Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.49 # Bodoh


__ADS_3

Elvira menggandeng tangan Sky keluar dari kamar nya. Ia yakin jika kedua orang tuanya tak akan mengenalinya.


"Jangan sampai lepas penutup wajah mu.?" Bisik Elvira pada Sky. " Untuk apa kau mendandani ku jika aku bisa menutup wajahku El.?" Dengus Sky menatap tajam pada Elvira. Kakinya panjangnya yang terbuka sangat tak nyaman, Elvira benar benar membuatnya menjadi gila. Sejak kapan ia mau menjadi seperti dan kenapa ia juga mau seperti ini. Sial...


"Elvira, awas saja aku tak akan membiarkan kau lolos begitu saja." Dengus Sky dalam hati, mengikuti langkah Elvira yang berjalan di depannya dan menggandeng tangan nya.


"El.."


Baik Elvira dan Sky berjengit kaget saat mendengar suara Raline yang mengagetkan nya. Sky memejamkan matanya, saat melihat mata Raline menatapnya aneh.


"El dia siapa sayang, Kenapa bisa ada bersama mu, kapan dia masuk ke dalam mension El, mommy tak melihatnya masuk pagi ini.?"


Meneliti tubuh besar Sky dari atas sampai bawah. Mengerutkan keningnya saat mendapati kaki besar dan berbulu, ia yakin jika dia seorang pria.


Elvira meringis melihat tatapan ibunya pada pria bayaran nya ini. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal, menoleh ke arah pria bayaran nya ini. Ia yakin jika dia sedang menahan emosi pada nya.


Elvira Kemudian berbisik pada ibunya dan mengangguk mengiyakan. Raline sendiri shock mendengar penuturan Elvira. Ia menatap tak percaya pada pria di depannya ini.


"Kasihan sekali, semoga kau cepat sembuh."


Nafas Sky memburu menahan emosi, ia yakin jika Elvira menjelekan nya di hadapan Raline.


Tak lama Damian datang dan mengagetkan mereka bertiga. Sky memejamkan matanya lagi, 'apa lagi setelah ini, Tuhan...sial sekali ia hari ini. Harusnya ia tak menuruti Elvira, ia bisa pergi dari sini tanpa berdandan gila seperti ini.


"Hey kau siapa..?"


Elvira buru buru menahan Damian yang akan membuka penutup wajah Sky.


"Dad dia teman El," Ucap Elvira pada Damian.


"Apa..?"


Damian kaget dan shock mendengar jika Elvira mempunyai teman seperti manusia di depannya ini.

__ADS_1


"Apa apaan ini El." Teriak Damian menggema di seluruh mension mewahnya. Sky menoleh dan menatap tajam pada Elvira. Giginya gemerutuk menahan emosi pada wanita di sampingnya ini.


"Kau siapa hah. Ingin menipu putri ku brengsek." Teriak Damian lagi dan mendekati Sky, sedangkan Elvira menatap wajah cantik ibunya memelas, berharap ibunya menolongnya kali ini. Raline menarik tangan Damian dan menggelengkan kepalanya.


"Dad semalam dia datang dan menangis, jadi El tak tega membiarkan dia pulang sendiri, El memintanya menginap. Dan sekarang El mau mengantarkan nya pulang." Nafas Sky semakin memburu dan dadanya semakin gemas dengan Elvira. Menangis, siapa yang menangis, heh.


"Kau yakin El, dia bukan penipu."


Ingin sekali Sky menarik tangan Elvira dan membawanya ke dalam kamar dan bercinta. Bagaimana bisa ia menjadi orang bodoh di hadapan Damian dan Raline. Apalagi saat melihat tatapan tajam Damian padanya. Hancur sudah harga dirinya ke dasar jurang.


"Mom.." Rengek Elvira menatap ibunya memelas.


"Biarkan mereka pergi, dia memang teman El sayang." Damian menoleh ke arah istrinya, tak lama ia menghembuskan nafasnya perlahan, menatap tajam pada wajah Sky yang tertutup kain.


"Daddy tak menyangka kau punya teman seperti ini El, sungguh menggelikan."


Damian menatap Sky dari atas sampai bawah dan ketengah lagi. Mengerutkan keningnya saat mendapati milik manusia aneh itu.


"Sayang sekali milik nya."


" Dad, mom kami pergi dulu."


Elvira menarik tangan Sky dan berjalan cepat menghindari kedua orang tuanya. Jangan sampai mereka berdua mengetahuinya dan Sky juga terlihat sangat marah padanya.


Bakk...


Sky menutup pintu mobil Elvira dan membuang penutup wajahnya lalu mengacak rambutnya sendiri. Nafasnya memburu menahan emosi pada Elvira. Harga dirinya benar benar jatuh karna Elvira.


Elvira menoleh ke samping dan terkikik geli melihat wajah sky yang merah padam.


"Dengar nona aku tak mau tau, kau harus membayarnya."


Elvira mengangkat sebelah alisnya mendengar penuturan Sky, tak lama ia melajukan mobilnya ke luar dari mension mewah Damian.

__ADS_1


Sky melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya dan membuangnya ke belakang. Ia mengambil paperbag yang di bawanya tadi.


"Ausky Luis menjadi bodoh karna seorang wanita, benar benar sialan. Aku tak akan memakai pakaian sialan itu lagi."


"Bisakah kau pakai nanti saja," Pinta Elvira saat sadar jika Sky sudah melepaskan pakaiannya dan menggantinya. Ia melirik ke tengah paha Sky, menggelengkan kepalanya mengusir pikiran kotornya sendiri. Bagaimana bisa ia membayangkan milik pria bayaran nya ini saat mereka bercinta dulu.


"Kau akan mempermalukan ku lagi begitu, huh." Dengus Sky menatap tajam pada Elvira. Memakai celana panjangnya dan kemeja miliknya. Setelah memakai pakaiannya, Sky mengambil tisu basah dan mengelap wajah nya.


"Sial, aku akan membalasmu nona, kau tak tau siapa aku huh. Bagaimana bisa aku menurutimu dan berdandan seperti orang gila. Aku yakin jika mereka tau, seumur hidup, aku akan mengurung diriku sendiri di dalam kamar. Kau pikir malu itu ada obatnya, huh."


Bibir tebal Sky menggerutu sepanjang jalan. Mengumpat Elvira yang seenaknya pada nya. Lagi pula kenapa ia bisa mau menuruti perintah nya.


Sial...


*


Mark keluar dari ruang pribadi nya, semalam ia menginap di perusahaan sendiri dan tak pulang ke mension mewah nya.


Sampai di luar ia bertemu dengan wanita yang pernah ia kenal. Sepertinya wanita itu menunggu seseorang, terlihat dia menoleh ke sana kemari.


"Mark.."


Mark mengeryitkan kening saat benar jika wanita itu mengenalinya. Wanita itu tersenyum lebar melihat pria yang dulu diam diam di sukai nya.


"Kau masih mengenalku, aku Nada." Riangnya menatap wajah yang tak pernah ia lupakan sampai sekarang.


"Kau mengenalku, tapi aku lupa siapa kamu.?" Jawab Mark melanjutkan langkahnya menuju mobilnya. Tentu saja Nada mencebikkan bibirnya mendengar, jika Mark tak mengenalnya. Ia berlari mengikuti langkah Mark dan menarik tangan nya begitu saja.


"Aku Nada, temanmu dulu waktu kuliah, kau ingat."


Mark masih menatap wajah cantik di depannya ini, tak lama kemudian ia melepaskan tangannya dari cekalan tangan nya.


"Maaf aku lupa dengan mu."

__ADS_1


Ucap Mark, padahal ia sedikit ingat dengan wanita di depannya ini. Ia ingat jika wanita itu adalah teman wanita satu satunya saat mereka kuliah dulu.


"Ku pikir kau ingat aku, aku mencari Rendra, apa kau melihatnya.?"


__ADS_2