
Tak..Tak... Tak...
Mark melangkah lebar masuk ke dalam perusahaan. Banyak karyawan yang menatap Mark heran. Mereka tak pernah melihat secara langsung dan jarang sekali melihat CEO perusahaan agensi terbesar di kota ini. Mereka hanya bisa melihat wajah tampan Mark di layar televisi saja. Mark Harrold, pria tinggi besar tak jauh dari Ausky Luis itu juga tak kalah di gandrungi para wanita cantik di luar sana. Banyak model dan artis yang melabuhkan hatinya pada Mark. Tapi sayangnya Mark Harrold hanya mencintai Elvira seorang.
Entah kesialan apa yang Mark lakukan saat bercinta dengan Rosa waktu itu. Yang jelas Mark hanya terbawa nafsu birahinya. Bukan karna cinta pada wanita yang menjadi sekertarisnya itu.
Brakk...
Mark menendang pintu ruang pribadi CEO milik Sky. Mark baru tau jika Ausky Luis yang sudah mengambil alih perusahaan Jordan
Sky tersenyum tipis saat melihat kedatangan Mark Harrold. Ia sudah tau jika Mark datang keperusahaan miliknya. Sky bangkit dan menyambut Mark tersenyum lebar.
"Selamat pagi tuan Mark Harrold."
Wajah Mark mengeras mendengar ucapan selamat pagi dari Sky. Mark mendekati Sky dan melayangkan tinjunya pada wajah Sky.
Bug...
Cih...
Sky berdecih dan membalas Mark dengan memukulnya lebih keras lagi.
Bug...
Mark mengusap bibirnya dan membuang ludahnya. Saling menatap tajam satu sama lainnya. Seolah tatapan keduanya akan membakar siapa saja yang lewat didepannya.
"Katakan padaku, apa kau sudah lama mengenal istriku.?" Tanya Mark menggebu dan dadanya naik turun. "Jangan lupa tuan, dia bukan istri mu saat ini, kau sudah bercerai dengannya." Jawab Sky cepat.
"Brengsek..."
Bug... Tak... Bug...
Brakk.. Prang....
__ADS_1
Calvin yang berdiri di luar pintu sama sekali tak ingin masuk dan memisahkan mereka berdua. Calvin tak ingin membela tuannya yang salah dan Calvin juga tak ingin kepalanya melayang begitu saja jika menolong Mark Harrold.
"Aku pusing,"
Mark dan Sky sama sama terhuyung saat menendang tubuh lawan masing-masing.
"Aku belum bercerai dari Elvira, jauhi istriku." Ucap Mark penuh permusuhan. Sky tersenyum lebar, ia mengusap wajahnya yang terasa kebas saat terkena pukulan Mark. "Elvira akan segera bercerai darimu tuan, dan aku yang akan memilikinya." Jawab Sky.
"Dan aku tak akan pernah menceraikan Elvira, brengsek. Elvira milikku dan akan tetap seperti itu sampai kapanpun." Teriak Mark menggema di seluruh ruangan. Nafasnya naik turun menahan emosi.
"Kau lupa, jika kau sudah menghianati Elvira." Menatap sinis ke arah Mark yang menatap penuh tanda tanya padanya.
Deg...
Mark menatap wajah Sky, pikirannya melayang dari mana Sky tau jika ia sudah menghianati Elvira, tak mungkin Elvira mengatakannya pada orang lain. Mark tau siapa Elvira, dan sepertinya itu tak mungkin.
Tak lama Mark tersenyum sinis, kenapa ia bodoh, jelas saja Sky tau saat dia mengincar mangsanya, dia akan mencari kelemahan lawannya.
"Aku tak perlu mengatakannya padamu, perlu kau ingat, jauhi istriku dia milikku dan aku tak akan pernah menceraikan Elvira."
Tak lama Calvin masuk ke dalam ruangan CEO. Menghembuskan nafasnya perlahan saat melihat ruangan yang sangat berantakan.
Calvin merogoh saku celananya menghubungi OB.
"Tuan membutuhkan sesuatu.?"
Sky tak menjawab pertanyaan Calvin, memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya ke belakang. Calvin menggelangkan kepalanya, ia mencari kotak obat di dalam ruangan CEO dan mengobati luka Sky.
*
"Apa kau sudah melakukan semua yang ku perintahkan.?" Tanya Damian pada orang kepercayaannya. Melihat wajah pucat Elvira tadi benar benar membuat ia berang dengan wanita itu.
"Sudah tuan, wanita itu sekarang sudah di pecat dari pekerjaannya saat ini. Dan saya pastikan jika wanita itu tak akan mendapatkan pekerjaan dimana pun juga tuan." Jawab seorang pria di seberang telpon.
__ADS_1
"Bagus, jangan sampai aku bertemu lagi dengannya. Aku bisa mencekik lehernya, jauhkan dia dari keluarga ku, apalagi dengan putriku. Awas saja jika dia menemui putriku. Aku tak sudi melihat benalu di keluarga ku." Desis Damian lagi.
Click...
Damian menutup sambungan telepon selulernya. Tangannya terkepal erat dan nafasnya memburu menahan emosi pada wanita sialan yang merusak rumah tangga putri tercintanya. Padahal Rosa sudah di anggap sebagai putri oleh istrinya. Meski ia sendiri tak terlalu suka dengan Rosa. Ternyata apa yang ia pikirkan benar, jika Rosa wanita yang akan menggerogoti keluarganya.
"Wanita sialan,"
Berulang kali Damian mengumpat Rosa, ia tak akan membiarkan wanita itu hidup tenang dan bahagia, itu adalah janji Damian yang sudah mengusik kebahagiaan putrinya.
"Aku akan membuatmu hancur, sudah mengusik putriku wanita sialan."
Raline yang tak sengaja menguping pembicaraan suaminya dan orang di sebrang telpon hanya menghembuskan nafasnya perlahan. Tak lama kemudian ia masuk ke dalam, membawa satu cangkir teh di tangannya.
Melihat istrinya menghampirinya, Damian menatap tajam pada Raline.
"Kau lihat wanita itu sudah menghancurkan hidup putrimu. Aku tak akan pernah membiarkan wanita sialan itu hidup tenang Raline."
"Maaf aku tak tau jika Rosa ingin menghancurkan rumah tangga Elvira."
"Aku tak percaya dengan mu yang selalu menyambut kedatangannya di mension dan selalu memberikannya uang padanya Raline. Kau lihat apa yang dia lakukan di belakang kita. Dia merusak kebahagiaan putri kita sendiri. Ingatkan dia jika bertemu denganku, aku akan mencekik lehernya, wanita sialan."
Raline menatap wajah suaminya bersalah, ia tak percaya jika Rosa akan menjadi benalu dalam keluarganya. Apalagi merusak kebahagiaan putri semata wayangnya. Andai ia tau maksud dan tujuan Rosa dia juga tak akan bersikap baik padanya.
.
Holla Mak tinggalkan jejak komentar dan like.
Terus sawerannya juga otor mau dung🥺 sepi kek kuburan gak semangat dung update nya Mak ðŸ˜
Apa ada yang belum baca novel Mak yang lain.
yuk ramaikan,
__ADS_1
1: My CEO Love
2: Hati AZZOYA