
Elvira membuang wajahnya saat mendengar jawaban Sky padanya. Ia tak percaya dengan penuturan Sky padanya. Bagaimana mungkin Sky bisa mengatakan hal seperti itu.
Cup....
"Aku ingin memilikimu seutuhnya El,"
Elvira menatap manik mata Sky yang sangat dekat dengannya. Sungguh ia tak percaya jika malam itu akan membuat pria seperti Ausky Luis mengejarnya.
Sementara di depan pintu, Mark yang lagi lagi melihat kejadian seperti ini membuat tubuhnya mematung melihat pemandangan seperti itu. Jika kemarin dia mendengar sendiri jika Elvira setuju dengan lamaran Sky. Kali ini Mark melihat sendiri bagaimana Elvira dan Sky menyatukan bibir mereka berdua. Kecewa dan sakit yang luar biasa tak bisa Mark ungkapkan.
Mark berbalik dan pergi meninggalkan kamar Elvira. Kenapa juga ia harus datang kemari, bukankah sudah tau jika Elvira dan Sky akan menikah lalu kenapa saat melihat pemandangan seperti itu hati Mark sangat sakit.
Mark mengusap matanya yang basah, menghembuskan nafasnya perlahan jika ia akan mencoba menguatkan hati untuk menerima semua ini.
"Mark Elvira bukan lagi milik mu, lupakan dia."
Meremas setir kemudi mobilnya dan menundukkan wajahnya. Terisak, di dalam mobil miliknya sendiri. Tak lama kemudian Mark menyalakan mobilnya pergi ke perusahaan miliknya. Ia masih belum siap bertemu dengan bayi Elvira. Ia akan menemuinya besok, jika hatinya sudah lebih baik.
*
Sampai di perusahaan miliknya Mark melangkah lebar menuju ruangan miliknya. Banyak karyawannya yang tau jika Mark Harrold sudah menjadi duda. Mark tak perduli dengan isu di luaran sana. Biarkan saja semua orang mengatakan jika dia bodoh telah bercerai dari Elvira. Nyatanya dia memang bodoh, telah bercerai dari Elvira.
"Mark.."
Nada memanggil Mark dari jauh, ia sudah menunggu Mark dari tadi. Akhirnya pria yang di tunggunya datang keperusahaan miliknya. Nada sudah tau jika Mark sudah berpisah dari istrinya, itu sebabnya ia datang kemari menemui Mark.
Mark sendiri yang melihat wanita itu mengeraskan rahangnya. Ia melangkah lebar, mendekati Nada dan menatap tajam ke arah Nada.
"Mark aku sudah lama menunggumu."
Senyum lebar di bibir Nada untuk Mark, pria yang diam diam ia cintai.
"Keluar dari sini." Senyum di bibir Nada hilang saat mendengar Mark mengusirnya.
Tapi Nada tak patah semangat, ia mendekati Mark dan meraih tangan Mark.
Sett...
__ADS_1
"Mark.."
Nada kaget saat Mark mencengkram erat tangannya. Ia tak menyangka jika Mark akan menolaknya lagi, setelah menjadi duda.
"Keluar dari sini." Desis Mark pada wanita di depannya ini.
"Mark aku tau kau sudah bercerai dari istrimu, aku datang_"
"Keluar.."
Bentak Mark emosi, ia sudah lelah dan tak ingin di ganggu. Apalagi dengan wanita di depannya ini. Mark tak ingin siapapun kecuali Elvira, tapi Elvira bukan lagi miliknya.
"Mark, aku datang kemari hanya ingin menghiburmu. Aku tau kau butuh teman saat ini, itu sebabnya aku da_"
Cih..
"Kau pikir aku membutuhkan wanita seperti mu, jangan bermimpi nona. Keluar daru sini sebelum aku menyeret mu keluar."
Nada menatap Mark tak berkedip, ia menubrukan tubuhnya dan menyambar bibir Mark dengan bibirnya.
Brukkk...
"Aw.."
Mark mendekati Nada dan mencengkeram erat dagunya, hingga Nada meringis merasakan panas dagunya karna cengkraman tangan Mark.
"Aku paling tidak suka dengan wanita yang terlalu agresif nona. Apalagi wanita murahan sepertimu, keluar dari sini sekarang juga."
Brukk..
Mark berdiri mengusap jas miliknya.
"Mark aku mencintaimu."
Mark melirik ke arah Nada, tak lama ia tersenyum tipis. Dan pergi meninggalkan Nada. Bagi Mark tak ada wanita yang bisa menggetarkan hatinya selain Elvira. Mark masih mencintai Elvira dan tak akan pernah tergantikan oleh siapapun, apalagi dengan Nada.
*
__ADS_1
Hari berlalu, saat ini Elvira dan bayinya akan pulang ke mension Damian. Sky sudah datang ke rumah sakit untuk menjemput Elvira dan putrinya. Sky tak melewatkan apapun untuk Elvira dan putrinya. Damian sendiri hanya pasrah melihat kegigihan Sky pada putri dan cucunya. Damian berharap Sky tak mengecewakan dirinya dengan menyakiti Elvira.
"Sky aku bisa berjalan sendiri."
Bisik Elvira saat Sky yang menggendongnya berjalan ke parkiran. Ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky.
"Kenapa malu sayang, kupikir kau tak tau ma_ Aw .."
Sky terkekeh saat pinggangnya di cubit oleh Elvira. Kekehan Sky semakin terdengar saat melihat wajah Elvira yang merona, ia mengecup pipi Elvira sekilas. Dan itu membuat pipi Elvira semakin merah.
"Kau lucu El, seperti Callista."
Elvira mencebikkan bibirnya mendengar penuturan Sky. Ia semakin menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky hingga sampai di depan rumah sakit, Calvin sudah menunggu dengan mobil Sky.
"Pagi nona.."
Elvira tersenyum, menyambut sapaan Calvin padanya. Sky tak menggubris Calvin, ia masuk ke dalam mobilnya bersama Elvira yang lebih dulu masuk ke dalam.
"Bukankah pria itu pria yang sama saat kami liburan. Lalu siapa wanita yang bersamanya, aku seperti mengenalnya."
Sonia bergumam sendiri, tak lama ia menggelengkan kepalanya. Tak mungkin wanita yang bersama dengan Luis adalah Elvira. Jika Elvira tidak mungkin dia tak mengatakannya pada mereka jika sudah pulang.
"Ada apa.."
Sonia berjengit kaget mendengar suara Lara di belakangnya.
"Aku seperti melihat Elvira dan pria yang waktu itu keluar dari sini."
Ck...
"Jika El pulang, kita pasti sudah tau."
Sonia juga menganggukan kepalanya, benar kata Lara jika Elvira pulang pasti mereka akan tau.
Sonia mengikuti langkah Lara yang sudah berjalan lebih dahulu ke arah mobilnya. Mereka berdua memang tak tau jika Elvira sudah pulang dan melahirkan.
.
__ADS_1