Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.13 # Saling menguntungkan


__ADS_3

Malam harinya....


Sky yang datang bersama dengan tangan kanan nya memasuki casino terbesar di kota Berlin. Sky melangkah mendekati meja VIP di mana pria berkepala plontos itu menunggu nya. Tentu saja bersama putrinya dan duduk bersamanya.


Selin tersenyum lebar melihat kedatangan pria yang dulu mencumbunya. Melihat wajah tampan Sky seketika Selin membayangkan saat mereka bercumbu di kamar Club waktu itu.


"Tuan Luis, akhirnya anda datang kembali, ayo silahkan duduk."


Jordan bersuara saat melihat Sky semakin mendekatinya. Ia melirik ke arah putri nya, dan di angguki oleh Selin.


Sky hanya melirik sekilas pada wanita yang duduk di sampingnya. Ia sama sekali tak berminat melihat wajah cantik wanita yang pernah bercumbu dengan nya waktu itu.


"Tuan, bagaimana dengan tawaran saya. Tuan belum pernah mencobanya, putri saya tak akan mengecewakan anda tuan percayalah. Tolong bantu saya, saya janji jika anda menginginkan putri saya kapanpun saya akan mengabulkannya tuan."


Hiba Jordan pada Sky, pria berkepala plontos itu sudah tak tau lagi harus apa dan bagaimana caranya merayu tuan Luis agar membantunya.


Sky tersenyum tipis, ia melirik ke arah wanita cantik di samping nya. Menghela nafas nya perlahan, gara gara wanita yang membayar nya milik nya selalu saja berkedut dan minta di puaskan. Sial....


"Baiklah, berikan berkasnya."


Jordan tersenyum lebar mendengar nya, ia lalu mengeluarkan map biru yang ada di dalam tasnya. Sky membuka dan melihat kertas putih itu. Tersenyum miring, karna uang yang tak seberapa, bagi sky, pria ini menyerahkan putrinya untuk ia tiduri.

__ADS_1


"Putri mu malam ini milik ku, tapi awas jika kau membohongi ku. Bukan hanya mencabut saham milik ku, tapi aku akan membuat perhitungan dengan mu."


Sky menatap datar pada Jordan yang duduk di depan nya. Jordan tersenyum lebar, ia menatap wajah putrinya yang menunduk.


"Anda tak perlu khawatir tuan, saya bisa menjaminnya."


Jordan mengambil berkas di atas meja yang sudah di bubuhi tanda tangan Sky, memasukkan kembali ke dalam tas besarnya.


"Calvin yang akan mengurus sisa nya."


Seolah tau apa yang di pikirkan oleh Jordan Sky lebih dulu mengatakan nya. Jordan mengangguk mengiyakan, tak lama ia berdiri dan membungkuk pada Sky.


"Terima kasih tuan Sky, selamat bersenang-senang."


"Apa kau hanya akan berdiam diri seperti itu nona.?"


Tatapan tajam Sky melihat wanita cantik itu diam di tempat duduknya. Selin tersentak kaget, ia mendongak menatap wajah tampan Luis yang sangat dekat dengan nya.


Dengan malu-malu Selin mendekatkan bibirnya pada bibir Sky. ******* bibir tebal Sky yang sedari tadi menggoda nya. Selin tak lagi canggung, ia sudah belajar dari Sky dulu, jadi ia tak lagi malu dan sungkan menunjukkan pada Sky jika ia sudah pintar dalam mencumbu nya.


Tubuh Sky merespon nya, milik nya perlahan bangun dan mengeras di balik celananya. Mendapatkan elusan tangan lentik dari wanita yang duduk di samping nya.

__ADS_1


Uh...


Sky mengerang di sela sela ciuman panasnya, bibir nya membalas tak kalah rakus pada wanita yang sudah membuat milik nya bangkit dan meminta lebih.


Ah...


Selin mengerang saat bibir Sky turun ke leher jenjangnya, mengesap nya hingga meninggal jejak merah yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.


Tangan Sky mulai merayap membuka dress mini yang di pakai wanita cantik di depannya ini. Sky menggelengkan kepalanya mengusir pikiran bodohnya saat mengingat jika wanita di depan nya ini adalah wanita yang membayar nya. Jelas saja beda, milik wanita itu lebih besar dan pucuk gunung kembarnya juga sangat pas dan sedikit panjang hingga saat ia menyesapnya akan terasa lebih enak.. Sedangkan wanita di depannya ini, pucuk kecoklatan itu masih kecil dan pendek.


Lagi lagi Sky menggelengkan kepalanya mengusir bayang bayang wanita yang membuat konsentrasi nya buyar. Padahal jelas jelas wanita di depannya ini lebih berkualitas tinggi di banding dengan wanita yang membayarnya. Wanita itu jelas jelas sudah di jamah banyak pria sedangkan wanita di depannya ini masih bersegel.


"Tuan..."


Sky terkesiap, ia mengangkat tangan nya pada dua buah yang menonjol di depannya dan meremasnya.


Selin menggelinjang mendapatkan remasan tangan besar Sky.


"Apa seperti ini yang kau inginkan nona, kalau begitu puaskan aku."


Selin mengangguk mengiyakan ucapan Sky. Tangan nya membuka ikat pinggang Sky dan mengeluarkan isi dalamnya. Selin shock melihat benda tumpul dan panjang itu keluar dari persembunyiannya.

__ADS_1


"Kau akan mendapatkan yang terbaik malam ini nona."


*


__ADS_2