
Sampai di kamar nya, Mark langsung membawa Elvira kedalam kamar mandi.
" Mark aku sudah mandi, turun kan aku."
Elvira meronta di gendongan Mark, Mark sendiri tak perduli ia berjalan ke dalam dan menurunkan Elvira di meja wastafel.
Mark menatap mata Elvira yang sangat cantik, ia tak menyangka jika ia akan menghianati Elvira. Wanita cantik yang menjadi istri nya empat tahun lalu. Ia masih belum berani mengatakan jika ia pernah bercinta dengan Rosa. Ia takut Elvira marah padanya dan meninggalkan nya.
Elvira sendiri tau apa yang di pikirkan Mark. Menghembuskan nafas nya perlahan mencoba bersikap tenang meski hati nya sakit karna Mark menyelingkuhi nya. Apalagi wanita itu adalah Rosa sahabat nya. Apa Mark sudah lama menjalin hubungan bersama Rosa di belakangnya.
"Jika iya aku akan membalasmu Mark."
Umpat Elvira dalam hati, ia membenci Mark yang menyelingkuhi nya. Tapi ia juga mencintai Mark sepenuh hati.
"El jika aku mempunyai salah apa kau akan memaafkan ku.?"
Elvira menatap manik mata Mark tanpa berkedip, yang sebenarnya mereka sama sama berbuat gila malam itu. Tapi ia melakukan nya sekali, tapi entah dengan Mark.
"Ayo mandi Mark, kau sudah terlalu lama menahan ku."
Elvira mengalihkan perhatian nya, ia turun dari meja wastafel dan beralih mengisi bathub. Tanpa menoleh ke arah suaminya yang menatap nya.
Ia sendiri juga geram dengan suaminya, kenapa tega sekali bercinta' dengan Rosa. Apalagi mereka melakukan nya di malam Anniversary pernikahan mereka berdua. Tentu saja Elvira tak bisa memaafkan Mark begitu saja. Jika Mark tak menyelingkuhi nya ia juga tak akan berbuat gila dengan membayar pria bayaran.
"Rosa, aku tak akan pernah memberikan milik ku pada mu. Rupanya kau ingin merebut Mark dariku, sialan."
Elvira tak berhenti mengumpat Rosa. Sahabat nya itu ternyata sudah berani padanya. Mana mungkin ia akan mengalah, sebelum memberikan pelajaran pada wanita berbulu domba itu.
Sedangkan Mark sendiri, menghembuskan nafasnya perlahan. Ia belum siap mengatakan pada Elvira jika ia pernah bercinta dengan Rosa. Ia terlalu mencintai wanita itu, wanita yang sudah mencuri hatinya.
*
Mark memeluk tubuh Elvira dari belakang. Ia tak mungkin mengingat terus kebodohan nya. Ia tak akan menggantikan posisi Elvira di hati nya dengan wanita manapun, apalagi dengan Rosa. Cinta nya dengan Elvira begitu dalam, kesalahannya yang kemarin adalah hal terbodoh yang pernah ia lakukan.
"Sayang..."
__ADS_1
Bibir Mark bergerilya kesana kemari, mengecup leher Elvira dan cuping nya, menyesapnya sedikit. Memberi sensasi pada istrinya agar menginginkan dirinya.
Elvira sendiri memejamkan matanya, saat bibir Mark menyentuh kulit leher jenjangnya, apalagi bibir panas nya juga menyesap telinga, dan itu membuat tubuh Elvira langsung meremang. Ia berbalik menatap Mark, melabuhkan bibirnya pada bibir suaminya seperti biasa.
Deg....
Jantung Elvira berdetak lebih kencang dari biasanya. Ia seperti merasa asing dengan ciuman suaminya. Tak seperti saat ia mencium bibir pria bayaran nya kemarin malam. Tak lama ia menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran kotornya sendiri. Tak mungkin ia membandingkan suaminya dengan pria bayarannya.
"Ada apa sayang,?"
Mark bertanya setelah melepaskan ciuman panasnya pada bibir Elvira.
"Aku terlalu merindukan mu."
Mark tersenyum, tanpa menunggu lama ia menindih tubuh Elvira melabuhkan bibirnya kembali pada bibir istrinya. Tangannya mengusap paha mulus dan memberikan sensasi panas pada tubuh istrinya.
Elvira sendiri melenguh merasakan sentuhan tangan Mark di tubuhnya. Tak hanya Mark, ia pun tak kalah membalas ciuman panas suaminya. Tangannya meraba raba turun ke bawah mengelus milik suaminya yang berdiri tegak.
Uhhh...
Mark melenguh dalam ciumannya saat tangan lentik Elvira mengelus milik nya yang mengeras. Bibirnya turun ke bawah, menjilati leher jenjang Elvira, memberikan tanda merah di lehernya yang mulus.
Mark melepaskan gaun malam Elvira dan membuangnya asal. Bibirnya langsung mendarat di puncak gunung Elvira yang padat dan berisi.
"Ahh..Mark...."
Nafas Mark memburu saat mendengar suara ******* istrinya. Ia bangkit dan melepaskan pakaian miliknya sendiri dan membuangnya asal.
"Kau memang sangat seksi sayang."
Elvira tersenyum lebar, menatap Mark yang sudah tertutup kabut gairah. Ia mengalungkan tangannya pada leher suaminya. Ia tak boleh curiga pada suaminya. Mungkin saja Mark melakukan kesalahan tak sengaja, ya tak sengaja. Mark mencintai nya begitupun dirinya, ia harus membuang pikiran kotornya yang membandingkan Mark dengan pria bayaran nya.
"Aku milikmu Mark."
*
__ADS_1
Sky menggoyangkan gelas di tangan nya, ia masih membayangkan bagaimana nikmatnya bercinta dengan wanita yang membayarnya kemarin. Sensasi yang luar biasa selama percintaan panas nya dengan wanita selama ini. Ia tau wanita itu memang bukan wanita perawan seperti wanita yang ia sentuh selama ini. Tapi entah kenapa wanita itu membuat nya tak bisa berpaling dari percintaan panas mereka.
Cih....
Sky berdecih saat mengingat tak hanya dirinya di malam itu yang memuaskannya. Tapi pria lainnya juga telah menggagahinya dalam semalam. Mengingat itu seketika darahnya mendidih.
Prang....
Sky melemparkan gelas di tangan nya. Ia merasa jijik sekaligus tak terima jika wanita yang bercinta dengan nya malam itu kembali lagi di hujam oleh pria lainnya.
"Brengsek, apa kau tak bisa bercinta dengan satu pria dalam satu malam saja. Wanita sialan,...."
Sky mengumpat Elvira, wanita itu rupanya tak cukup puas dengan satu pria dalam semalam. Sky berjanji, saat bertemu lagi dengan wanita yang membayarnya. Ia akan membuat nya tak bisa berjalan. Ia akan memberikan pelajaran pada nya sampai dia memohon ampun padanya. Mungkin saja wanita itu mencari pria bayaran yang lain nya. Karna selama bercinta dengan nya, hanya dia lah yang aktif bergerak dan memuaskannya.
"Apa itu alasannya jika kau mencari pria lain nya lagi, sialan."
Prang....
Botol wine termahal hancur berkeping keping, Sky mengepalkan tangannya saat sore tadi juga wanita itu berulah.
"Ingat nona, aku tak akan melepaskan mu nanti."
Sky menyambar kunci mobilnya, ia melangkah pergi meninggalkan apartemen miliknya tanpa Calvin.
Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menuju Club malam. Kakinya melangkah lebar masuk ke dalam Club.
Sampai di dalam mata tajam nya mencari keberadaan seseorang. Mungkin saja wanita penggoda itu datang kemari dan mencari pria dan membayar nya.
Sky tak tau, dan ia lupa jika Elvira adalah model dan aktris sekaligus, tak mungkin juga datang kemari.
Akibat rasa yang entah itu apa, Sky seperti nya tak rela jika wanita itu mencari pria lainnya dan menghabiskan malam bersama.
Sky berjalan di kerumunan banyak orang yang berjoget meliukkan tubuhnya. Matanya ke sana kemari mencari keberadaan wanita yang membayar nya.
Sky tak tau jika Elvira saat ini sedang bergerak naik turun di atas tubuh pria dan itu adalah suaminya Mark.
__ADS_1