Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.23 # Bodoh nya Mark


__ADS_3

Setelah puas dengan buah kenyal Elvira, bibir Sky melepaskan pucuk kecoklatan milik Elvira. Ia menatap mata cantik Elvira yang masih terpejam. Mendekat kan wajahnya dengan wajah Elvira dan melabuhkan bibirnya kembali pada bibir Elvira menyesapnya lembut, hingga membuat Elvira semakin mabuk di buatnya.


Tapi tak lama kemudian Sky melepaskan bibirnya. Jempol nya mengusap bibir Elvira yang basah dan sedikit bengkak karna ulahnya.


"Aku akan mendapatkan mu nanti." Paraunya pada Elvira yang masih menutup mata nya. Mendengar suara Sky, Elvira membuka matanya perlahan. Menatap mata Sky yang hitam dan menenggelamkan. Ia pikir pria ini akan memperkosanya di mobil tapi pikiran nya salah. Sky tak melakukan nya padanya. Padahal milik nya sudah mengeras dan Elvira bisa merasakan nya, karna ia menduduki paha pria bayaran nya ini.


"Jika dia milikku, aku akan merebut mu darinya. Aku tak perduli kau mau atau tidak pun, aku akan merebut milik ku."


Tangan Sky tak berhenti mengusap perut Elvira lagi, mengelusnya perlahan seolah jika benihnya benar benar tumbuh di rahim Elvira. Sky yakin jika benihnya tumbuh di rahim Elvira, ia yakin itu.


Elvira diam, ia bingung dan tak tau harus mengatakan apa. Bagaimana jika apa yang pria ini katakan benar adanya. Bagaimana caranya mengetahui jika dia anak Mark atau pria bayaran nya. Ah lagi lagi Elvira mengutuk dirinya yang terlewat bodoh.


"Kau jangan sembarang, aku punya suami." Kilah Elvira menutupi kebodohan nya sendiri. Sky tersenyum mendengar ucapan Elvira. Ia mencondongkan wajah nya pada Elvira dan berbisik.


"Aku yakin jika dia milik ku."


Gluk...


Elvira menelan ludahnya cekat, bagaimana jika itu benar adanya. Tak lama Elvira melengoskan wajah nya. Ia tak boleh terpesona dengan pria bayaran nya ini.


"Antar kan aku ke hotel tempatku menginap dengan teman teman ku, aku lelah." Keluh Elvira pada Sky, seolah dia sudah akrab dengan nya padahal baru saja ia mengumpat pria bayaran nya ini.


"Ya aku akan mengantarmu, diamlah di pangkuan ku jika kau ingin aku mengantar mu nona." Ucap Sky saat menyadari jika Elvira akan turun dari pangkuan nya. Mata Elvira memicingkan menatap wajah Sky.


"Kau pikir aku kecil tuan," Ketusnya.

__ADS_1


"Tidak seberapa," Jawab Sky cepat. Elvira diam ia tak ingin berdebat kembali dengan pria ini. Tubuhnya lelah dan kecewa karna Mark lagi lagi berbohong padanya. Mark menghianati nya lagi, Elvira tak terima semua itu.


'Aku pasti membalas mu mark.'


Elvira menyandarkan kepalanya di dada bidang polos Sky. Kecewa dengan keputusan Mark yang mengecewakan dirinya lagi. Hingga tak terasa ia tertidur di pelukan Sky secepat kilat. Tangan Sky menekan nomor ponsel miliknya memanggil Calvin. Dan tak lama kemudian Calvin masuk kedalam mobil.


"Ke mana tuan,?" Tanya nya saat bokong nya sudah duduk manis di belakang kursi kemudi.


"Tentu saja Hotel, cari hotel terdekat sepertinya dia sangat lelah."


Tangan Sky mengusap kening Elvira, ia tau apa yang ada dalam pikiran wanita ini. Dia pasti tau jika Mark mengecewakan nya lagi. Elvira bukan wanita bodoh, dia tau apa yang di lakukan oleh suaminya.


*


Sedangkan di tempat lain, Mark melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju Mension mewah nya. Setelah percakapan nya dengan paman dan bibi Rosa, Mark pulang lewat tengah malam. Ia menyesal tak mengantar Elvira pergi malam hari ini. Ia justru makan malam dengan Rosa dan mengantarkan wanita itu pulang ke rumahnya.


Mark memukul stir kemudi mobil nya saat ia sudah sampai di mension mewah nya. Matanya melirik ke arah jarum jam di tangan nya. Satu dini hari, ia yakin jika Elvira pun sudah tidur.


"Apa Elvira lupa hingga tak menelpon ku. Apa dia langsung tidur saat selesai pemotretan."


Tangan nya memutar ponsel di tangan nya. Tak lama ia menggelengkan kepalanya. Semoga saja Elvira belum tidur dan mengangkat telponya.


Sementara Sonia dan Caca, bingung saat melihat ponsel Elvira berdering dan itu dari Mark.


"Bagaimana ini aku bingung,?" Keluh Sonia pada Caca. Mereka berdua bingung mencari keberadaan Elvira yang entah pergi kemana. Tak mungkin Elvira akan hilang, jika hilang pun pasti Damian akan langsung mencarinya. Tapi yang mereka takutkan Elvira di culik dan di perkosa lalu di bunuh bagaimana.

__ADS_1


"Aku bisa gila Ca," Caca juga sama tak kalah resah. Hingga beberapa kali ponsel Elvira berdering Sonia dan Caca membiarkan begitu saja. Tapi tak lama kemudian ponsel Sonia lah yang berdering hingga membuat mereka terlonjak kaget.


"Nona, angkat saja, dan bilang jika nona Elvira sudah tidur sejak tadi.!"


Sonia menatap wajah, Caca dan di angguki oleh Caca. Ia mengambil ponsel dan menekan tombol hijau lalu melospeaker ponselnya.


"Iya Mark halo.."


"Sonia, apa El baik baik saja, dia sama sekali tak menelpon ku. Apa sekarang dia sudah tidur.?” Terdengar nada khawatir Mark di telinga Caca dan Sonia. "Iya, El sudah tidur dari tadi, aku tak tega membangunkan Mark."


"Oh baiklah, kalau begitu jangan di bangunkan dia. Aku tau dia pasti lelah, ya sudah jaga El baik baik."


Tut.. Tut...


"Aku bisa gila, dimana El sekarang. Bagaimana jika dia tak kembali besok pagi. Apa dia sedang bersenang senang dengan pria lain di luar sana." Caca mengerutkan keningnya mendengar penuturan sahabat nona mudanya.


"Nona bicara apa,?" Sonia melirik ke arah Caca, hampir saja ia mengatakan jika Elvira pernah berbuat gila dan mungkin saja malam ini pun ia melakukan hal yang sama.


"Dia benar benar membuat kita susah, aku menyesal menemaninya."


Sonia membaringkan tubuhnya yang lelah dan mengantuk. Biarkan saja Elvira ada di mana, ia tak mau ambil pusing dengan nya. Lebih baik ia tidur, pusing lama lama memikirkan otak sahabatnya yang bodoh.


Caca yang melihat Sonia mendesah lirih. Ia masih memikirkan bagaimana dengan Elvira yang pergi tanpa membawa apa apa, hanya pakaian seksi yang menempel di tubuh nonanya itu. Jika bukan di perkosa, tak mungkin dia di rampok, Elvira tak membawa apapun.


Caca menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruk nya pada Elvira. Ia ikut membaringkan tubuhnya tak jauh dari Sonia.

__ADS_1


.


.


__ADS_2