Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.84# Mencari Elvira


__ADS_3

Brakk..Brakk...


Mark dan Sky, mereka berdua sama sama melayangkan pukulannya hingga tubuh mereka berdua terpental mengenai meja dan Gucci yang berada di ruangan Mark.


Mark bangkit dan menyerang kembali Sky, dan Sky pun sama. Mereka berdua sama sama beradu kekuatan memperebutkan wanita yang sama-sama mereka cintai. Elvira Jennifer, wanita cantik yang sudah membuat keduanya hilang kendali.


Brakk..


Cih...


Sky dan Mark sama sama berdecih saat mulut keduanya mengeluarkan darah segar.


Mark sendiri yang masih di kuasai oleh amarahnya kembali lagi menyerang Sky. Tapi Ausky Luis bukan pria sembarang yang bisa di kalahkan oleh Mark.


Mereka berdua tak perduli dengan ruangan CEO yang hancur berantakan. Bahkan tak ada lagi barang yang tersisa dan utuh di dalam ruangan Mark.


"Katakan padaku dimana Elvira brengsek..?"


Mark mematung mendengar penuturan Sky. Apa maksud Sky mengatakan seperti itu.


"Apa maksudmu sialan.."


Kini giliran Sky yang diam saat mendengar suara Mark. Apa Mark tak tau di mana Elvira berada. Mark menatap tajam Sky yang sama juga menatapnya tajam.


"Apa maksudmu, dimana Elvira.?" Teriak Mark pada Sky. Nafasnya memburu menahan emosi. Elvira pergi meninggalkan mension dalam keadaan hamil. Sedangkan Sky melihat Mark yang sepertinya tak tau di mana Elvira berada berbalik.


"Ausky Luis, Elvira Jennifer milikku. Aku tak akan pernah membiarkan kau merebut Elvira dariku."


Sky berbalik dan menatap Mark dengan senyum miringnya.


"Kau pikir aku akan membiarkan Elvira bersama mu, Mark Harrold. Aku akan memiliki Elvira, dan kau bukan siapa siapa bagi Elvira."


Jawab Sky menatap Mark tak kalah tajam, ia berbalik lalu pergi meninggalkan ruang CEO milik Mark.


Di luar, Sky juga melihat meja sekertaris yang hancur. Sky melirik ke arah Calvin dan juga Rendra. Rupanya mereka berdua juga sama-sama berkelahi sepertinya. Melihat Sky keluar dari dalam, Rendra dan Calvin sama sama melepaskan tangannya masing masing.

__ADS_1


Sky melangkah lebar di ikuti oleh Calvin. Mereka berdua meninggalkan perusahaan Mark Harrold yang sudah mereka hancurkan..


Rendra yang melihat keduanya pergi bergegas masuk ke dalam ruangan Mark. Rendra shock melihat ruangan CEO yang hancur berantakan. Tak ada barang Mark yang utuh di dalam ruangan CEO. Laptop dan ornamen, lemari meja semua hancur kecuali sofa.


"Tuan..."


Rendra menatap punggung Mark yang berdiri. Mark sendiri yang di panggil oleh Rendra berbalik.


"Aku akan mencari istriku."


Mark melangkah lagi keluarga dari ruangannya. Ia tak perduli dengan luka di wajahnya. Mark shock mendengar Elvira pergi dari mension Damian. Mark masih menganggap bahwa Elvira adalah istrinya. Padahal mereka berdua sudah bercerai dan bukan suami istri lagi.


Mark menelpon Sonia, menanyakan pada sahabat istrinya kemana Elvira pergi. Dan Sonia yang mendengar Elvira pergi justru shock. Sonia tak percaya Elvira akan pergi meninggalkan mension. Bukankah semalam baik baik saja, bahkan Elvira sempat bercanda dan tertawa dengannya.


"Sonia, bantu aku cari Elvira, aku tak tau kemana dia pergi. Kumohon, aku tak ingin terjadi sesuatu padanya. Aku masih mencintai istri ku Sonia."


Hiba Mark di sebrang telpon, tak lama Mark menutup sambungan teleponnya.


Sedangkan Sonia yang bersama dengan Lara menangis. Ya Lara datang ke apartemen Sonia. Sedangkan Kania sendiri masih di perusahaan dan bekerja.


"Elvira kemana.?"


Lirih Lara, mereka berdua keluar dari apartemen dan pergi berpencar mencari keberadaan Elvira. Kania sendiri yang baru tau langsung pulang dan ikut mencari keberadaan Elvira.


Mark mencari Elvira di setiap penjuru kota. Hingga malam hari, ia tak menemukan keberadaan Elvira. Mark juga menghubungi lagi sahabat Elvira, tapi sama mereka juga belum menemukan Elvira dan tak tau lagi mau kemana.


"Ku mohon Elvira, maafkan aku sayang. Aku janji tak akan menyakiti mu lagi. Aku mencintai mu Elvira pulanglah. Aku hanya ingin kamu Elvira, kembalilah padaku." Rintih Mark meratapi kebodohannya sendiri yang sudah menghianati wanita yang paling di cintainya.


"Rosa..."


Mark menekan pedal gasnya melajukan mobilnya mencari keberadaan Rosa. Wanita sialan yang sudah membuat hidupnya hancur berantakan. Tak hanya hidupnya yang hancur, rumah tangganya juga sudah hilang karna perselingkuhannya dengan Rosa. Tidak, bukan perselingkuhan, tapi nafsunya yang tak bisa ia kontrol.


Mark masih menyangkalnya jika ia tak berselingkuh dengan Rosa. Tapi nyatanya Mark hanya menganggap Rosa sebagai pelampiasan nafsunya bukan karena perasaan.


Mark tau dimana Rosa berada saat ini, wanita seperti Rosa tak akan jauh dari Club malam, manjakan tubuhnya dengan pria hidung belang.

__ADS_1


Mata tajam nya menatap ke sembarang arah, bibirnya tersenyum miring melihat keberadaan Rosa.


Ia melangkah lebar, mendekati wanita yang sudah membuat hidupnya hancur.


Rosa sendiri yang sedang bercumbu dengan seseorang pria tak tau Mark mendekatinya. Semenjak Damian mengetahui tentang dirinya yang membuat putrinya menangis Damian membuat Rosa menjadi budak pria hidung belang yang ada di sini.


Sett...


Rosa berjengit kaget saat tangannya di tarik paksa oleh seorang. Ia menoleh pada orang yang menariknya.


Akk..


"Lepaskan... Mark.. Apa yang kau lakukan, lepaskan aku."


Rosa berontak di tangan Mark, apalagi Mark mencengkram erat tangannya hingga terasa mau patah. Mark tak perduli dengan teriakan Rosa, ia menarik paksa tangan Rosa dan mendorong tubuh Rosa hingga terbentur tembok.


Brukkk..


"Mark.."


Teriak Rosa saat tubuhnya benar benar sakit. Ia mendongak menatap wajah Mark yang menatapnya bengis.


Shhtt


"Aku bersumpah akan menghancurkan mu Rosa." Ucap Mark menatap tajam Rosa. Rosa tak percaya pada Mark. Kenapa semua orang menyalahkan nya.


"Apa yang kau pikirkan Mark, kenapa kau menyalahkan aku. Bukankah kita melakukannya sama sama ingin Mark. Kau sadar dan aku sadar, Mark."


Brukk...


Shhtt


Lagi lagi Mark mendorong tubuh Rosa ke tembok. Rosa merintih lagi saat Mark Mark mendorong tubuhnya.


"Aku tau apa yang kau pakai waktu itu Rosa, dan kau sengaja bukan." Teriak Mark pada Rosa. Rosa sendiri yang melihat tatapan mata Mark beringsut. Berniat menghindari Mark, tapi Mark lebih dulu mencengkram erat tangannya.

__ADS_1


Brukk...


__ADS_2