
"El.."
Elvira masih bergeming di tempatnya saat melihat berbalik dan memanggilnya. Sedang Mark yang shock melihat Elvira dan putrinya juga sama. Mereka berdua sama sama diam mematung. Tapi tak lama Mark lebih di buat shock lagi saat Elvira membuka mulutnya.
"Dia putri mu Mark." Ucap Elvira menatap wajah Mark tak berkedip.
"Dia putrimu kandungmu Mark." Ucap Elvira lagi.
Mark masih diam, tapi air matanya mengalir deras saat mendengar penuturan Elvira untuk yang ke-dua kalinya.
Elvira yang melihat Mark hanya diam saja mengusap pipinya yang juga basah.
"Maaf,"
Elvira berbalik dan keluar dari ruangan Mark bersama putrinya. Menangis segukan saat Mark tak menyambutnya. Elvira berpikir mungkin Mark tak mau menerima Callista sebagai putrinya sendiri karna dia pernah berhubungan dengan orang lain.
Sedangkan di dalam Mark yang baru sadar jika Elvira dan putrinya tak ada di depan pintu terkesiap. Ia bangkit dan berlari keluar. Di depan pintu Mark bisa melihat punggung Elvira yang menunggu pintu lift terbuka. Mark berlari mendekati Elvira dan memeluknya dari belakang.
"El maafkan aku, katakan sekali lagi padaku El."
Isak Mark di punggung Elvira, ia masih belum percaya jika Putri Elvira adalah anaknya. Apalagi Elvira akan menikah dengan Sky. Entah apa yang Mark pikirkan saat ini.
"Dia putri mu,"
Mark menangis mendengar penuturan Elvira sekali lagi. Dia masih belum percaya dengan apa yang di dengarnya. Tak lama Elvira berbalik menatap wajah Mark di depannya.
"Maafkan aku, aku hanya ingin memberitahukan mu. Aku tau kau tak menginginkannya, tapi dia tak bersalah Mark. Aku lah yang kotor, jangan salahkan dia."
Mark lagi lagi belum membuka mulutnya mendengar penuturan Elvira padanya. Ia masih berdiri segukan di depan Elvira. Hingga keduanya di kagetkan dengan suara Callista yang merengek.
Mark terkesiap, ia mengulurkan tangannya untuk menggendong putrinya yang menangis. Elvira hanya menatap wajah Mark yang masih menangis. Ia tak percaya jika Mark akan seperti ini saat mendengar jika dia adalah putrinya.
__ADS_1
"Maafkan daddy."
Bibir Mark bergetar hebat menahan sesuatu yang luar biasa di hatinya. Entah apa yang Mark pikirkan saat ini. Yang jelas ia memikirkan jika Sky pria yang akan merawat putrinya, karna Elvira dan Sky akan segera menikah.
"Ayo sayang, dia lapar El. Apa kau membawakan susunya.?"
Tanya Mark mengusap wajahnya yang basah. Elvira mengangguk mengiyakan ucapan Mark. Tak lama Mark mengajak Elvira masuk ke dalam ruangannya kembali dengan menggandeng tangan Elvira dan menggendong putrinya di tangan nya. Sampai di ruangan milik Mark, Elvira mengambil putrinya dari tangan Mark dan mengeluarkan salah satu aset berharganya.
"El.."
Mark terkesiap melihat pemandangan seperti itu, Elvira menyusui putri mereka.
"Maaf,"
Mark mengangguk mengiyakan, matanya tak berkedip menatap bibir mungil yang menyesap sumber kehidupannya. Mark sama sekali tak mengalihkan pandangannya pada wajah putrinya.
Sedangkan Elvira hanya menundukkan kepalanya melihat Mark tak berkedip menatap putrinya yang meminum ASI.
Mark melirik ke arah Elvira saat putrinya melepaskan pucuk sumber kehidupannya. Mark mengambil kembali putrinya di pelukan Elvira. Mark menimang bayi mungil yang baru berumur satu setengah bulan di tangannya. Mark tak menyangka jika dia adalah putrinya. Hingga Callista yang di ayun di tangan Mark tertidur pulas kembali.
Mark berjalan ke ruang pribadi miliknya, ia menoleh Elvira dan Elvira yang melihat itu berdiri membantu Mark membukakan pintu untuknya.
Clekk...
Mark membaringkan bayi mungil di tangannya. Tangannya menepuk bokong kecil Callista saat Mark menidurkannya.
Cup...
Elvira sendiri masih diam mematung di depan pintu melihat Mark yang menidurkan putrinya di atas ranjang. Tak lama kemudian Elvira terkesiap saat di dalam kamar masih terdapat foto pernikahan mereka berdua yang sangat besar.
"Kenapa Mark masih menyimpannya, dan untuk apa.?" Elvira bergumam sendiri melihat foto yang menggantung besar di dinding kamar pribadi ruangan Mark. Hingga Elvira kaget saat mendapati keberadaan Mark di depannya.
__ADS_1
Brukkk....
Elvira terkesiap melihat Mark yang memeluknya. Apalagi Mark memeluk dirinya sangat erat.
"Maafkan aku El, terima kasih kau sudah memberitahukan padaku, maafkan aku Elvira."
Elvira diam, ia masih berdiri di tempatnya saat Mark memeluknya.
"Mark aku sesak.."
Mark melepaskan pelukannya saat sadar jika ia memeluk Elvira sangat kencang.
Mark menatap wajah cantik Elvira di depannya. Wanita cantik yang bersetatus mantan istrinya akan di miliki oleh orang lain. Apalagi saat mendengar jika putri Elvira adalah anak kandungnya.
"Apa kau datang bersama Sky El. Maafkan aku, aku tak melihat Sky dari ta_"
"Sky tak tau." Potong Elvira mendengar penuturan Mark. Mark hanya mengangguk mengiyakan ucapan Elvira. Matanya sama sekali tak berpaling sedikitpun dari Elvira.
"Apa kau akan menerima dia Mark. Maafkan aku yang membuat kesalahan, tapi dia putrimu Mark."
Bibir Elvira bergetar menahan sesuatu yang ada dalam hatinya. Ya tentu saja Elvira merasa bersalah atas kebodohannya sendiri.
"Aku yang bersalah padamu El. Maafkan aku yang sudah menyakitimu, kau tak salah dalam hal ini. Aku yang sudah menyakitimu terlebih dahulu. Aku yang sudah menodai pernikahan kita terlebih dahulu El, maaf." Sesal Mark yangbtak berujung pada Elvira. Elvira hanya diam saja mendengar penyesalan Mark berkali kali padanya.
" El apa kau akan mengijinkan aku bertemu dengannya saat kau sudah menikah dengan Sky. Maafkan aku yang terlalu meminta lebih padamu."
Elvira tak menjawab pertanyaan Mark, ia justru menatap wajah Mark tak berkedip.
"Aku akan menikah dengan Sky seminggu lagi Mark. Sky belum tau, jika dia adalah putrimu."
.
__ADS_1
.