Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.10 # Tak puas


__ADS_3

Sky mengumpat saat tak menemukan keberadaan wanita yang membayar nya. Wanita yang ada di depannya ini bukanlah wanita yang membayar nya. Ia berjalan turun kembali dari panggung dan saat itu juga tangan nya di cekal oleh tangan seorang wanita.


Sky menatap tajam pada wanita yang mencekalnya.


"Singkirkan tangan kotor mu dari ku nona,"


Giginya gemerutuk menahan emosi yang memuncak akibat tak menemukan keberadaan wanita yang membayar nya.


Wanita itu shock saat melihat mata tajam pria yang ia cekal.


"Anda butuh teman tuan,?"


Rayunya pada Sky. Meski takut, melihat mata tajam nya, ia berpikir bukankah semua pria yang datang ke sini adalah mencari wanita seperti nya.


Cih...


Sky berdecih mendengar penuturan wanita di depannya yang merayu dirinya. Mana sudi ia memakai bekas pria lain untuk memuaskannya. Terkecuali wanita yang membayar nya tentunya, dan ia tak tau dimana wanita itu sekarang. Dan sedang menjajakan tubuhnya di mana, apalagi bersama pria hidung belang yang bisa memuaskannya tentunya.


"Brengsek..."


Wanita itu berjengit, mendengar umpatan pria di depannya ini. Tak lama kemudian ia melihat Sky yang berjalan menjauh.


Sky sendiri mengumpat wanita yang membayar nya. Ia sudah di buat gila oleh permainan wanita liar itu atas tubuhnya.


"Sialan.."


Sky merogoh ponsel nya di saku celananya, ia menghubungi Calvin agar mencarikan nya wanita untuk nya.


"Pastikan jika aku pulang, wanita itu sudah berada di apartemen."


Sky mengumpat berkali kali, ia mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi menuju apartemen miliknya. Sedangkan Calvin yang mendengar perintah dari tuannya kalang kabut. Di mana ia mencari wanita perawan untuk tuannya sesingkat ini.


Tak sadar Calvin juga mengumpat tuannya yang meminta wanita seperti meminta teh kopi. Ia keluar dari apartemen tuannya, tangan nya menscrol layar ponsel milik nya. Ia tersenyum tipis saat mendapatkan apa yang tuannya mau. Tanpa menunggu lama ia menghubungi nomor yang tertera.


Sky membelokkan mobilnya di Club malam lainnya lagi. Ia masih penasaran, mungkin saja wanita itu ada di dalam sana. Ia pasti akan menyeret wanita itu jika saja ia memergokinya sedang bergerak liar di atas tubuh polos pria lainnya.

__ADS_1


Sky berjalan masuk ke dalam, mata tajamnya mencari cari sosok wanita yang membayar nya. Ia juga mendobrak bilik kamar yang biasa di pakai pasangan untuk bercinta.


Satu jam kemudian, Sky keluar dari sana, saat tak mendapati wanita liar itu ada di sana. Ia menelpon lagi Calvin, menanyakan ponsel rusak wanita yang membayar nya.


"Mereka bilang besok tuan."


"****..."


Sky mengumpat dan memukul stir kemudi mobil nya, tak lama kemudian ia melajukan mobilnya menuju apartemen miliknya. Dan Calvin sendiri mengerutkan keningnya saat mendengar umpatan tuannya.


Sampai di apartemen miliknya Sky turun dengan langkah lebar menuju apartemen miliknya. Bibirnya tak berhenti mengumpat wanita liar itu.


Entah bodoh atau apa Ausky Luis harus nya bisa berpikir jika wanita itu adalah seorang model. Bukankah dia berpikir begitu, mungkin saja wanita yang membayar nya adalah seorang model, saat bertemu dengan nya pagi tadi. Dan hari ini ia mencari wanita liar itu kesana kemari.


Padahal jika ia ingat tak mungkin rasanya, jika seorang model akan masuk ke Club malam. Dan Sky justru mencarinya seperti orang bodoh.


"Dimana dia..?"


Tanpa basa basi, Sky bertanya pada Calvin, emosi yang memuncak membayangkan wanita liar itu bergerak naik turun di atas tubuh seorang pria lainnya. Hingga tak sadar sampai menjadikan nya betul betul bodoh.


Calvin menjawab tuannya, ia melirik wajah tuannya yang sepertinya menahan emosi. Ia menghembuskan nafasnya lega saat ia menemukan wanita yang tepat malam ini. Melihat wajah tuannya yang mengeras dan emosi, sudah pasti ia yakin jika ia yang akan menjadi sasaran pria itu jika ia tak menemukan apa yang di minta oleh nya.


Sky menatap wanita cantik yang duduk di sofa ruang tamu miliknya. Ia berjalan mendekati wanita yang berpakaian seksi dan melabuhkan bibirnya di bibir wanita cantik ini. Sky ******* bibir merah delima sang wanita rakus, dan tangannya meremas bergantian dua buah yang menggantung. Lumayan besar mengingat wanita ini yang masih perawan.


Uhh...


Sang wanita melenguh saat bibir Sky berpindah pada leher jenjangnya. Apalagi saat tangan itu meraba turun di kedua pahanya.


"****...'"


Lagi lagi Sky mengumpat saat ia tak menemukan sensasi yang sama saat ia mencumbu wanita liar itu.


Tak menunggu lama Sky merobek kain tipis berenda merah terang milik wanita di depannya dan membuka milik nya. Mengeluarkannya dan langsung mengarahkannya pada milik wanita.


"Tuan sakit.."

__ADS_1


Wanita itu menjerit saat selaput dara milik nya di robek paksa oleh pria yang membayarnya. Suara jeritannya yang menggema berubah menjadi ******* saat milik nya di hujam liar oleh pria yang membayarnya. Ia mencengkeram erat ujung sofa, merasakan sensasi panas hujaman Sky pada milik nya yang masih sempit. Sky sendiri masih bergerak pada wanita di depannya. Tapi entah kenapa ia sudah bergerak pelan dan cepat juga ia tak merasakan puas. Yang ada ia lelah sendiri dan tak merasakan kepuasan. Ia melepaskan milik nya, pada wanita di depannya ini. Menatap milik nya yang sedikit terkena darah dari robek nya selaput dara milik wanita bayaran nya.


"Brengsek..."


Brakk...


Sky menendang sofa lainnya dan membuat wanita yang berdiri membelakangi nya berjengit kaget.


"Keluar dari sini, minta bayaran mu pada pria yang berdiri di luar."


Ucap nya langsung meninggalkan wanita itu tanpa menunggu jawaban nya, masuk ke dalam kamar mandi miliknya. Mengguyur tubuh nya dengan pakaian yang masih lengkap di tubuhnya.


"Awas saja kau wanita ******."


Sudah lebih seratus kali Sky mengumpat Elvira, wanita yang tidur di pelukan suaminya usai bercinta dengan nya sangat panas. Elvira tertidur sangat nyenyak, sedangkan Mark sendiri matanya masih belum terpejam.


Ia masih memikirkan bagaimana reaksi istrinya saat tau jika dirinya pernah bercinta dengan Rosa di malam Anniversary pernikahan mereka. Mark tak bisa membayangkan bagaimana marahnya Elvira nanti padanya. Mark mengeratkan pelukannya pada istrinya.


"Maafkan aku El. Aku tak sengaja melakukannya sayang, dan aku hanya mencintai mu Elvira."


Mark memeluk erat tubuh Elvira, ia memejamkan matanya menyusul istrinya kedalam mimpi.


Tak lama kemudian Elvira membuka matanya saat mendengar dengkuran halus suaminya. Ia mengepalkan tangannya mendengar gumaman Mark padanya.


Ya Elvira bangun saat Mark mengeratkan pelukannya pada nya tadi.


"Brengsek..."


.


Beri hadiah otor 😁


Jangan lupa mampir ke karya otor yang lainnya.


❤️

__ADS_1


__ADS_2