Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.26 # Pikiran Mark


__ADS_3

"Hey tuan kau sama sekali tak berterimakasih padaku. Baiklah karna kau tak membutuhkan bantuan ku dan kau juga sudah mengusir ku aku akan pergi sekarang., di mana dompet mu.?"


Dada Sky naik turun menahan emosi pada wanita liar ini. Dia akan pergi begitu saja setelah membuat nya sakit dan terbaring mengenaskan. Apalagi ia tak tau bagaimana dengan nasib tombak milik nya nanti. Dan dia seenaknya saja ingin pergi.


Elvira tak perduli dengan tatapan tajam Sky padanya. Ia memiringkan tubuh besar Sky agar ia bisa mengambil dompet milik Sky. Calvin yang melihat itu pun mengerutkan keningnya. Apa tuannya butuh sesuatu, dan nona Elvira ingin membantunya.


"Nona anda butuh bantuan," Sky menatap tajam pada Calvin. "Ya bantu aku mencari dompet milik nya. Ah tak perlu aku sudah mendapatkan nya." Ucay Elvira tersenyum lebar. Sementara Sky sendiri memejamkan matanya saat tangan Elvira menyentuh milik nya yang masih linu.


"Elvira,.."


Geramnya, gigi gemerutuk menahan emosi. Sedangkan Elvira tak mengindahkan tatapan mata tajam Sky padanya. Ia tersenyum lebar mendapati lembar uang dan mengambil nya tiga lembar dan mengembalikan dompet pada pemilik nya.


"Kau tak bisa pergi begitu saja nona," Elvira mengerutkan keningnya mendengar penuturan Sky. "Setelah membuatku sakit dan kau akan meninggalkan ku begitu saja tak merawat ku, heh." Sky mengangkat sebelah bibir nya tipis, dan Elvira tak menyadari jika Sky sedang mencari kesempatan untuk menjerat nya.


"Lalu, aku akan menunggu mu di sini begitu, kau pikir aku baby sister hah. Aku harus syuting dan pemotretan, aku juga punya suami yang menunggu ku melayaninya, enak saja kau ini."


Gigi Sky mengeras, mana bisa ia membiarkan wanita liar ini bersenang-senang dengan suaminya. Berbagai keringat dan memadu kasih, sementara dirinya sendiri terbaring karna ulahnya.


"Ya pergilah tapi setelah itu aku akan mengatakan pada Damian jika kau membayar ku untuk memuaskan mu." Alis Sky terangkat sebelah, mengejek Elvira. Ia yakin jika Elvira tak akan bertindak bodoh.


"Kau sialan,"

__ADS_1


*


Mark memijit pelipisnya yang pusing, memikirkan Elvira. Sejak kemarin istrinya belum menelponya sama sekali. Sonia mengatakan jika Elvira masih tidur akibat kelelahan. Tak biasanya Elvira mengabaikan nya dengan alasan tidur, sangat konyol menurut Mark.


Tak lama kemudian Rosa mengagetkan Mark, yang sudah berdiri di depan nya. Mark sama sekali tak mengalihkan pandangannya pada Rosa. Tangan nya masih memijit pelipisnya yang pusing.


"Ada apa,?" Tanya nya ketus pada Rosa dan tak menatap ke arah nya.


"Meeting akan segera di mulai tuan." Rosa menatap wajah Mark yang terlihat sangat lelah dan kurang tidur.


"Apa anda butuh bantuan tuan,?" Mark mendongak menatap datar pada Rosa. Sedangkan Rosa sendiri meremas ujung kemejanya. Menunduk takut pada Mark yang menatapnya tajam. Rosa sendiri bingung dengan atasannya ini. Kadang dia lembut dan kadang juga kasar padanya.


"Keluar dari ruangan ku Rosa, aku akan datang sepuluh menit lagi "


"Apa kau tuli Rosa."


Rosa keluar dari ruang CEO milik Mark. Sudah beberapa kali Mark membentaknya. Dan Rosa tak menyukainya. "Awas kau Elvira," Gigi Rosa gemerutuk menahan emosi pada Elvira yang selalu saja Elvira Elvira dan Elvira.


Tak lama kemudian Mark keluar dari ruang CEO miliknya. Mark sama sekali tak melirik ke arah Rosa. Rosa bangkit dan mengikuti nya, ia tersenyum tipis melihat Mark yang berjalan bersama nya menuju ruang meeting. Rosa mensejajarkan diri nya dengan langkah lebar Mark, tersenyum manis tersampir di bibir Rosa saat berpapasan dengan staf yang lainnya.


"Tak seharusnya kau bersikap seperti itu nona. Elvira yang pantas menyamai langkah ku. Bekerjalah sebagaimana mestinya, jika kau tak suka aku akan mencari pengganti dirimu."

__ADS_1


Senyum Rosa menghilang seketika, ia berjalan di belakang Mark dengan wajah merah padam mendengar penuturan Mark. Ia pikir Mark akan, bersikap lebih baik dari kemarin.


Sampai di ruang meeting milik nya, Mark mendudukkan diri nya di kursi kebesaran nya dan Rosa duduk di sebelahnya.


Saat meeting berlangsung, Rosa sesekali


menyenggol lengan Mark, tapi Mark tak menoleh atau merespon send tuhan Rosa padanya.


*


Sonia dan Caca sudah kelimpungan mencari keberadaan Elvira. Bertanya pada teman yang lain yang dekat di kota ini pun sama sekali tak melihat Elvira.


"Aku bisa gila nona, bagaimana jika tuan Damian memecatku dan yang lebih parahnya lagi aku akan masuk penjara karna menghilangkan nona Elvira."


Sonia melirik ke arah Caca yang juga sama menyedihkan seperti dirinya. Tak lama kemudian ponsel Sonia berdering dan itu nomor asing. Sonia tak menjawab nya, tai tak lama kemudian ia buru buru merogoh ponsel miliknya di dalam tasnya.


"Halo El, kau di mana,?"


Elvira terkekeh kecil saat mendengar suara keras Sonia. Ia yakin jika mereka berdua sedang mencarinya. "Aku baik baik saja." Jawab Elvira santai.


Mendengar suara Elvira yang sepertinya sedang baik baik saja Sonia berteriak keras pada sahabatnya. Sedangkan Caca mengelus dadanya lega saat mendengar nona Elvira baik baik saja, meski ia hanya mendengarnya samar samar tapi telinganya masih berfungsi.

__ADS_1


"El kau benar-benar keterlaluan, Mark menelpon ku terus, dia menanyakan kau sudah ratusan kali bodoh. Dimana sekarang aku akan menyusul mu, ingat El jangan bilang kau sedang bersama dengan seorang pria lain dan bersenang-senang saat ini." Sembur Sonia.


"Sayang.."


__ADS_2