Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.114# Pengakuan Elvira


__ADS_3

Mendengar penuturan Mark, Damian emosi kembali. Ia melayangkan tinjunya lagi pada Mark membabi buta. Meski tubuhnya tua sekalipun, Damian bukan pria sembarangan. Apalagi hanya melawan Mark Harrold.


Mark sendiri meskipun pintar bela diri kewalahan jika harus di bandingkan dengan Damian. Damian bukanlah pria sembarangan, hingga akhirnya Mark terkapar dengan hidung yang mengalir darah segar.


Brakkk....


Elvira sendiri yang melihat kejadian itu berdiri mematung. Ia shock melihat Damian menggila menyerang Mark berkali-kali. Hingga ia terkesiap saat melihat Mark tersungkur mengenai meja hingga hancur berkeping keping.


"Mark..."


Elvira menjerit dan berlari mendekati Mark. Melihat Elvira yang mendekatinya, Mark menatap Elvira penuh kerinduan. Bahagia jika Elvira masih perduli padanya.


"Elvira.." Teriak Damian saat melihat Elvira mendekati Mark. Elvira sendiri tak mengindahkan peringatan Damian. Ia tetap mendekati Mark dan mengulurkan tangannya pada Mark.


"Maafkan daddy.."


Mark menatap wajah cantik Elvira, tak lama kemudian Mark memeluk Elvira erat. Bibirnya berulang kali mengatakan maaf pada Elvira.


"Maafkan aku sayang.."


Mark terisak di pelukan Elvira, mengencangkan pelukannya pada Elvira. Wanita yang paling di cintainya, dan sangat ia rindukan. Tak perduli ada Damian dan Raline, nyatanya ia sangat mencintai Elvira dan ingin Elvira kembali padanya. Sungguh ia tak bisa kehilangan Elvira, ia tak bisa melihat Mark menikah dengan Sky. Apalagi mereka sudah memiliki putri, jelas saja ia tak rela.

__ADS_1


Raline menatap mantan menantunya itu tak berkedip. Ia bisa melihat bagaimana penyesalan di mata Mark Harrold pada putrinya. Mark memang sudah berulang kali meminta maaf pada mereka. Perlakuan Mark memang tak bisa di maafkan, tapi perbuatan Elvira juga sebenarnya tak bisa di maafkan dan salah. Anak dan menantunya itu, sebenarnya sama sama salah.


Empat tahun rumah tangga putrinya di uji, dari anak hingga perselingkuhan yang membuat keduanya berpisah.


Elvira sendiri masih diam mematung, tangannya terangkat membalas pelukan Mark. Tapi Damian lebih dulu menarik Elvira dari Mark hingga pelukan Mark terlepas.


Bug...


"Dad..."


Teriak Elvira melihat Mark tersungkur kembali. Elvira memeluk Damian agar tak memukul Mark kembali. Elvira menatap nanar pada Mark yang tersungkur kembali.


"Dad maafkan Mark, aku masih mencintainya." Aku Elvira memeluk tubuh besar Damian. Menangis di berpelukan Damian, ia kasihan pada Mark. Ia tak tega, apalagi Mark adalah ayah dari putrinya. Elvira sadar jika ia juga bersalah, apalagi hatinya masih mencintai Mark. Berbulan bulan membenci Mark dan melupakan Mark, tapi nyatanya ia tak bisa melupakan mantan suaminya. Dan akhirnya ia sudah menyakiti hati seorang pria, dan sudah mempermainkannya.


"Pria itu tak pantas untukmu El, dia sudah menghianati mu Elvira." Desis Damian pada Elvira, ia tak percaya jika putrinya masih mencintai pria brengsek seperti Mark. Apalagi mengatakan di depan Mark, jelas saja Mark bertambah besar kepala, dan ia membencinya.


Mark bangkit dari lantai, ia mendekati Damian dan bersujud di kaki Damian menangis.


"Maafkan aku, tolong beri aku kesempatan memperbaikinya. Aku janji akan membahagiakan Elvira dan putriku, kumohon."


Hiba Mark di kaki Damian, ia akan berbuat apa saja demi mendapatkan Elvira kembali. Apalagi mendengar penuturan Elvira jika dia masih mencintainya. Tentu Mark sangat bahagia mendengarnya.

__ADS_1


"Tidak.."


Damian melepaskan tangan Mark dari kakinya dan berbalik. Tapi Mark kembali lagi memohon pada Damian dan Raline.


"Maafkan aku,"


Elvira menatap Mark tak percaya, sebelumnya Mark tak pernah memohon pada siapapun termasuk pada Damian sekalipun. Baru sekarang Mark memohon pada Damian demi dirinya.


"Bagaimana jika kau melakukannya lagi, kau berselingkuh lagi dari putriku. Aku tak akan pernah membiarkan pria brengsek seperti mu membawa putri dan cucuku." Damian masih kekeh tak mengijinkan Elvira kembali lagi pada Mark. Ia sangat membenci Mark yang sudah mempermainkan putrinya.


"Tidak akan, aku tak akan melakukannya lagi, kumohon."


Raline mendekati Mark Harrold dan memegang bahu Mark agar berdiri. Melihat Raline Mark memeluk tubuh Raline dan memohon pada Raline.


"Maafkan aku mom, aku sangat mencintai Elvira. Jangan biarkan pria lain mengambil putri dan istriku. Aku tak bisa hidup tanpa mereka mom."


Raline mengusap punggung lebar Mark, ia tak percaya jika Mark akan memohon padanya seperti ini.


Melihat Mark yang memeluk Elvira, Damian berdecih dan pergi meninggalkan mereka semua. Ia masih belum memaafkan Mark yang sudah menghianati putrinya. Damian memang benci dengan penghianat, apalagi dia sudah menyakiti Elvira. Putri satu satunya, yang sangat di cintainya.


Melihat Damian pergi, Elvira menatap nanar pada daddynya. Ia tau jika Damian sangat kecewa padanya. Tapi ia memang masih mencintai Mark Harrold. Apalagi mereka sudah mempunyai seorang anak.

__ADS_1


.


__ADS_2