
Wajah Sky mendekat ke arah Elvira, ia tak perduli dengan wanita yang di sampingnya ini. Apalagi dengan banyaknya pasang mata yang menatap ke arah nya.
"Aku akan mendapatkan mu,"
Ucapnya lirih dan berbisik di telinga Elvira. Caca yang melihat nya semakin bertambah bingung, ada apa ini.? Sedangkan Elvira memejamkan matanya, pasti mereka menatapnya aneh dan bertanya tanya.
Tak lama Sky berbalik dan keluar dari dalam studio. Membiarkan mereka bertanya tanya tentang dirinya dan Elvira. Sky tak perduli, tanggapan mereka. Ia yakin bisa merebut Elvira menjadi miliknya dari tangan Mark Harrold.
Elvira menatap punggung lebar Sky yang menjauh darinya. Seketika ia menyesal telah datang ke studio. Ini benar benar tak menyelesaikan masalah dan mendinginkan kepalanya, tapi justru memberikannya masalah baru untuk nya. Bagaimana jika Mark tau siapa pria yang tidur dengan nya di hotel waktu itu. Apalagi pria itu pernah berpose sangat intim dengannya.
Caca dan semua anggota kru yang berdiri tak jauh dari Elvira tak ada yang berani bertanya pada Elvira. Menurut mereka itu bukan urusan mereka, tapi tetap saja banyak yang penasaran dan ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Elvira sering tak datang saat pemotretan nya dan kali ini dia datang tak bersama Mark. Bukan hanya kali ini, mereka sudah jarang melihat Mark mengantar Elvira saat pemotretan.
*
Mark mengurung dirinya di kamar milik nya. Masih belum keluar dari kamar. Pelayan mension juga tak berani mengganggu ataupun memanggil tuan mereka. Mereka semua tau semalam tuannya mengamuk di kamar nya. Mereka yakin jika kamar tuannya saat ini seperti kapal pecah.
"El jangan seperti ini, aku mencintaimu El, aku tak akan pernah melakukan kesalahan lagi."
Mark berdiri dan keluar dari kamar milik nya, ia yakin jika Elvira saat ini sedang pemotretan. Elvira bukan tipe wanita yang akan mengurung dirinya di kamar dan berlarut larut dalam kesedihan. Mark sudah tau Elvira.
Berlari menuruni anak tangga dan keluar dari mension, masuk kedalam mobil dan mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi.
Sampai di studio milik nya, Mark turun dari mobilnya dan berjalan lebar masuk kedalam, mencari keberadaan Elvira istrinya. Tapi mata tajam nya menyipit saat tak sengaja melihat pria yang di kenalnya keluar dari dalam studio miliknya.
"Ausky Luis, untuk apa dia datang kemari. Aku tak pernah berjanji dengan nya, apalagi membahas kerja sama. Siapa yang dia temui disini.?"
Mark bergumam sendiri dan melangkah lebar masuk ke dalam. Ia tak ingin menyapa pria yang akan menjadi rekan bisnisnya. Pikirannya masih tertuju pada Elvira, memikirkan rumah tangga nya dengan wanita yang di cintai nya. Mark tak ingin Elvira pergi dari hidup nya. Itu sebabnya ia membiarkan Sky pergi begitu saja tanpa menyapanya.
__ADS_1
Mark berjalan lebar mendekati Elvira saat mata tajamnya melihat wanita cantik yang menjadi istri nya. Tak perduli dengan sapaan Gavin padanya, Mark mendekati Elvira dan memeluknya dari belakang.
Mendapatkan pelukan tangan besar Elvira berjengit kaget. Dadanya berdetak lebih kencang, ia pikir pria itu yang memeluknya, ternyata Mark yang memeluknya dari belakang. Tercium aroma parfum yang Mark pakai dan itu hadiah darinya.
"Aku merindukanmu El, maafkan aku El."
Mark menyandarkan dagunya di pundak Elvira dan menghirup aroma tubuh istrinya yang membuatnya candu. Sedangkan Elvira sendiri memejamkan matanya. Baru saja pria itu datang kemari dan mengacaukan pikiran nya, sekarang Mark, suaminya datang padanya dan meminta maaf padanya.
Caca pergi meninggalkan Elvira dan berjalan menghampiri Gavin. Ia tak ingin menjadi nyamuk di samping pasangan satu itu. Gavin yang melihat wajah Caca tersenyum simpul. Wanita cupu yang menjadi asisten Elvira itu semakin hari semakin modis seperti Elvira. Mungkin karna Elvira yang mengajarinya agar berdandan seperti nya.
Elvira melepaskan tangan Mark dari perutnya dan berbalik menatap wajah Mark. Terlihat jika Mark tak tidur dan pakaiannya juga sama seperti yang kemarin.
"Ada apa Mark.?" Nada dingin masih di tunjukkan dari Elvira. Matanya masih menyimpan kecewa yang begitu besar terhadap suaminya. Untuk apa Mark datang kemari dan menemuinya.
"El.."
*
"Apa yang kau temukan.?"
Tanya Damian yang duduk di kursi kerjanya, menatap tajam pria yang bekerja untuk nya. Semenjak Elvira datang ke mension tanpa Mark, ia yakin jika Mark telah melakukan kesalahan dan menyakiti hati putrinya. Mana mungkin ia akan diam saja. Elvira putri satu satunya, dan dia tak terima jika ada seseorang yang berani menyakitinya, termasuk Mark Harrold.
"Tuan Mark dan sekertaris nya nona Rosa, mereka berdua_"
Prang.... Prang...
"Brengsek.."
__ADS_1
Damian berang saat mendengar Mark berani menghianati putrinya. Ia tau apa yang akan di katakan oleh orang nya. Sedangkan pria yang berdiri tak jauh dari Damian, menundukkan wajahnya. Tubuhnya gemetar ketakutan saat melihat mata merah Damian yang menyorot tajam ke depan. Apalagi barang mewah di depannya, hancur berantakan tak tersisa.
"Mark Harrold aku akan membunuhmu brengsek."
Dari luar Raline mengusap dadanya dan menangis. Ia tak percaya jika Rosa berhianat dari Elvira. Tak percaya jika wanita yang terlihat diam itu ternyata sudah menghancurkan rumah tangga putrinya. Pantas saja pagi tadi Rosa menanyakan Mark, ternyata mereka menghianati putrinya.
Brakk...
Raline berjengit saat mendengar pintu yang di tendang oleh Damian. Ia menatap wajah suaminya yang memerah menahan amarahnya.
"Apa kau sudah tau Raline.?" Bentak nya pada istrinya.
Raline menggelangkan kepalanya mendengar suara bentakan Damian. "Jangan berbohong padaku Raline, sampai kapanpun aku tak akan pernah membiarkan putri ku di sakiti oleh pria bajingan seperti Mark." Damian melangkah lebar meninggalkan Raline.
"Mark apa yang kau lakukan pada putri ku.?"
Raline bergumam lirih, ia yakin jika Damian akan mencari Mark. Bagaimana jika Damian membunuh Mark.? Raline menggelangkan kepalanya dan berlari menuju kamarnya. Jangan sampai Damian bertindak gila dan membunuh Mark.
Sampai di kamar nya Raline mengambil ponsel dan menghubungi Elvira. Ponsel Elvira tak aktif, dimana putrinya saat ini.
"El dimana kamu sayang, ayo angkat ponsel mu El, daddy mu sedang marah Elvira. Oh ya ampun kemana saja Elvira dan Caca, apa yang mereka lakukan."
Raline tak patah arang, ia menghubungi ponsel Mark, terhubung tapi Mark tak mengangkat ponselnya. Bukan ingin membela Mark tapi Raline tak ingin menyesal di kemudian hari jika Damian membunuh Mark Harrold.
.
.
__ADS_1