


Eza terus membatin dan tersenyum kecil melihat Yasmin, dia begitu bersyukur karena nasib baik berpihak padanya. Memiliki Yasmin seperti anugerah terindah dalam hidupnya saat ini. Dialah penyemangat baru untuk Eza. Sebelumnya dia sama sekali tidak menyukai kuliah kedokteran yang dipelajari. Namun, saat tahu kekasihnya datang di hidupnya dan ternyata menjadi dosennya dan juga adalah seorang dokter. Dia semakin menyukai dunia kedokteran dan kesehatan.


"Za, udah jangan diliatin terus. Nanti ada yang curiga," bisik Dion setelah menyenggol lengan Eza.


Eza berdecak. "Ccckk. Ganggu aja sih Lo!" jawabnya dengan suara kecil.


"Anak-anak kampus lain ada disini. Lo mau mereka sebarin gosip di kampus? Apalagi di Lisa tuh, yang nggak bosan-bosannya ngejar Lo, Za. Kalau dia cemburu dan bikin ulah gimana?" Dion memperingatkan.


"Iya … gue tau." Eza pun mengeluarkan ponselnya. Menganti cara agar terus bisa menarik perhatian Yasmin. Memperhatikan wanita itu dari tadi sama sekali tidak berhasil. Yasmin selalu sibuk kesana kemari.


...***...

__ADS_1


__ADS_2