
Mark berjalan gontai menuju mobil taksi yang di sewanya. Berkali-kali Mark mengusap matanya yang basah. Pikirannya melayang mengingat jika Elvira pernah mengatakan Callista hanya mempunyai satu daddy. Apa artinya itu, apa Elvira akan meninggalkan Callista dan pergi bersama Sky.
Mark menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya. Bagaimana mungkin Elvira akan meninggalkan buah hatinya sendiri. Mungkin saja Elvira, ingin ia menjadi daddy satu satunya Callista tapi Sky yang akan menjadi suaminya, ya mungkin saja begitu dan ia harus bisa menerima keputusan Elvira kali ini.
"Mungkin dengan seperti ini kau bersikap adil, dengan nya dan juga denganku El."
Entah pikiran bodoh dari mana, Mark bisa berpikiran seperti itu. Yang jelas apapun itu Mark masih bahagia dan sangat bahagia memiliki seorang anak bersama Elvira. Meski Elvira akan menikah dengan orang lain, Mark masih sangat bahagia bersama. putrinya. Ia akan merawat Callista dengan kedua tangannya sendiri.
"Maafkan daddy sayang."
Berjalan menuju taksi sambil bergumam sendiri, tak perduli dengan orang lain yang melihatnya. Telinga tajamnya bisa mendengar suara bisik bisik. Jelas saja ia menjadi bahan gosip karna dia adalah ceo terbesar di sebuah agensi ternama di kota Berlin.
Mungkin mereka melihat istrinya yang berpelukan bersama pria lainnya di dalam. Mark tak perduli, ia hanya perlu iklhas melepaskan Elvira bersama orang lain. Ia akan fokus pada buah hatinya yang baru berusia kurang lebih dua bulan. Bertahun-tahun lamanya Ia menantikan masa saat ia di panggil daddy oleh anaknya sendiri dan dua bulan lalu Elvira sudah mengabulkannya.
*
Elvira yang keluar dari dalam mencari keberadaan Mark.
Tak lama ia tersenyum lebar melihat punggung Mark yang berjalan tak jauh darinya. Elvira berlari ke arah Mark tak perduli dengan orang yang di tabraknya. Mata cantiknya masih menatap punggung lebar Mark yang tak terlalu jauh darinya.
"Mark.. "
Deg...
Mark menghentikan langkahnya saat mendengar suara Elvira yang memanggilnya. Tak lama ia menggelengkan kepalanya, tak mungkin Elvira yang memanggilnya. sedangkan pesawat yang Sky tumpangi sudah terbang meninggalkan kota Berlin.
__ADS_1
Elvira sendiri yang melihat Mark tak berbalik berteriak kembali memanggilnya. Tapi setelah itu Elvira terjatuh karna kakinya yang tersandung mengejar Mark yang pergi meninggalkannya.
"Mark.."
Brukk..
Mark terkesiap saat ia berbalik, telinganya benar-benar mendengar suara Elvira yang memanggilnya.
Mata Mark berkaca kaca melihat Elvira yang bangun dari jatuhnya. Ya dia Elvira yang baru bangun dari jatuhnya dan mengusap sikutnya sendiri. Mark masih bisa mengenali Elvira dari sorot lampu sekalipun.
Bibir Mark bergetar menahan tangis, jika wanita itu masih ada di depannya dan tak pergi bersama Sky kekasihnya.
Mark mengusap matanya yang tak bisa membendung air matanya.
"El.. "
Lima menit kemudian Mark baru melepaskan tautan bibirnya dari Elvira. Membawa Elvira ke dalam pelukannya dan mencium kening Elvira bertubi tubi.
"Maafkan aku yang menemuinya, aku hanya mengembalikan cincin yang pernah Sky berikan padaku."
Bisik Elvira lirih di telinga Mark. Mark melepaskan pelukannya dan menatap wajah cantik Elvira.
Di tatap seperti itu oleh Mark Elvira mendekatkan bibirnya pada bibir Mark.
Cup...
__ADS_1
"Aku mencintaimu Mark Harrold."
Mendengar perkataan Elvira mark menatap wajah Elvira tak percaya. Benarkah Elvira masih mencintainya, Elvira kembali padanya kerna ia mencintainya dan bukan karna putrinya.
"Aku mencintaimu Mark Harrold." Ungkap Elvira kembali pada Mark saat tak mendengar jawaban Mark padanya.
Sedangkan Mark sendiri yang mendengar penuturan Elvira menyambar bibir Elvira dan mengesapnya. Mark tak tahan mendengar pengakuan Elvira padanya jika dia masih mencintainya. Sungguh tak ada yang paling membahagiakan bagi Mark mendengar Elvira masih mencintainya.
Tak hanya mencium dan menyesal bibir Elvira, lidah Mark juga menerobos masuk ke dalam rongga mulut Elvira dan mengabsen gigi Elvira. Mark sungguh sangat merindukan saat seperti ini bersama Elvira.
Tak hanya Mark yang mengabsen giginya dan membelitkan lidahnya. Elvira juga tak kalah membalas Mark dengan menyesap lidah Mark.
Mark sendiri yang mendapatkan balasan dari Elvira, tubuhnya semakin panas dan miliknya meronta ingin di lepaskan.
Mark mendorong tubuh Elvira pelan menuju mobil Elvira yang tak jauh dari mereka tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Beruntungnya di parkiran tak ada orang dan terlihat sepi, hingga aksi mereka tak terlihat oleh siapapun.
Brakk..
Mark menutup pintu mobil saat mereka berdua sudah berada di dalam. Mark kembali lagi menautkan bibir mereka berdua. Tak hanya itu, tangan Mark juga bergerilya masuk ke dalam blus milik Elvira.
Uhh...
Desah Elvira kembali saat Mark menekan buah kenyal sumber kehidupan putrinya. Tubuh Elvira semakin menegang. Sudah lebih satu tahun setengah Elvira tak bercinta dan di sentuh seperti ini. Tentu saja tubuhnya merespon berlebihan. Apalagi bersama Mark, pria yang sangat Elvira cintai meski Mark pernah melakukan kesalahan dan mengecewakannya sekalipun.
Bagi Elvira tak ada yang sempurna di dunia ini, apalagi Mark sudah memberikannya putri yang sangat cantik. Menjadi ibu adalah impian Elvira sedari dulu sebelum menikah dengan Mark Harrold. Saat dirinya di vonis mengidap miom dalam rahimnya.
__ADS_1
.
.