
Mark berjalan lesu masuk ke dalam mension mewah nya. Menghela nafas panjang dan memijit pelipisnya yang pusing. Baru pertama kalinya ia berbohong pada Elvira.
"Semoga El tak mengetahuinya, lagi pula aku tak melakukan apa-apa dengan Rosa. Hanya ingin mengucapkan bela sungkawa pada Rosa karena kesalahan ku."
Mark melanjutkan langkahnya menuju kamar miliknya dan Elvira. Melemparkan jas dan masuk ke dalam kamar mandi. Berdiri di bawah shower hingga setengah jam berlalu. Menyesali perbuatan bodohnya yang terasa mengganjal di hati dan pikirannya. Mark terlalu mencintai Elvira, tapi ia tak ingin Elvira tersakiti dengan pengakuan nya.
"Maafkan aku sayang, aku terlalu mencintaimu El. Aku tak ingin kau tersakiti oleh ku. Aku tak sengaja melakukan nya."
Sesal Mark pada dirinya sendiri, mengusap wajah nya kemudian mengambil handuk dan keluar dari kamar mandi.
Padahal Mark tak tau jika Elvira lebih gila darinya. Membayar pria dan bercinta lebih panas dari yang Mark lakukan dengan Rosa. Mark tak tau bagaimana liarnya Elvira di atas tubuh polos pria bayaran nya.
Elvira mengerjapkan matanya saat matahari yang menembus celah jendela. Ia mengerutkan keningnya saat sadar jika kamar yang ia tempati berbeda dari kamar nya waktu datang.
"Oh ****.. pria itu sialan itu membawaku kemana.?"
"Jangan selalu mengumpat nona, kasihan Baby nya, dia pasti akan mendengar apa yang kau ajarkan padanya."
Elvira melirik ke arah pria yang semalam membawanya pergi dan berakhir di sini. Elvira meraba raba tubuh nya sendiri. Tak lama kemudian ia bernafas lega saat ia masih berpakaian lengkap.
Sky tersenyum tipis melihat kepanikan Elvira. Tapi tak lama kemudian telinga Sky berdengung mendengar teriakkan Elvira kembali.
"Pria sialan, brengsek beraninya kau menyentuhku.!" Teriak Elvira pada Sky. Dadanya naik turun menahan emosi yang memuncak saat pakaian milik nya sudah berganti dengan kemeja, ia yakin jika kemeja ini milik pria brengsek ini.
"Sialan apa yang kau lakukan pada tubuh ku, huh." Sembur Elvira menatap Sky.
Sky mengedihkan bahunya mendengar perkataan Elvira. "Menurut mu." Ucap nya santai, berjalan mendekati meja dan mengambil ponsel miliknya. Memesan sarapan nya pada pelayan hotel tak mendengar ocehan Elvira padanya.
Elvira membuka selimut yang menutupi tubuh nya. Bibirnya tak berhenti mengumpat pria bayaran nya ini.
__ADS_1
"Kau menyentuh tubuhku seenaknya saja huh, tidak tau malu. Kau tau, tubuhku sangat mahal untuk kau sentuh." Omelnya berjalan ke kamar mandi.
Sky menoleh menatap Elvira yang berjalan hanya memakai kemeja putih milik nya. Jakunnya naik turun mengingat jika Elvira tak makai dalaman sama sekali, ia sudah membuang nya semalam.
Elvira menutup pintu kamar mandi kencang hingga membuat Sky terlonjak kaget. Tak lama kemudian Sky berjalan mendekati Elvira masuk ke dalam kamar mandi. Tersenyum penuh kemenangan jika wanita liar itu tak menguncinya. Berjalan mendekati Elvira dan melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Elvira.
Elvira kaget saat merasakan tangan Sky melingkar di pinggang ramping miliknya. Ia mendongak menatap wajah Sky yang bersandar di bahunya.
"Menying_"
"Kau ingin anak perempuan atau laki-laki El," Tangan nya mengusap perut Elvira naik turun.
Deg...
Ada rasa bahagia mendengar penuturan pria bayaran nya ini. Membayangkan bagaimana bahagia nya mengandung buah hatinya sendiri dalam perutnya. Matanya berkaca-kaca mengingat jika daddy dan mommy nya pasti akan bahagia jika melihat dirinya hamil. Dua puluh sembilan tahun ia belum di mendapatkan gelar sebagai ibu. Siapa yang tak ingin, menjadi ibu semua wanita pasti menginginkan nya. Tapi kapan giliran nya yang akan di panggil ibu.
"Menyingkir dari ku brengsek," Tangan nya membasuh lagi wajahnya dengan air yang mengalir. Menyamarkan air matanya yang sempat merebak keluar.
Cup..
"Kau seksi,"
Hibur Sky, mengalihkan pikiran sedih Elvira dengan mengecup tengkuk Elvira, dan tangannya turun ke bawah, mengusap paha mulus dengan tangan besarnya. Mendapatkan sentuhan tangan Sky, tubuh Elvira meremang. Sky tersenyum mendengar suara desisan lirih Elvira. Sky memberanikan diri tangan nya naik ke atas. Mengelus perut Elvira semakin naik ke atas.
Shhtt....
Terdengar suara lirih keluar dari bibir seksi Elvira, tubuhnya menegang saat tangan besar Sky bertengger pada dua buah kembar milik nya. Sky yang hanya niat menghibur Elvira, terbawa suasana. Ia membalikkan tubuh Elvira dan menyambar bibir merah jambu yang membuatnya candu, mengabsen gigi putih Elvira.
Tangan nya keluar dari dalam kemeja Elvira dan dengan cekatan melepaskan kancing kemeja yang di pakai Elvira.
__ADS_1
Tubuh Sky semakin terbakar mendengar suara Elvira. Puas dengan bibir dan lidah, bibir Sky turun ke bawah dan berakhir di salah satu buah kenyal Elvira. Tubuh Elvira semakin menegang saat merasakan sensasi panas lidah Sky yang benar benar membuatnya melayang tinggi.
Hingga lima belas menit Sky melepaskan bibirnya, dari dua bukit kembar Elvira. Mendongak menatap wajah Elvira yang penuh kabut.
Cup...
"Apa kau mengijinkannya.." Suara parau Sky terdengar seksi di telinga Elvira hingga membuat Elvira semakin meremang. Elvira menatap wajah Sky, rahang tegas yang di tumbuhi bulu bulu sedikit kasar. Hidung mancung bahkan lebih tinggi dari hidung Mark sepertinya.
Tak mendapatkan jawaban dari Elvira, Sky melancarkan aksi nya. Elvira masih menatap Sky tak bergeming di tempatnya berdiri. Tak lama kemudian ia tersentak dan melototkan matanya melihat benda tumpul Sky yang menjulang tinggi.
"Yakkkk.."
Telinga Sky berdengung mendengar suara nyaring Elvira tepat di telinganya. Ia menatap wajah cantik Elvira yang merah padam. Sedangkan Elvira melotot kan matanya melihat wajah Sky dan turun melihat tombak Sky yang siap tempur.
"Sayang kenapa.?"
"Sayang,"
Ejek Elvira tangan nya memegang tombak sakti Sky, hingga membuat sang empu mengerang tertahan.
"Kau ingin di manja seperti ini,?" Sky mengangguk mengiyakan, matanya terpejam menikmati sentuhan tangan Elvira pada milik nya.
"Ingin dengan tangan ku atau _"
"Dengan milikmu sayang." Jawab Sky cepat tangannya menyentuh milik Elvira yang tak terbungkus.
Tuk..
"****...."
__ADS_1