
Di dalam apartemen mewahnya Sky mendudukkan dirinya di sofa ruang kerja miliknya. Setelah pulang dari casino Sky termenung di ruang kerjanya seorang diri.
Sky berjalan dan pergi meninggalkan apartemen miliknya. Calvin yang melihat tuannya keluar dari apartemen menggelengkan kepalanya. Calvin tau tuan Sky akan pergi kemana, kemana lagi jika bukan ke mension Damian.
"Tuan benar benar gila."
*
Sampai di mension mewah Damian, seperti biasanya Sky akan menyelinap masuk kedalam dan naik ke kamar Elvira.
Clekk...
Sky menoleh dan masuk ke dalam kamar Elvira, dimana Elvira tidur di balik selimut tebalnya. Sky melepaskan sepatu miliknya dan masuk ke dalam selimut memeluk tubuh molek Elvira. Wanita yang sudah membuatnya tergila-gila saat bercinta dengannya di kamar hotel.
Elvira sendiri yang lelah menangis dan lelah pikiran tak tau jika Sky datang ke kamar miliknya dan tidur bersamanya.
"El aku akan mendapatkan mu, apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan mu Elvira."
Sky memejamkan matanya tidur menyusul Elvira ke dalam mimpi.
Pagi harinya...
Elvira mengerutkan keningnya saat hidungnya mengendus aroma parfum pria di kamarnya, dan ini bukan parfum Mark. Itu artinya pria itu datang lagi ke kamarnya semalam.
Elvira menoleh ke sembarang arah, ia juga menyingkap selimut dan turun dari ranjang. Mencari keberadaan Sky di kamar mandi dan walk in closed. Tapi tak ada siapapun di kamarnya, tapi Elvira yakin jika ini bau parfum pria, apalagi parfum itu juga menempel di tubuhnya dan bercampur dengan alkohol.
"Aku tak mungkin salah mengenali parfum Mark dengan yang aku cium sekarang. Tapi dimana pria brengsek itu, dia selalu menggangguku dan menyusahkanku."
Pantas saja semalam ia tidur nyenyak, rupanya ia ada di pelukan seseorang dan itu adalah Ausky Luis, pria yang tak berhenti mengusik dan mengganggunya.
Elvira berjalan menuju jendela kamarnya, mendesah lirih saat melihat jendela kamarnya yang tak terkunci.
__ADS_1
"Bagaimana pria itu selalu bisa masuk ke dalam kamarku."
Elvira pergi ke kamar mandi dan mengguyur tubuhnya. Tak ingin berlarut larut dalam pikirannya yang memikirkan bagaimana nasib pernikahan nya dengan Mark. Dan nyatanya surat cerai sudah ada di tangan Mark Harrold. Ia yakin jika Mark adalah jodohnya kembali mereka akan bersatu lagi seperti dulu. Tapi jika tidak Elvira yakin Mark juga akan memaafkannya.
Elvira keluar dari kamar miliknya dan mencari keberadaan kedua orang tuanya.
"Mom, dad, El mau bertemu Sonia dan teman teman. Apa El bisa ke perusahaan siang hari."
Damian mengangguk mengiyakan ucapan putrinya. Ia tak bisa mengekang kebebasan putri semata wayangnya. Dari dulu Damian tak tega menolak permintaan putri satu-satunya. Itu sebabnya Damian membebaskan Elvira kemana saja. Dan Mark Harrold sudah menghianati putri dengan wanita lain. Mana mungkin Damian membiarkan Mark menyakiti hati putrinya.
Elvira tersenyum dan mendekati keduanya, mencium pipi mereka dan pergi meninggalkan keduanya.
*
."Apa..."
Elvira menutup telinganya yang berdengung mendengar suara ketiga sahabatnya ini. Elvira baru saja mengatakan pada mereka jika ia sudah bercerai dari Mark.
"El kamu bohong kan, jangan aneh aneh, aku gak percaya. Gak lucu El, kebiasaan buruk kamu El selalu aja bikin kami shock."
"El makan Lo banyak, ntar gendut kamu sayang."
Kania dan Lara cekikikan melihat Elvira yang seperti kelaparan.
"Aku sudah resign dari model."
"Apa..."
Lagi lagi Elvira menutup ke-dua telinganya. Melototkan matanya pada mereka bertiga. Jika tadi Sonia tak ikut berteriak kali ini sahabat satunya itu ikut berteriak keras.
"Diamlah aku bisa tuli kalian berteriak padaku."
__ADS_1
Mereka masih diam dan tak percaya dengan penuturan Elvira. Kania mengambil ponselnya dan menghubungi Caca.
"Hallo Ca, apa kamu masih bekerja dengan Elvira."
Elvira memutar bola matanya jengah saat Kania tak percaya dengan ucapannya. Tak lama kemudian Kania menutup sambungan teleponnya dan menatap Elvira penuh tanda tanya.
"Daddy yang melarang ku, kalian pasti tau kenapa daddy melarang."
Mereka bertiga menghembuskan nafasnya bersama sama. Mendengar penuturan Elvira membuat ketiganya shock dan tak habis pikir. Tapi mereka tau kenapa Damian melarang Elvira menjadi model, tentu karna sebagian besar agensi adalah milik Mark Harrold. Adapun yang tidak hanya sebagian kecil saja.
"Apa ini salah satunya Lo balas dendam El, makan berasa kayak orang hutan rakus banget. Berasa kek orang hamil tau gak."
Deg....
Jantung Elvira serasa berhenti mendengar celetukan Lara. Hamil,....
Elvira menggelengkan kepalanya mendengar kata hamil dari mulut Lara. Tangannya meraba perutnya yang rata. Benarkah ia hamil, ah tidak mungkin ia hamil di situasi seperti sekarang. Lagi pula belum ada sebulan mana mungkin ia hamil.
Sedangkan Sonia yang melihat wajah pucat Elvira mendesah lirih. Ia juga berpikiran sama seperti Elvira. Jelas saja Sonia berpikiran aneh pada Elvira. Bingung dan bertanya-tanya siapa kira kira bibit unggul yang tertanam jika Elvira benar benar hamil.
"Elvira memang benar benar bodoh." Umpat Sonia dalam hati, ia benar-benar gemas dengan sahabatnya yang terlewat bodoh.
"Ya sukur dong kalau El hamil,"
",Yang gak bersyukur gue bingung milik siapa dia jika gue hamil. Oh ya ampun aku bisa gila."
"Aku gak hamil, jangan ngaco, aku makan banyak karna sekarang tak ada yang melarang ku makan sepuasnya."
Kania dan Lara cekikikan lagi, mereka berdua meledek Elvira yang semakin cabi.
"Udah kalian berdua apa gak bisa diam. Apa kalian senang aku bercerai dari Mark." Ketus Elvira menatap sengit pada keduanya. Sedangkan pikirannya sendiri juga was was. Menampik bahwa ia tak hamil, lagi pula orang hamil akan mual dan muntah setiap paginya kan, dan ia tak mengalami hal seperti itu.
__ADS_1
Elvira tersenyum lebar, ia percaya jika dirinya tak hamil.
Aq mau sawerannya dong Mak 🥺🤧