Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.60 # Langkah Luis


__ADS_3

Sudah dua hari Elvira berdiam diri di kamar miliknya. Damian sendiri tak membiarkan Elvira keluar dari mension mewah nya. Tak lama Elvira keluar dari kamar milik nya dan menuruni anak tangga.


"El.. Ayo sarapan,"


Damian tersenyum ke arah putri satu-satunya. Ia tak menyangka Mark menyakiti anak semata wayangnya. Damian berjanji tak akan membiarkan Mark menyakiti Elvira lagi.


"Dad, El bosan di kamar, apa El boleh keluar ke rumah Sonia. Kami sudah berjanji di kafe siang nanti."


"Maaf sayang, sebelum surat cerai mu keluar daddy tak mengijinkan mu keluar dari mension. Apapun alasannya daddy tak ingin Mark datang menemui mu." Ucap Damian tanpa bisa di bantah. Elvira menatap jauh ke depan, mendengar kata perceraian dari daddy nya, ini seperti tak nyata dan hanya mimpi. Elvira masih belum percaya jika daddy nya akan mengurus surat perceraian nya dengan Mark. Benarkah, ia akan bercerai dari Mark Harrold. Pria yang selama ini di cintanya, pria yang selalu ada untuk nya.


Sedangkan Raline hanya menatap iba, ia tau jika Damian menginginkan yang terbaik untuk Elvira. Tapi apa Elvira benar benar menginginkan perpisahan dengan suaminya. Selama ini Elvira tak pernah mengatakan apapun padanya.


"Tapi dad aku bosan di kamar." Lirihnya, sebenarnya bukan itu yang Elvira maksudkan, tapi hal lain.


Damian menatap wajah putri nya, ia melirik ke arah Raline. "Kau bisa ikut daddy ke perusahaan, mulai hari ini kau bisa belajar El. Hanya kau anak daddy satu satunya, kalau bukan kau siapa lagi yang akan menggantikan daddy nanti." Elvira melototkan mata nya mendengar penuturan daddy nya.


"Dad.."


"El, kau tak akan pernah bekerja lagi sebagai model. Ingat El, selama ini daddy sudah menuruti semua keinginan mu. Sekarang giliran mu menuruti keinginan daddy. Siapkan dirimu, kita berangkat sekarang." Damian berdiri dan melangkah ke ruang kerjanya. Ia tak tega melihat wajah putrinya, yang memelas padanya. Tapi bagaimana lagi, Mark sudah mengecewakan nya dan Elvira anak semata wayangnya, siapa lagi yang akan menggantikannya.


Elvira menatap wajah ibunya yang duduk di kursi. Menata memelas pada Raline jika ia tak suka duduk di kursi seperti Damian. Ia lebih suka menjadi apa yang ia inginkan, menjadi model salah satunya.


"Mom.."


"Turuti kata daddy mu El, mommy yakin daddy mu sudah melakukan yang terbaik."


Elvira berbalik menuju kamarnya, sampai di kamar nya ia mengaktifkan ponsel Android nya. Matanya memerah menahan tangisnya, Mark sudah berulang kali, menghubungi nya dan mengirimi pesan padanya. Tak lama Elvira menggelengkan kepalanya, jika apa yang daddynya lakukan adalah benar. Mark sudah terlalu banyak membohongi nya. Elvira menyimpan kembali ponsel di tangan nya dan berjalan menuju kamar mandi. Tak berniat membuka pesan dari Mark. Tak ingin hatinya goyah jika apa yang daddynya lakukan adalah yang terbaik untuknya.

__ADS_1


"Maaf Mark kau sudah terlalu banyak mengecewakan aku."


*


Tak...Tak....


Sky melangkah lebar berjalan menuju pintu lift. Banyak karyawan wanita yang menatap kagum padanya, tak hanya itu banyak juga yang tiba-tiba menyapanya dan tersenyum padanya. Tapi Sky tak menggubris sapaan mereka. Ia tetap berjalan lebar masuk ke dalam lift. Sedangkan Calvin yang mengikuti langkah tuannya, menekan tombol lift naik ke atas.


Calvin melirik ke arah tuannya, menggelengkan kepalanya melihat tingkah tuannya. Calvin hanya bawahan, tak mungkin ia melarang apa yang tuannya inginkan.


Ting...


Sky keluar dari pintu lift, baru beberapa langkah ia sudah di sambut oleh wanita sekitar empat puluh tahunan.


"Selamat pagi tuan.."


Barbara tersenyum lebar pada tamu tuannya, tak lama Barbara membuka pintu ruang CEO dan mempersilahkan tamu tuannya masuk ke dalam.


Elvira mendongak mendengar suara sekertaris daddynya. Matanya terbelalak melihat wajah pria bayarannya ada di depannya. Elvira meremas kemeja yang di pakainya. Bagaimana bisa pria ini datang lagi ke perusahaan daddy nya. Apa dia akan mengatakan jika pernah bercinta dengannya.


"Selamat pagi tuan Luis."


Sambut Damian saat melihat pemuda tampan yang akan menjadi rekan bisnisnya. Sky tersenyum dan juga membalas sapaan Damian ramah. Ia melirik ke arah Elvira yang meremas kemejanya.


"Pagi nona Elvira." Sapa Sky pada Elvira yang sedari tadi menundukkan wajahnya.


Hah...

__ADS_1


Elvira berjengit kaget mendengar suara Sky padanya. Wajah nya mendongak menatap mata tajam Sky. Berusaha menutupi kegugupannya, yang saat ini ia rasakan.


"El apa kau masih ingat dengan Luis sayang.?"


Elvira melirik ke arah daddy nya dan mengangguk ragu. Damian tersenyum lebar, ia lalu mengajak tamunya duduk di sofa yang tak jauh dari mereka berdiri.


Dan Elvira terpaksa mengikuti langkah Damian berpindah duduk bersama pria bayaran nya.


"El apa kau sudah tau siapa tuan Luis.?"


Elvira menggelengkan kepalanya tanda tak tau, sedangkan Sky mendengus melihat gelengan kepala Elvira. Bibirnya menggerutu dalam hati, bagaimana mungkin sudah bercinta dan bertemu berulang kali, Elvira sama sekali tak tau namanya.


"Maaf tuan, jika saya tak mengingat nama anda. Saya jarang mengingat seseorang jika dia tak penting untuk saya, apalagi namanya."


Sky melototkan matanya mendengar penuturan Elvira. Sedangkan Damian sendiri melirik ke arah Elvira. Mendesah lirih jika Elvira itu sifatnya sangat keras kepala dan tak ingin di atur. Bagaimana jika pria di depannya ini tersinggung lalu marah dan membatalkan kerja samanya.


"El, mulai hari ini kau akan bekerja dengan tuan Luis, beliau yang akan membimbing mu. Kau akan sering bertemu dengan nya."


Ucap Damian, melihat wajah Luis menatap tajam pada Elvira. Tak ingin pria muda ini tersinggung, Damian segera mengatakan kenapa dia mengundang Ausky Luis datang keperusahaan nya.


Elvira shock dan melototkan matanya mendengar penuturan Damian. Bibirnya terbuka dan hendak melayangkan protesnya.


"Bagaimana tuan Luis, apa anda bersedia membimbing putri saya. Maaf jika putri saya butuh bimbingan terlebih dahulu, dia baru mau belajar." Potong Damian melihat Elvira yang akan protes padanya. Bagi Damian tak ada lagi kesempatan emas selagi Ausky Luis menawarinya.


Elvira meremas kemeja milik nya semakin kusut. Bagaimana bisa daddy nya menyuruh nya untuk bekerja sama dengan nya. Itu artinya ia akan setiap hari bertemu dengan nya.


Sedangkan Sky tersenyum penuh kemenangan, melihat wajah Elvira yang shock.

__ADS_1


"Langkah pertama nona."


Hay mom beri dukungan OTOR dalam berkarya. jangan lupa like dan komen nya. Beri juga hadiah dan VOTE nya. 😘


__ADS_2