
Elvira yang melihat Mark pergi meninggalkannya berbalik. Tak lama ia menghembuskan nafasnya perlahan, ia tau malam hari ini Sky akan pergi meninggalkan kota berlin. Elvira masih bingung antara bertemu dengannya atau tidak.
Elvira takut jika Mark akan marah padanya dan cemburu lagi. Hingga lima menit kemudian Elvira yang berdiam diri menatap kepergian Mark berbalik ke arah baby sitter putrinya. Ia meminta baby sitter nya agar membawa putrinya masuk ke dalam.
"Nona anda mau kemana,?" Tanya wanita yang tak jauh usianya dari Elvira.
Bingung dengan nona nya saat memberikan putrinya padanya. Apalagi melihat nona Elvira terlihat sangat buru buru sekali.
Sedangkan Elvira mengatakan akan pergi sebentar saja, ya Elvira yakin dan tak takut meninggalkan putrinya di mension Mark. Selain mension di kelilingi cctv, anak buah daddy pasti masih bersamanya, Elvira yakin itu. Itu sebabnya, Elvira berani meninggalkan putrinya, lagi pula ada Helena di dalam. Ia akan menemui Helena nanti setelah menemui seseorang yang pernah ia permainkan.
Elvira masuk ke dalam mobil yang terparkir di depan. Ia melajukan kendaraannya keluar dari mension Mark. Elvira mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara. Tak perduli dengan suara teriakan penjaga mension dan baby sitter putrinya. Ia harus bertemu Ausky Luis, sebelum pria itu pergi meninggalkan bandara internasional.
Sedangkan Mark tersenyum tipis saat mendapatkan telpon dari penjaga mension mewahnya. Ya Mark sengaja menyimpan mobil Elvira di luar. Mark tau jika Elvira pasti akan menemui Sky di bandara. Mark akan sangat bersalah jika tak membiarkan Elvira menemui Sky. Jika Elvira ingin kembali pada Sky Mark dengan senang hati akan melepas Elvira bersama pria bayarannya.
Mark tau saat tadi di mobil, jika Elvira juga menyadari bahwa mobil yang mengikutinya adalah mobil Sky. Itu sebabnya ia berbohong pada Elvira. Mark mengikuti mobil Elvira dari belakang, tapi Mark mengganti mobilnya dengan mobil taksi yang sudah ia sewa tadi.
__ADS_1
Sampai di bandara, Mark menghembuskan nafasnya perlahan. Ia harus melapangkan dadanya dan bersiap dari segala kemungkinannya. Jika Elvira akan meminta Sky kembali padanya Mark juga rela.
Ya Mark tau jika Elvira masih belum bisa melupakan pria bayarannya. Dan Mark juga sadar jika selama ini, mungkin Elvira mencintai Sky. Mark mungkin saja kembali padanya karna kasihan padanya dan karna putri mereka juga. Seharusnya Elvira tak seperti itu, itu justru akan menyakiti hatinya.
"El jika kau memilihnya aku yang akan mundur Elvira. Jika hatimu masih berat padanya, aku akan ikhlas melepas mu Elvira." Gumam Mark menutup wajahnya dan terisak. Hingga lima menit kemudian, Mark membuka tangannya yang menutupi wajahnya.
Tak lama ia mengusap matanya yang sedikit basah. Ia harus rela jika Elvira ingin bersama Sky, Mark sudah yakin jika Elvira pasti ingin menghentikan Sky agar tak kembali pulang ke negara nya.
Mark menurunkan kakinya dan berjalan ke arah dimana Sky berada. Mark sudah tau dimana Sky akan menumpang dalam pesawat. Tak lama ia melihat Elvira yang berlari ke sana kemari mencari keberadaan seseorang. Mark menekan dadanya kembali, saat melihat Elvira yang mencari Sky.
Mark berbalik lagi, ia membelakangi Elvira. Rupanya hatinya masih tak sebesar ucapannya. Mark diam mematung di tempatnya berdiri. Tak lama kemudian ia mendengar Elvira yang berteriak memanggil nama Sky.
Sky menoleh ke sumber suara saat mendengar seseorang yang memanggilnya. Tatapan mata Sky langsung mengarah pada wanita cantik bertubuh proposional yang berjalan ke arahnya, jangan lupakan senyum manis Elvira yang membuat hati Sky semakin sakit.
Sky berbalik dan melangkah, ia tak ingin melihat wajah Elvira. Sky tak mau Elvira akan bimbang dengan keputusan nya meski hatinya sakit sekalipun. Sky tak ingin melihat mata Elvira yang merasa bersalah padanya.
__ADS_1
Sedangkan Calvin sendiri yang mengikuti langkah tuannya, melirik ke arah Sky. Calvin sendiri tak tau harus apa, saat melihat nona Elvira ada di sini.
"Sky.....?" Isak Elvira melihat Sky berbalik dan pergi meninggalkannya. Sungguh Elvira merasa sangat bersalah pada Sky. Elvira sungguh tak ingin melihat kebencian Sky padanya.
Sedangkan Mark sendiri yang mendengar isak tangis Elvira, berjalan menjauhi mereka berdua. Ya hatinya masih terlalu berat untuk berkata ikhlas pada Sky. Dengan kaki yang berat dan lemas, Mark melangkah menjauhi mereka berdua.
Dan Sky berbalik mendengar Elvira memanggilnya lagi. Sungguh Sky ingin memeluk Elvira untuk yang terakhir kalinya. Apalagi melihat mata Elvira yang berkaca kaca dan tak lama kemudian air mata Elvira benar-benar jatuh. Hatinya sakit melihat wanita yang di cintai sekaligus di bencinya mungkin, mengeluarkan air matanya.
"El.. "
Sky tak tahan mengabaikan Elvira begitu saja. Ia merentangkan tangannya pada Elvira.
Dan tak lama kemudian Elvira berlari menubruk tubuh tinggi Sky. Tak perduli dengan tatapan mata semua orang yang menatap dirinya. Anggap saja ia sangat egois dan tak tau malu, ya memang benar.
Dari jauh Mark menatap nanar pada Elvira yang berada dalam pelukan Sky. Ya Mark masih saja menoleh pada Elvira. Mark juga tak bisa menekan laju air matanya. Tak terasa air matanya mengalir melihat pemandangan seperti ini. Mark berbalik kembali dan keluar dari bandara. Cukup sudah ia tau jika Elvira masih mencintai Ausky Luis.
__ADS_1
.
.