
Mark memejamkan matanya menikmati sakit di hianati oleh istrinya sendiri. Sesakit inikah yang di rasakan oleh Elvira juga, saat ia menghianati nya. Tak lama kemudian Mark membuka matanya perlahan dan menatap wajah Elvira. Wanita yang pertama kalinya sudah membuatnya jatuh cinta.
"Sejak kapan kalian berdua saling mengenal El." Tanyanya lirih menatap Elvira, tak seperti tadi yang menatapnya tajam. Kali ini Mark menatap lembut pada Elvira.
"Sejak kau berhianat padaku dan bercinta dengan Rosa." Jawab Elvira menatap manik mata Mark. Rasa bersalah Elvira juga sangat besar pada Mark.
Mark tersenyum tipis mendengar jawaban Elvira. Ia mengusap matanya yang basah. Pada dasarnya Mark sangat mencintai Elvira bukan Rosa. Inilah yang Mark sesalkan seumur hidupnya, jika ia sangat menyesal telah menghianati Elvira terlebih dahulu. Tentu ia juga tau watak istrinya yang sangat keras kepala.
Menghembuskan nafasnya perlahan dan menatap mata Elvira. Wanita yang di cintai sejak ia mengenal cinta. Menekan emosinya yang memuncak dan sakit hati. Mungkin setelah ini ia dan Elvira akan menjadi orang asing. Inilah yang seharusnya Mark pikirkan sebelum ia menghianati Elvira. Elvira bukan gadis biasa yang akan menerima suatu kekalahan. Elvira pasti akan membalasnya. Siapa sangka jika ia tak sengaja berhianat dan Elvira juga membalasnya.
Sedangkan Elvira sendiri juga tak kalah menatap Mark penuh sesal.
"Aku kecewa padamu Elvira, apa ini alasan kau ingin lepas dariku El. Kau sudah memiliki kekasih di luar sana yang lebih kaya dariku Elvira. Kalau begitu aku akan mengabulkan permintaan mu Elvira. Aku minta maaf telah menyakitimu El." Ucapnya lirih, kemudian berbalik ingin meninggalkan Elvira.
"Apa kau tak ingin tau bagaimana aku mengenalnya Mark."
Cetus Elvira menatap punggung Mark dari belakang. Mark berhenti, mendengar penuturan Elvira. Tapi sepertinya ia tak perlu tau bagaimana Elvira bertemu dengan Sky dan menghianatinya juga. Mark melangkah lagi tapi baru dua langkah ia di buat shock mendengar pengakuan Elvira.
"Dia pria yang ku bayar untuk membalasmu Mark."
Tersenyum tipis jika Mark masih membelakanginya. "Aku membayarnya saat mendengar sendiri suara ******* mu dan Rosa Mark."
Mark memejamkan matanya menikmati rasa bersalah yang menghimpit nya. Itu artinya yang menelponnya dulu adalah Elvira. Dan bodohnya dia tak mengecek panggilan telepon selulernya setelah itu.
__ADS_1
"Kami bercinta di malam yang sama saat kau bercinta dengan Rosa Mark. Aku menghias kamar hotel untuk bercinta dengan suamiku. Siapa sangka jika aku menghias kamar hotel untuk bercinta dengan pria yang ku bayar."
Elvira terkekeh perih mengenang kembali bagaimana penghianatan Mark padanya. Sakit yang membuatnya gila membalas perbuatan Mark lebih gila lagi. Tapi bukannya bahagia dan puas, ia justru semakin sakit dengan semua yang terjadi.
Mark berbalik dan menatap wajah Elvira penuh rasa bersalah.
"El.."
"Kau tau, aku bahkan yang yang mengendalikannya di atas ranjang Mark."
"Elvira.." Teriak Mark meradang mendengar penuturan Elvira padanya. Rahangnya mengeras mendengar pengakuan Elvira. Selama ini Elvira hanya mengatakan jika dia bercinta dengan pria bayarannya saja. Tak pernah mengatakan jika dialah yang gila, mengendalikan permainannya di atas ranjang.
Elvira tersenyum tipis, ia tau ia sangat bersalah pada Mark. Itu sebabnya ia ingin sendiri dulu dan menata hatinya yang bodoh. Jika Mark jodohnya pasti Tuhan akan membiarkan mereka bersatu lagi. Jika tidak, mungkin ini adalah salah satu contoh jika ia harus lebih berhati-hati lagi dalam melakukan sesuatu yang akan merugikan dan akan ia sesali seumur hidupnya.
" Tanda tangani surat cerainya dan aku akan menunggumu di pengadilan." Ucapnya tanpa menatap wajah Mark, Elvira berbalik dan pergi meninggalkan Mark.
Mark menatap Elvira yang berdiri dan meninggalkannya. Ia tak percaya jika Elvira akan mengatakan itu padanya, bercerai...?
"El..." Panggilnya pada Elvira yang tak terlihat lagi.
Sedangkan Elvira sendiri juga tak kalah sedih, ia meremas tapi tas yang ada di pundaknya. Mengatakan sesuatu yang tak pernah Elvira bayangkan. Bercerai dari Mark, pria yang masih di cintainya. Bagaimanapun juga ia harus bisa mengatakan semua itu. Mereka sama sama bersalah, biarkan waktu yang akan menjawab semuanya. Ia hanya ingin menyendiri dulu.
"Apa kau benar benar ingin bercerai dari ku Elvira.?"
__ADS_1
Dada Mark rasanya sangat sesak, mendengar kata cerai dari bibir Elvira langsung, seketika membuat Mark rapuh. Wanita yang di cintainya memilih pergi dari hidupnya sungguh sungguh.
*
Sky menatap Elvira yang keluar dari dalam kafe. Ia melepaskan earphone di telinganya.
"Ikuti dia.."
Calvin mengangguk mengiyakan ucapan tuannya, mengikuti mobil Elvira. Sky menatap jauh kedepan, mengingat saat mendengar jika Elvira sudah mengatakannya pada Mark jika dialah pria yang di bayar dan bercinta dengannya. Bahkan Elvira mengatakan jika dia yang mengendalikannya di atas ranjang.
Sky menghembuskan nafasnya perlahan, ia tak tau apa yang harus ia lakukan saat ini. Mendengar suara Mark yang memelas pada Elvira. Sungguh membuat Sky bimbang saat ini. Mendengar lagi jika Elvira ingin mereka bercerai membuatnya senang.
"Brengsek..."
Sky mengumpat dirinya sendiri yang mulai di liputi oleh rasa tak nyaman. Ingin merebut Elvira dari tangan Mark. Tapi ia tak tega mendengar suara Mark yang terlihat putus asa.
Calvin yang duduk di kursi depan hanya bisa melirik ke arah tuannya. Dalam hati ia juga berpikir bagaimana sikap tuan Sky selanjutnya. Mau mengalah dan melepaskan nona Elvira atau tetap ingin merebut Elvira dari tangan Mark.
"Tuan, nona pergi ke perusahaan Damian."
Sky melirik lagi ke depan dan benar jika Elvira masuk ke dalam perusahaan milik Damian.
"Masuk..."
__ADS_1
Calvin menggangguk mengiyakan, tapi dalam hati bertanya tanya untuk apa lagi. Sky tak perduli dengan Calvin yang mengerutu dan menyumpahi dirinya. Jika Elvira akan bercerai dari Mark bukankah ini adalah kesempatan emasnya. Sky tak akan perduli dengan Mark Harrold yang memelas. Ia yakin jika ia bisa mendapatkan Elvira kali ini.
Bukankah mereka akan bercerai, itu artinya ia dan Mark akan bersaing secara terbuka dan yang pasti Elvira bukan milik siapa siapa, bukan.