
"Sayang.."
Mark menundukkan wajahnya merasa sangat bersalah pada Elvira. Elvira sendiri menggelengkan kepalanya melihat kamarnya yang sedikit longgar. Tak lama Elvira masuk ke dalam kamar mandi. Elvira membiarkan Mark dan tak menjawab sapaan Mark padanya.
Mark sendiri yang melihat Elvira masuk ke dalam kamar mandi mengikutinya dari belakang. Mark yakin jika Elvira marah padanya.
Elvira berjengit kaget saat merasakan kedua tangan Mark memeluknya dari belakang.
"Maafkan aku, aku akan menggantinya besok."
Ucap Mark sembari menyandarkan dagunya di bahu Elvira. Tangannya memeluk tubuh Elvira erat, seolah ia tak ingin kehilangan Elvira lagi.
Cup...
Mark sungguh merindukan masa masa bersama Elvira yang seperti ini. Tapi sepertinya setelah Mark menghianati Elvira, Mark menjadi canggung pada Elvira. Takut jika Elvira akan menolaknya.
Bahkan setelah mereka bercinta pun Mark masih merasa canggung dan minder.
Elvira berbalik menatap wajah Mark, ia tau jika Mark sangat merasa bersalah padanya. Tapi ia tau jika Mark menghancurkan barang miliknya karna dirinya.
"Kau harus menggantinya besok."
Mark tersenyum mendengar penuturan Elvira padanya. Ia menggangguk mengiyakan ucapan Elvira padanya.
Cup..
"Iya aku akan menggantinya sayang, tapi kau harus berjanji padaku El, jangan tinggalkan aku lagi. Maafkan aku yang menghianati mu, aku hanya mencintaimu Elvira."
Ucap Mark merasa bersalah sudah menghancurkan kamarnya. Sedangkan Elvira menatap mata Mark. Elvira tahu jika suaminya menghancurkan kamarnya karena dirinya yang pergi meninggalkannya.
Elvira mencondongkan wajahnya mengecup bibir Mark sekilas lalu melepaskan kembali.
__ADS_1
Mark sendiri yang mendapatkan ciuman dari Elvira menatap mata Elvira.
"Maafkan aku yang sudah meninggalkanmu. Maukah kau mengulang kembali rumah tangga kita dari awal. Kita lupakan semua kejadian masa lalu. Aku ingin hanya ada kau dan anak-anak kita. Maafkan aku yang sudah menghianatimu."
Mendengar penuturan Elvira, Mark menggelengkan kepalanya. Ia justru mencondongkan wajahnya pada Elvira dan mengecup bibir Alvira, membalas ciuman Elvira. Mark tidak menjawab pertanyaan Elvira, tapi Mark menunjukan cintanya pada Elvira. Baginya Elvira dan putrinya adalah suatu anugerah untuk dirinya. Sudah bertahun-tahun ia menantikan hal ini dengan Elvira. Biarkan saja dengan masa lalu Elvira dan dirinya, ia akan menganggap semua yang pernah terjadi dalam rumah tangganya adalah untuk mempererat hubungannya dengan Elvira.
Ciuman Mark tak hanya di bibir tapi Mars juga menyesap leher jenjang Elvira.
Terang saja tubuh Elvira merespon, meski mereka baru bercinta di dalam mobil. Tapi Elvira masih merindukan Mark dan tak lama Elvira mendesah di pelukan Mark.
Ahh..
Mendengar ******* yang keluar dari bibir Elvira tubuh Mart semakin menegang dan merespon. Tangannya membuka pakaian yang dipakai Elvira dan dirinya. Lalu membuangnya ke sembarang arah. Tangan Mark menekan tombol air shower agar mengguyur tubuh mereka berdua.
Sementara Elvira menjambak rambut Mark yang lagi-lagi melabuhkan bibirnya pada salah satu buah kenyal miliknya. Tubuh Elvira juga semakin menegang, sudah hampir satu tahun Elvira dan Mark tak pernah bercinta.
Sedangkan Mark yang melihat respon Elvira, tangan Mark bergerilya kesana kemari, menyentuh titik sensitif Elvira. Terang saja Elvira yang masih merindukan sentuhan di tubuhnya, bibirnya mendesah.
Tanya Mark menatap mata Elvira yang berkabut gairah dadanya naik turun menahan gejolak gairah yang sudah menguasainya. Apalagi melihat miliknya yang sudah berdiri tegak siap menggempur Elvira.
Elvira menganggukkan kepalanya, tanda jika Mark boleh menyentuh tubuhnya. Melihat anggukan kepala Elvira, Mark melancarkan aksinya kembali. Menyentuh titik sensitif Elvira, di mana ia juga sangat menyukainya.
Di bawah air yang mengalir Mark dan Elvira bercinta kembali untuk kedua kalinya setelah sekian lama berpisah. Hingga satu jam lamanya Mark mengakhiri percintaan mereka di dalam kamar mandi.
Mark tersenyum kembali ia sungguh tak menyangka ranjang miliknya akan ditiduri lagi oleh Elvira. Selama ini ia hanya tidur diranjang miliknya seorang diri, tanpa Elvira di sampingnya.
Sungguh Mark merasa sangat bahagia,elvira kembali padanya dan tidur di ranjang miliknya. Tak lama kemudian Mark membawa tubuh Elvira dalam pelukannya. Setelah bercinta di dalam kamar mandi, tubuh mereka benar-benar lelah. Dan tak lama kemudian mereka berdua menjemput mimpi indah bersama orang yang di cintainya.
Sementara di dalam. kamar Callista Helena menghembuskan nafasnya perlahan. Ia menatap wajah cantik putri Elvira dan Mark. Tak lama Helena tersenyum lebar.
"Kau benar benar seperti ibumu."
__ADS_1
Beruntungnya Elvira mau kembali lagi bersama Mark. Jika tidak Helena tak tau bagaimana dengan gadis mungil ini.
"Kau adalah malaikat untuk daddy dan mommy mu sayang. Berkat kau, daddy dan mommy mu kembali bersama."
Cup...
*
Pagi harinya Mark dan Elvira mengantar Helena pulang ke negaranya. Wanita tua itu hanya empat hari menjenguk Mark. Helena bisa pulang dengan hati yang senang saat melihat Elvira dan Mark bersatu kembali.
"Aunty harus sering menjenguk kami."
"Ya sayang,"
Helena menoleh pada Mark, ia mengusap punggung lebar Mark dan mencium pipi keponakannya.
"Berbahagialah sayang, jangan sia siakan mereka lagi. Jaga mereka dengan baik, kau tau Mark banyak yang menginginkan Elvira menjadi miliknya. Satu lagi, sebelum melakukan sesuatu kau harus tau apa akibatnya Mark."
Mark memeluk Helena dan mencium pipi keriput wanita tua di pelukannya. Sungguh Mark sangat bersyukur telah memiliki wanita yang sudah ia anggap ibu. Wanita inilah yang mengatakan padanya jika ia harus merebut Elvira kembali. Wanita itu juga yang memberikan semangat untuknya saat Elvira pergi meninggalkannya.
"Aku akan sangat merindukanmu."
Helena mengelus rambut tebal Mark. Keponakan sekaligus anak bagi Helena.
"Datang lah berkunjung nanti."
Mark dan Elvira mengangguk mengiyakan ucapan Helena. Tak lama Helena melihat pergi meninggalkan mension mewah Mark.
.
.
__ADS_1