
Sky melirik ke arah pria paruh baya yang menjadi mantan rekan bisnis ayahnya. Menyandarkan tubuhnya di kepala sofa dan merentangkan tangannya.
"Aku tak menyangka tuan Haidher mempunyai putra sepertimu tuan Luis."
Sky mengangkat sebelah alisnya mendengar penuturan pria paruh baya di depannya ini. Ia tak menggubris ucapan Devano, mata tajam nya melirik kesana kemari. Tak lama ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya, jika Elvira tak mungkin datang ke tempat seperti ini.
Sky terkekeh saat dulu ia mencari keberadaan Elvira di tempat seperti ini seperti orang gila. Padahal wanita itu ada bersama suaminya. Ah lagi lagi dadanya terbakar mengingat jika wanita itu bersama dengan suaminya saat ini. Sudah tiga hari ia tak melihat batang hidung Elvira. Wanita liar itu pasti sering bercinta dengan suami nya Mark.
"Brengsek.." Umpat nya dalam hati.
"Silahkan tuan."
Sky berjengit mendengar suara wanita yang berjongkok di depan nya. Ia melirik ke arah Devano yang menatapnya. Mengangkat gelas di tangannya, lalu menenggak isi dalamnya. Sky mendesah lirih, kenapa harus Elvira terus yang ada dalam pikirannya. Ia pikir ia bisa melupakan wanita liar itu. Ternyata ia tak bisa berhenti membayangkan istri dari Mark Harrold.
"Lagi pula dia dulu yang menggodaku, wajar saja aku tergoda dengan nya." Ucap Sky dalam hati. Lagi lagi Sky membenarkan perasaannya terhadap Elvira.
"Apa yang anda pikirkan tuan Luis, seperti nya anda berminat dengan mereka. Tidak usah sungkan tuan, aku juga seperti itu waktu muda dulu."
Ucap Devano dan di balas dengan anggukan kecil Sky.
"Sayang nya aku tak berminat pada mereka, seleraku terlalu tinggi tuan."
Devano tertawa terbahak mendengar ucapan Sky. Sedangkan Sky sendiri sama sekali tak perduli jika Devano sedang menertawainya. Isi kepala nya masih di penuhi dengan istri Mark Harrold. Wanita liar yang membayarnya nya dua Minggu lalu.
"Kau terlalu jujur tuan,"
Sky melirik nya sekilas, tak lama ia menoleh wanita yang mengantarkan wine di mejanya. Alisnya bertaut saat melihat wanita cantik itu.
Elvira...
Sky menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Tak lama kemudian ia melihat lagi rupa wanita yang berjongkok lagi, mendesah kasar jika wanita itu bukanlah Elvira.
__ADS_1
"Sepertinya aku akan gila,"
Devano menatap selidik pada putra Haidher. Wajah tampan dan rahang tegas itu banyak yang menjadi korban Sky.
"Bagaimana tuan Luis, apa anda bersedia bekerjasama dengan ku. Aku akan menawarkan kerjasama yang seimbang dengan mu tuan."
Ucap Devano pada Sky, sedangkan Sky sendiri yang mendengar penuturan Devano berdiri dan mengancingkan jas milik nya, menoleh pada Devano yang menatapnya bingung.
"Akan aku pikirkan tuan."
Ucap Sky berlalu begitu saja tanpa menoleh lagi pada Devano. Ia tak perduli jika pria paruh baya itu mengumpati nya.
"Di mana wanita itu Vin.?"
"Nona Elvira sedang berlibur tuan."
"Apa,.... ****, wanita itu sedang bersenang senang, brengsek." Sky mengumpat Elvira, wanita liar dan cantik itu sudah membuatnya geram.
"Ada apa sayang?"
Elvira menggelengkan kepalanya, mendengar pertanyaan dari suaminya. Mark membawa nya berlibur pagi tadi, entah ada angin apa Mark mengajaknya ke pantai dan menginap di sini.
"Kau tau sayang aku merindukanmu, El."
Cup...
Elvira memejamkan matanya mendengar penuturan Mark padanya. Jika Mark merindukan nya ia juga sebenarnya sama, merindukan Mark seperti dulu. Tapi semenjak perselingkuhan Mark dengan Rosa, Elvira tak seperti dulu yang selalu manja dengan Mark.
Mark mengeratkan pelukannya pada Elvira dan mengecup punggung polos Elvira kembali. Satu jam yang lalu mereka baru saja bercinta dan Mark sudah memancing nya kembali.
"Mark aku lelah,"
__ADS_1
"Baiklah aku akan membebaskan mu kali ini, ayo sayang tidur."
Mark membawa Elvira ke dalam pelukan nya dan mencium kening nya. Mark tak bisa kehilangan Elvira, Mark sangat mencintai Elvira,.
Sedangkan Elvira mendesah lirih, ia mencoba memejamkan matanya seperti yang Mark katakan. Menghilangkan pikiran buruknya, jika semuanya akan baik baik saja.
Tak lama kemudian Elvira mendengar suara dengkuran halus Mark di belakang nya. Ia berbalik, menatap wajah Mark yang sudah menemaninya beberapa tahun belakangan ini. Pria yang Elvira cintai sepenuh hati, tapi Mark sudah mengikis cinta nya Nyang begitu dalam padanya.
"Kau mengecewakan aku Mark."
Tak lama Elvira memejamkan matanya menyusul Mark ke dalam mimpi. Tapi ia melihat bayang bayang dari balik kaca jendela.
"Apa ada pencuri.?"
Elvira menyingkirkan tangan Mark dan mengambil kemeja Mark lalu memakainya. Berjalan mendekati jendela dan membuka perlahan, menoleh ke kiri dan kanannya.
"Tak ada siapapun, tapi kenapa aku seperti melihat seseorang datang ke mari."
Menggelengkan kepalanya lalu berbalik dan betapa kagetnya saat ia mendapati seseorang di belakang nya.
Ak.....Hemm...
"Kau melupakanku nona,"
Mata Elvira terbelalak mendengar suara khas yang ia kenal. Sky mendengus melihat penampilan Elvira yang hanya memakai kemeja panjang milik Mark. Ia melepaskan tangannya dari bibir Elvira.
"Kau.." Elvira benar benar shock melihat pria bayaran nya ada di sini dan menguntit nya.
"Apa kau menguntit ku tuan,?" Sinis Elvira. Ia tak tau dari mana datangnya pria bayaran nya ini. Bagaimana mungkin tau jika ia dan Mark ada di sini.
",Kau baru bercinta dengan Mark,"
__ADS_1
Ucap Sky pada Elvira, dadanya naik turun membayangkan bagaimana Elvira bercinta dengan suami nya.