
Mark menatap tajam pada Rosa, wanita di depan nya ini sudah membuat nya tak nyaman. Apalagi dengan pakaian nya yang cukup terbuka.
"Apa maumu Rosa, aku sudah mengatakan nya padamu, jangan pernah menggangguku selain urusan pekerjaan, apa kau bisa mendengar ku Rosa."
Rosa menatap wajah Mark, ia menggigit bibir bawahnya sendiri. Gugup melihat Mark yang marah padanya. Padahal selama ini Mark tak pernah marah atau pun membentak nya.
Elvira aku akan merebut Mark darimu..
"Aku hanya butuh bantuan anda tuan, ibuku meninggal dunia tuan." Ucap Rosa.
Sedangkan Mark terkesiap mendengar nya, benarkah ibu Rosa meninggal dunia. Apa semalam Rosa menelpon nya karna ibunya yang sakit keras dan kritis.
"Maaf aku tak tau,"
"Sayang,.."
Elvira datang mengagetkan Mark dan juga Rosa. Mark tersenyum lebar melihat istrinya datang keperusahaan. Mark tentu menyambut Elvira dan mencium bibir nya sekilas. Elvira melirik ke arah Rosa, tersenyum penuh kemenangan melihat wajah Rosa.
"Rosa, kau kelihatan sangat cantik belakang ini,"
Rosa tersenyum tipis, tangan nya terkepal erat, Elvira pasti mengejeknya, ia tau itu. Rosa hanya menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan dari Elvira.
"Ku pikir kau akhir akhir ini jarang sekali menghubungiku, apa ada masalah,?" Tanya Elvira lagi pada Rosa. Ia melirik ke arah Mark yang diam dan tak menatap Rosa. Masih di liputi oleh amarah dan kecewanya, Elvira bersikap tenang dan seperti biasa.
"Tidak, aku sibuk dengan pekerjaan ku, El." Elvira mengangkat sebelah alisnya.
__ADS_1
"Apa Mark memberimu banyak pekerjaan Rosa, ku pikir dia tak terlalu sibuk di mension. Memangnya kau sibuk apa, apa kau kerja paruh waktu Rosa."
Rosa menggelengkan kepalanya, dan menatap Mark yang tak menoleh ke arah nya sedikit pun. Kecewa dengan sikap Mark yang mengabaikan nya.
"Maaf tuan aku mau kembali lagi ke mejaku."
Elvira beralih menatap wajah suaminya, saat melihat Rosa berbalik, tersenyum pada Mark dan mendudukkan dirinya di pangkuan Mark. Mark sendiri merasa senang melihat istrinya kembali manja lagi padanya. Tangan Mark menyelipkan rambut di telinga Elvira.
"Ada apa sayang,? apa kau sedang merayuku El.,?"
Rosa yang akan menutup pintu menatap ke arah Elvira dan Mark. Giginya gemerutuk menahan emosi melihat kemesraan mereka berdua. Tak lama kemudian Rosa menutup pintu sedikit kencang. Dan itu membuat Elvira semakin senang mempermainkan Rosa.
"Aku ada pemotretan dan tak pulang nanti malam Mark. Apa kau mengijinkannya, jika kau tak mengijinkan nya aku tak akan pergi." Elvira menatap manik mata suaminya.
"Pergilah El, aku mendukungmu, aku tau kau juga lelah jika kau pulang malam nanti. Aku juga banyak pekerjaan seperti nya malam ini."
"Ya baiklah aku akan bersiap dan akan langsung pergi Mark."
Mark masih mengeratkan pelukannya pada pinggang ramping Elvira. Mark menyandarkan dagunya pada bahu Elvira, kemudian berbisik.
"Maaf El aku tak bisa menemanimu malam ini." Ada kecewa di hati Elvira mendengar penuturan Mark. Padahal Mark sudah mengatakan nya tadi, entah kenapa Mark seperti nya ingin mengatakan sesuatu padanya.
"Ya baiklah," Elvira turun dari pangkuan Mark dan melangkah pergi meninggalkan Mark di ruangan nya. Matanya melirik ke arah Rosa yang duduk di kursi sekertaris. Elvira berlalu begitu saja tak menyapa Rosa. Semenjak Rosa dan Mark menghianati nya, Elvira tak ingin menambah beban pikiran nya.
Sedangkan Rosa menoleh menatap punggung ramping Elvira yang menjauh. Ia yakin jika suatu saat ia bisa mendapatkan Mark.
__ADS_1
*
"El, kau aku tak percaya kau begitu bodoh."
Sonia menatap wajah cantik Elvira, ia tak bisa berkata apa-apa mendengar penuturan sahabat nya. Membayar pria bayaran untuk membalas sakit hatinya pada Mark yang berselingkuh darinya.
"Kalian benar benar membuatku pusing El. Kau yakin jika Mark melakukan nya sengaja. Bisa saja dia tak sengaja melakukan nya dengan Rosa, sedangkan kau. Ish aku pusing dengan mu El."
Ucap Rosa menunduk di atas meja, tak lama kemudian Sonia mengangkat kepalanya dan menatap tajam pada Elvira.
"El, apa pria itu pakai pengaman dengan mu.?"
Elvira melototkan matanya mendengar penuturan Sonia. Tak lama Ia menggelengkan kepalanya jika pria itu sama sekali tak memakai pengaman malam itu.
"Tidak mungkin, aku sudah empat tahun dengan Mark dan belum hamil, mana mungkin dengan nya aku langsung hamil jangan sembarang."
Ucap Elvira pada Sonia.
"El bisa saja satu kali langsung jadi El, Jika dia subur dan kau subur dia bisa saja berkembang."
Geram Sonia menatap Elvira yang terlewat bodoh. Kenapa dia punya sahabat yang bodoh seperti Elvira.
"Kau jangan menakutiku, itu tak akan terjadi. Kalaupun aku hamil, itu pasti anak Mark, aku bercinta dengan nya besoknya." Kilah Elvira.
"Kau sungguh bodoh El, bagaimana kau bisa bodoh. Oh ya ampun Elvira, kau akan terkena masalah dengan kebodohan mu nanti. Bagaimana jika kau hamil dan dia yang mengaku, lalu bagaimana dengan Mark, El."
__ADS_1
Elvira acuh, ia yakin tak akan hamil anak pria bayaran nya. Lagi pula ia dan Mark juga masih berhubungan suami istri. Elvira yakin jika ia hamil pasti itu anak Mark bukan anak pria bayaran nya.