
...***...
Kata-kata cinta terucap dari bibir masing-masing. Hasrat yang membumbung seperti menaiki anak tangga, menerbangkan Eza dan Yasmin ke langit ke tujuh. Yasmin meracau tak karuan. Kata-kata cinta yang Yasmin ucapkan membuat Eza bahagia.
Penyatuan baru saja terjadi.
Mereka berhenti secara bersamaan. Kemudian dia memeluk wanita itu dengan erat. Yasmin melakukan hal yang sama. Mereka mengatur napas masing-masing.
Eza mengangkat kepalanya. Dia melihat Yasmin yang berkeringat, mereka saling memandang dan menguntai senyum kepuasan.
"Langit, Indah sekali … aku mencintaimu, Langit." Suara Yasmin yang memabukkan membuat Eza mengurai senyumnya dan mencium bibir wanita itu.
"Senja, Aku senang sekali bisa membahagiakanmu seperti ini. Aku juga mencintaimu, Senja." Eza kembali mencium bibir Yasmin, sesekali dia menggesekkan hidung mereka, menyatukan keringat demi keringat yang menghujani wajah mereka.
Keduanya saling menyatakan perasaan masing-masing. Setelah penyatuan yang berhasil membawa mereka sama-sama terbang. Hati mereka telah menyatu, mereka tau benih cinta itu telah tumbuh.
_____
Suasana pagi sangatlah cerah. Eza terbangun lebih awal, dia memandangi wanita cantik yang terbaring di sampingnya. Dia membelai rambut Yasmin dan mengecup kening wanita itu dengan lembut.
__ADS_1
"Selamat pagi, Senja." Bisiknya dan tersenyum. Paginya terasa berbeda ketika melihat wajah cantik itu.
Hari ini Eza akan melakukan sesuatu. Ini adalah hari terakhir bagi mereka. Dan dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia sudah memantapkan hatinya sejak semalam. Eza bangun dan mengenakan pakaian lalu kembali ke kamarnya. Dia membiarkan Yasmin tidur lebih lama. Kegiatan semalam pasti membuat wanita itu sangat lelah.
Pertempuran panas mereka tidak hanya terjadi sekali. Eza dan Yasmin masih melanjutkan hingga lelah benar-benar menarik tubuh mereka untuk beristirahat.
______
Setelah membersihkan diri dan mengganti bajunya. Eza kembali mendatangi kamar Yasmin. Pria itu telah siap dengan rencana yang tadi dia pikirkan. Dia berniat membuat kejutan pada wanita itu. Dia mendorong troli yang berisi makanan yang pesannya beberapa saat yang lalu.
Eza mengetuk pintu, tak lama Yasmin membukanya. Dia terpaku saat melihat pemandangan yang membuatnya berdebar. Di depannya Yasmin hanya mengenakan handuk yang melilit tubuhnya. Rambutnya juga masih digulung handuk ke belakang kepala.
Yasmin mengerutkan dahi saat Eza mendorong troli makanan masuk bersamanya. "Langit, Kamu beralih profesi?" Yasmin tergelak, dia bersembunyi di balik pintu, lalu membuka pintu itu lebar-lebar.
Eza menghentikan troli itu, dan memindahkan makanan ke meja. Yasmin membiarkan dan pergi mengganti bajunya di kamar mandi. Eza memperhatikan wanita itu.
Kenapa tidak ganti baju di sini saja. Padahal aku sudah melihat semuanya. Hhuuuhhh, Senja.
"Tumben kamu mengajak sarapan di kamar." Yasmin keluar dari kamar mandi.
__ADS_1
"Hari ini adalah hari terakhir kita di Bali. Aku ingin menghabiskan waktu denganmu, Senja."
Yasmin mendekat dengan pakaian mini yang sangat menggoda iman Eza. Yasmin memakai baju terusan selutut, tanpa mengenakan bra. Bulatan sebiji kacang itu sangat terlihat jelas menerawang dari luar.
Eza kembali menelan salivanya, dia mengalihkan pandangan. “Yuk, kita makan!” Eza menepuk sofa kosong di sebelahnya, menyuruh Yasmin duduk.
“Apa yang kamu pesan untukku, Langit?”
“Bukalah sendiri, Senjaku,” tutur Eza yang dibalas senyuman manis Yasmin. Wanita itu pun membuka satu per satu penutup makanan dari stainless.
“Langit? Kenapa ada kue ulang tahun?” tanya Yasmin, dia mengernyitkan dahinya.
"Hari ini adalah hari spesialku, dan aku ingin merayakan dengan wanita pujaanku.” Eza tersenyum, tetapi tatapannya sedikit sayu. Mengingat akan berpisah dengan Yasmin.
“Kamu ulang tahun? Yang keberapa, Langit?”
“Coba tebak?”
...***...
__ADS_1