Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.35 # Bohong lagi


__ADS_3

Elvira berjalan menuju kamar mandi dan mengambil kemeja Mark yang basah. Bibirnya mengutuk pria bayaran nya. Bagaimana jika Mark bertanya padanya kenapa kemejanya bisa basah. Memakai nya kembali dan keluar dari kamar mandi dengan kemeja Mark yang basah menempel di tubuh moleknya.


"Apa yang kau lakukan kau bisa masuk angin jika kau memakainya.?"


Elvira menatap tajam pada Sky, berjalan mendekati pintu kamar, tapi lagi lagi tangan Sky mencegahnya.


Sky melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Elvira. Menghembuskan nafasnya perlahan, jika Elvira tetap akan pergi dengan pakaian basah.


"Lepaskan tanganmu brengsek, kau sudah mendapatkan apa yang kau mau. Milik mu sudah bangun, jadi lepaskan aku, Mark akan mencariku."


Sky menghembuskan nafasnya perlahan mendengar penuturan Elvira. Tak lama kemudian ia berbisik di telinga Elvira lalu mengecup tengkuk Elvira.


"Jika kau tak hamil, aku akan menanam nya lagi padamu nanti."


Elvira menyikut perut Sky dan keluar dari kamar lalu berjalan ke arah kamar nya. Bibirnya mengumpat pria bayaran nya yang membuatnya susah dan murahan.


"Pria brengsek, sialan, aku akan membalasmu heh, kau pikir aku wanita murahan, tubuhku sangat mahal untuk kau sentuh dan nikmati. Enak saja, dia ingin menanamnya lagi, dia pikir aku mau menampungnya heh, sial."


Sedangkan Sky yang melihat pintu tertutup menyugar rambutnya kebelakang. Dadanya masih bergemuruh menahan emosi dan cemburu. Wanita itu benar benar membuatnya gila. Cemburu melihat tanda merah di tubuh Elvira.


"Apa aku harus merebutnya dari Mark Harrold." Gumamnya lirih, tak lama kemudian ia menendang meja. "Damn it."


Sky membanting tubuh nya di ranjang kecil tapi mewah. Masih membayangkan bagaimana cara nya merebut Elvira dari Mark Harrold. Ia seperti tak rela membiarkan wanita itu bersama Mark. Setiap hari bercinta dengan Mark Harrold, bergerak naik turun di atas tubuh polos Mark.


"Brengsek..

__ADS_1


Kenapa mereka selalu bercinta terus menerus. Apa mereka memang tak bisa, jika tak bercinta sebulan saja. Bagaimana jika benih yang kutanam tumbuh. Mereka berdua benar-benar membuatku gila. Wanita itu memang harus di beri pelajaran, sialan."


Sky tak berhenti mengumpat Elvira dan Mark, ia tak terima jika mereka berdua selalu bercinta.


Sementara di kamar sebelah, Elvira menatap Mark yang tertidur pulas. Melepaskan kemeja Mark dan menyimpannya di kamar mandi. Mengambil pakaian milik nya lalu berjalan ke arah ranjang, mendudukkan tubuh nya di samping Mark.


Elvira mengerutkan keningnya saat melihat ponsel Mark menyala.


Elvira menoleh ke arah Mark dan menoleh lagi ke arah ponsel Mark.


"Mark ada pesan untuk mu."


"Biarkan saja sayang, tidak terlalu penting, abaikan saja."


Mark melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Elvira. Memejamkan matanya menikmati aroma tubuh Elvira yang membuat nya candu dan tergila gila.


Mendapatkan pelukan dari Mark, Elvira memejamkan matanya. Mencoba meresapi bagaimana hati nya pada Mark. Ia yakin jika ia masih mencintai Mark Harrold. Ia akan menganggap penghianatan Mark sudah impas dengan perbuatan gilanya.


"Rosa, aku tak akan membiarkan kau merebut Mark dariku. Aku bisa menumbuhkan rasa cinta ku lagi pada Mark seperti dulu lagi. Aku masih tetap mencintai Mark, ya aku masih mencintai Mark Harrold. Tidak ada pria lain selain Mark, jangan kecewakan aku lagi Mark." Lirih Elvira dalam hati.


Ia tak ingin pernikahan nya dengan Mark berakhir begitu saja. Rasa kecewanya terhadap Mark memang besar, tapi ia tak ingin rumah tangga nya yang sudah terjalin empat tahun harus kandas begitu saja. Apalagi hanya karna wanita yang bernama Rosalinda.


Satu jam kemudian Mark membuka matanya, ia menoleh ke arah Elvira. Tangan nya mencari keberadaan ponsel miliknya. Ia membuka pesan singkat dari Rosa, dada Mark semakin bergemuruh membaca pesan dari Rosa. Untuk apa wanita sialan itu selalu menghubungi nya.


Mark melepaskan pelukan Elvira di pinggang nya. Ia bangun perlahan dan mengambil celana pendek milik nya, mamakai nya lalu berjalan ke arah jendela. Menelpon Rosa yang membuatnya geram dan emosi. Bagaimana jika Elvira bertanya padanya.

__ADS_1


"Ada apa kau menelpon ku Rosa, ingat Rosa, aku tak ada hubungannya lagi dengan mu. Aku sudah membantumu melunasi hutang pengobatan ibumu. Berhentilah mengganggu ku, brengsek."


"Tapi tuan."


Tut..Tut...


Mark mengumpat dan berbalik, matanya melotot melihat Elvira sudah berdiri di depannya dan menatap nya.


"Sayang.."


"Apa yang kau sembunyikan Mark." Mark menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Elvira padanya. Dadanya berdetak lebih kencang, melihat tatapan tajam Elvira padanya. "Tidak ada sayang, ini hanya masalah pekerjaan," Kilah Mark dan kembali menutup jendela. Masih tak berani menatap wajah cantik Elvira yang menatapnya datar.


"Ingat Mark, aku tak pernah bisa menerima penghianatan. Kau tau aku juga bisa membalasmu Mark." Ucap Elvira tanpa mengalihkan pandangannya pada Mark.


"El.." Seru Mark tak terima jika Elvira berkata seperti itu. Mark tau Elvira bisa melakukan apa saja, itu sebabnya ia tak ingin Elvira berbuat gila seperti dirinya.


"Satu kali berbohong, kau akan berbohong padaku terus Mark."


Deg....


Mark mematung mendengar suara datar Elvira padanya. Apa Elvira tau apa yang selama ini ia sembunyikan darinya.


.


.

__ADS_1


__ADS_2