Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.59 # Perpisahan


__ADS_3

Caca berjengit kaget dan segera berlari secepat kilat menghampiri Mark. Jangan sampai ia juga terkena amukan tuan Mark. Membuka kotak obat di tangannya dan akan mengobati luka suami nonanya.


"Keluar dari sini."


Nada dingin keluar dari bibir Mark, matanya menatap tajam pada Caca. "I_ya" Caca berbalik dan keluar dari ruang CEO. Sampai di luar Caca menghembuskan nafasnya perlahan.


"Kasihan tuan Mark, lalu bagaimana dengan nona Elvira. Wanita sialan itu memang benar-benar tak tau di untung."


Caca menggerutu bibirnya mengumpat Rosa, wanita tidak tau malu dan parasit menurut Caca.


Sedangkan Mark di dalam dia membiarkan lukanya dan tak mengobatinya. kepalanya menunduk memikirkan rumah tangga nya dengan Elvira. Yang jelas ia tak ingin berpisah dari Elvira. Ia sangat mencintai Elvira dan tak ingin kehilangan nya.


"Maaf El, aku mencintaimu."


*


"Jangan pernah lagi menemui Mark, El. Daddy akan mengurus surat perceraian kalian." Ucap Damian setelah sampai di mension mewah nya. Raline yang mendengar nya menatap wajah cantik Elvira.


Deg..


Dada Elvira serasa di hantam batu besar. Damian akan mengurus surat perceraian nya dengan Mark. Empat tahun menikah dan delapan tahun bersama akan berakhir begitu saja. Elvira tau, inilah yang akan terjadi jika ia pergi dari mension mewah Mark. Tapi ia tak menyangka akan secepat ini, mendengar akan berpisah dari Mark Harrold.

__ADS_1


"Masuk ke kamar kamu sayang, jangan terlalu di pikirkan, semua akan baik-baik saja. Daddy yang akan mengurus semuanya."


Raline menatap wajah cantik Elvira yang bingung. Berjalan mendekati putrinya dan mengajaknya masuk ke dalam kamarnya. Elvira hanya pasrah, di bawa ke kamarnya. Tak ada kata yang keluar dari bibir seksi Elvira saat mendengar Damian akan mengurus surat perceraian nya dengan Mark Harrold.


"Sayang apa yang kau pikirkan El,?"


Raline bernafas lega saat melihat keduanya sudah pulang kembali. Ia yakin jika suami nya tak bertindak gila dengan Mark. Ia pikir Damian akan membunuh Mark, tapi ternyata tidak.


"Istirahatlah El jangan pikirkan yang lain, ingat kau harus bahagia sayang, hanya kau satu satunya putri mommy dan daddy."


Elvira tak menjawab penuturan ibunya, ia masih memikirkan bagaimana rumah tangga nya dengan Mark Harrold, apa ini yang ia inginkan atau yang lainnya.


Raline menghembuskan nafasnya perlahan, ia lalu berbalik. Tapi keningnya mengkerut saat mendapati Elvira berjalan mendahului nya.


Elvira tetap melangkah dan mencari daddy nya. Ia harus mengatakan jika ia juga bertindak bodoh pada Damian. Bukan hanya Mark yang salah tapi ia juga salah, membayar pria untuk bercinta dengan nya, bukan karna Elvira ingin membela Mark, tapi karna ia salah, ia juga harus berterus terang tentang dirinya. Jika daddy nya tau tentang Mark dan Rosa, kenapa daddy nya tak tau tentang dirinya, seharusnya Damian tau juga. Apa ada yang menutupi kesalahannya, siapa.?


Sampai di ruang tamu mata Elvira melotot tak percaya saat melihat pengacara keluarga nya sudah duduk bersama daddy nya. Elvira menggelengkan kepalanya melihat semua ini. Secepat itukah Damian ingin ia berpisah dari Mark. Bahkan Elvira belum berpikir ke sana.


"Dad.."


Damian menoleh dan pria paruh baya di sampingnya. Elvira mendekati Damian dan menatap keduanya. "Dad ada apa ini, jangan bilang daddy mengurus perceraian Elvira.?" Damian mendesah lirih, menatap wajah cantik putrinya.

__ADS_1


"Ya pengacara daddy yang akan mengurus semua perceraian mu dengan Mark. Daddy tak mau menunda nunda lagi El."


Elvira menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Damian. Masih belum mengerti dan bingung, apa ia menginginkan perceraian nya dengan Mark, apa ia rela berpisah dari Mark Harrold.? Tapi pria itu sudah membuatnya sangat kecewa berulang kali. Mark menghianati nya dan membohongi nya.


"Tapi dad, apa harus secepat ini,?" Lirih nya menunduk, masih belum percaya jika ia akan secepatnya berpisah dengan Mark.


"Daddy tak mau menunda nunda lagi El, dan satu lagi. Daddy tak akan mengijinkan kau menjadi model mulai sekarang."


Elvira melototkan matanya mendengar penuturan Damian. Ia mendongak menatap wajah tua Damian. Apa maksudnya ini, ia tak boleh lagi menjadi model. Sejak kapan Damian melarangnya untuk menjadi yang ia inginkan.


"Dad_"


"Kau tidak akan membantah daddy El, daddy tak ingin kau berurusan lagi dengan Mark. Kau harus bekerja di perusahaan daddy mulai saat ini."


Elvira mendesah lirih mendengar nya, wajar saja jika Damian tak mengijinkan dirinya menjadi model lagi. Mark Harrold adalah pemilik agensi terbesar di kota Berlin. Hampir semua agensi milik Mark, dan ia yang menjadi model sekaligus artis nya.


Sementara pria paruh baya di samping Damian hanya menatap iba pada Elvira. Ia sudah hapal dengan karakter anak majikannya ini. Wanita cantik yang berprofesi sebagai model ini, begitu menggemari profesinya.


"Kalau begitu saya pamit undur diri tuan."


Damian mengangguk dan mengibaskan tangannya. Sementara Elvira menatap punggung tua pria yang berjalan menjauh dan menghilang di balik pintu.

__ADS_1


"Kenapa harus seperti ini, apa yang harus aku lakukan.?" Elvira berbalik dan berjalan lagi menuju kamar miliknya. Melangkah lesu, menaiki anak tangga. Sampai di kamar nya ia duduk melamun memikirkan pernikahan nya dengan Mark Harrold. "Secepat inikah berakhir Mark," Memejamkan matanya, menikmati hembusan angin sore hari. Bergelut dengan hati dan pemikiran nya, apa ini yang ia inginkan sebenarnya. Berpisah dari Mark Harrold, pria yang di cintai nya, tapi lagi lagi Mark mengecewakan nya hingga membuat cintanya pada pria yang menjadi suaminya tertutup dengan rasa kecewa.


__ADS_2