
Beberapa menit kemudian, ketukan pintu membuat mereka sedikit terkejut. Akhirnya yang mereka tunggu datang juga. Eza pun membukakan pintu. Staf bagian room service masuk membawa makanan mereka masuk ke dalam kamar Yasmin.
Yasmin pun langsung membuka penutup makanan yang berbahan stainless tersebut. bibirnya melengkung bak bulan sabit setelah mengetahui Eza memesankan sarapan paginya dengan istimewa.
Dua pancake berbentuk hati bertumpuk di piring tersebut. Di tepinya ada tulisan ‘sorry’ yang membuat Yasmin tersenyum geli.
“Langit, sepertinya ini akan menjadi cara andalanmu untuk membujuk seorang wanita?” ucap Yasmin. Kedua kalinya Eza membuat kejutan kecil seperti itu. Namun, Yasmin masih saja menyukainya.
“Hanya sedikit usaha, Senja.” Eza tersenyum.
Keduanya pun makan dengan lahap, menikmati sarapan mereka. Menurut Eza, saat ini adalah waktu yang sangat berkesan. Menikmati pagi dengan wanita pujaannya di sebuah kamar, sudah seperti pasangan kekasih.
Mereka memutuskan untuk berdiam diri saja di dalam kamar. Eza yang malas harus meladeni tingkah Tania dan Yasmin sudah terlalu hilang mood untuk bepergian. Menonton film menjadi pilihan mereka untuk menghabiskan waktu hari ini. Sebuah film Horror menjadi pilihan, walau akhirnya Yasmin menjerit karena ketakutan, dan berujung tak sengaja memeluk Eza.
Selesai dengan film. Mereka lanjut memainkan papan permainan. Keduanya pun asyik dengan kesenangan saat bermain. Memang hanya permainan monopoli biasa. Tetapi canda tawa menunjukkan betapa bahagianya mereka. Hingga Yasmin semakin tak bisa menyembunyikan kegugupannya ketika mata Eza terus menatapnya.
Wanita itu semakin gelisah, takut tak sanggup lagi bertahan. Namun, bila teringat lagi perkataan Eza saat berada di tebing. Yasmin kembali mengeraskan hatinya.
_____
Malam harinya, setelah Eza kembali ke kamar. Yasmin sedang berpikir panjang, apakah ia pantas dengan semua rasa ini. Dia tidak bodoh, sehingga tidak bisa bisa membedakan mana cinta atau bukan. Hanya saja, apakah mungkin dengan lelaki yang lebih muda darinya? Dan satu hal lagi, belum tentu Eza juga memiliki perasaan yang sama dengannya. Inilah sesuatu yang ada dalam pikiran Yasmin.
Yasmin meraih ponselnya di atas meja. Dia memerlukan pendapat seseorang, dan tentu saja hanya Santi yang dapat dia percaya.
"Halo, San. Kamu udah tidur?"
__ADS_1
"Belum, Yas. Aku baru sampai rumah."
Yasin mendengar sepertinya Santi sedang menutup pintu.
"Boleh minta waktu kamu sebentar nggak?"
"Biar aku tebak. Masalah cowok, kan?"
"Kamu benar, aku …." Yasmin terlihat ragu untuk mengatakan.
"Laki-laki yang kulihat waktu itu, bukan? Ceritakan, kenapa?"
Santi terdengar cekikikan. Yasmin menghela napas berat.
Mempunyai sahabat seperti Santi, sebuah keberuntungan baginya. Santi sangat mengerti apa yang dia rasakan.
Yasmin pun menceritakan semuanya. Awal pertemuan mereka, hingga hari ini, saat dirinya semakin gelisah. Pria yang dia kenal sebagai 'Langit' telah membuatnya merasakan sesuatu yang beda.
"Yas, nggak ada yang salah dalam cinta. Jika kamu Yakin akan pilihan hatimu, aku pasti akan selalu mendukungmu."
"Tapi umurnya lebih muda dariku, San."
"Siapa yang peduli dengan umur sekarang. Memangnya dia muda berapa tahun?"
"Entahlah, aku rasa mungkin lima tahun di bawahku."
__ADS_1
"Cuma lima tahun, Yasmin. Yang jarak sepuluh tahun pun ada."
"Tapi, apa dia juga punya perasaan padaku?"
"Yang kamu rasain gimana?"
"Aku tidak yakin. Mungkin sama. Dia pernah mengatakan, tapi aku menolak."
"Tunggu saja dia menyatakan lagi."
Yasmin sudah Yakin sekarang. Berkat Santi yang membuka jalan pikirannya. Tapi tentu saja dia tidak akan memulai lebih dulu. Yasmin akan menunggu, Eza yang menyatakannya, hingga hari terakhir dia berada di sini. Yasmin hanya tidak mau kecewa jika perasaan mereka tidak sama. Namun, bila pria itu belum juga terbuka, Yasmin berpikir akan menunjukan perasaannya melalui surat, dan selamanya akan dipendam dalam hatinya.
"Langit, aku menyukaimu."
...***...
...Haii Readers ☺️...
...Kalian suka cerita ini? ...
...Jangan lupa berikan Like dan Komen di bawah ya......
...klik hatinya... seperti Eza telah mengklik hati Yasmin 🤭...
...❤️❤️❤️...
__ADS_1