
"Aku tak akan melepaskan mu El,"
Elvira melirik ke arah Sky, tak lama ia berbaring. Nyeri di perutnya semakin tak nyaman di rasakannya. Melihat Elvira berbaring, Sky ikut membaringkan tubuhnya di samping Elvira dan memeluknya.
Mengelus perut Elvira dan tersenyum lebar, mengangkat wajahnya menatap Elvira yang memejamkan matanya. Ya Elvira merasa lebih baik saat perutnya di elus oleh Sky.
"El bagaimana jika dia sudah ada di sini.?"
Elvira yang memejamkan matanya membuka matanya lebar lebar. Ia lupa ingin mengecek apakah ia benar hamil atau tidak. Karna sudah lewat lima hari ia tak mendapatkan tamu bulanannya.
"Aku yakin jika dia ada, dia akan tampan seperti aku El."
Elvira menyingkirkan tangan Sky dari perutnya, lalu mengambil ponsel miliknya. Tak lama wajahnya pucat pasi, tak hanya Lima hari ia terlewat datang bulan, tapi sudah delapan hari. Elvira mengelus perutnya yang rata, bagaimana jika ia benar-benar hamil. Anak siapa dia...
"El apa kau baik baik saja...?"
Sky mengerutkan keningnya saat melihat Elvira kaget saat ia menyentuh punggungnya.
"Ada apa..?" Tanya Sky pada Elvira yang terlihat shock.
"Ti_dak."
Elvira membaringkan tubuhnya lagi, jantungnya berdebar debar, mengingat jika ini sudah lewat delapan hari, ia tak datang bulan. Semoga saja ia salah dan ia tak hamil dalam keadaan seperti ini. Bagaimana jika ia hamil, ah tidak mungkin.
Elvira memejamkan matanya, menghilangkan rasa was was yang berlebihan. Sedangkan Sky berbaring memeluk tubuh Elvira dari belakang dan memeluknya erat. Elvira tak perduli dengan pria di belakangnya. Ia masih diliputi oleh rasa takut dan bingung.
*
"Apa El marah dan langsung tidur,"
"Biarkan saja, dia akan baik baik saja, mungkin masih belum percaya jika sudah bercerai dari Mark."
Sonia hanya diam mendengar perkataan Kania dan Lara. Ia sendiri juga di liputi perasaan was was seperti Elvira. Sekali lagi, Sonia mencoba tak perduli. Tapi Elvira sudah ia anggap sebagai saudara.
"Masuk yuk sayang dingin."
Lara mengajak sang kekasih masuk ke dalam, dan di angguki kekasihnya. Sementara pemuda yang di bawa oleh mereka hanya bingung.
"Kak, kakak yang tadi mana.?" Tanyanya pada Kania.
"Biarkan saja jangan hiraukan dia, mungkin dia sudah tidur,"
__ADS_1
Pemuda itu menganguk dan mengikuti langkah tiga pria di depannya ini.
*
Elvira mengerjapkan matanya saat hari sudah siang. Membuka pintu dan tak mendapati sahabatnya di luar. Hanya ada pemuda yang duduk menatapnya. Elvira lupa jika semalam ia tidur bersama Sky.
"Kakak sudah bangun."
"Mereka kemana.?"
"Di luar kak...Kakak tau namaku. Namaku juga El, sama seperti nama kakak."
Elvira mendelik tajam pada pemuda di depannya ini.
"Aku tak bertanya namamu bodoh." Sentaknya.
"Kakak jangan marah padaku, aku hanya memberitahukan namaku. El, Elio bagus kan sama seperti kakak di panggil El." Jawabnya lagi.
Elvira tak menggubris perkataan pria muda yang mengikutinya, ia berjalan keluar dan matanya membulat sempurna melihat Sky bersama dengan mereka.
"Dia.."
"El.."
"Kak ayo ke sana,"
Elio yang ada di belakang Elvira menarik tangan Elvira bergabung dengan mereka. Elio mendudukkan Elvira di sampingnya dan mengambil teh hangat lalu memberikannya pada Elvira. Sky sama sekali tak mengalihkan pandangannya dari Elvira.
Bagaimana Sky mau berpaling dari wajah bantal Elvira yang baru bangun tidur. Rambutnya saja masih terlihat sangat acak acakan.
"El kau baik baik saja,?"
Lara mengerutkan keningnya, begitupun dengan Kania. Tapi Sonia melihat arah pandang Ausky Luis, pria yang tiba tiba saja datang kemari, dan pria yang pernah menjadi partner Elvira saat pemotretan. Dan tiba-tiba saja dia ada di sini, karna Damian yang memintanya. Ia tau siapa Damian, tak mungkin ayah Elvira mengirim pengawal pribadi, apalagi dia Ausky Luis. Karna selama ini Elvira di bebaskan oleh Damian.
"El..."
"Hem... Aku ingin melihat ubur-ubur."
Elvira bangkit dari duduknya dan melangkah ke pinggir kapal. Berdiri sendiri menghindari tatapan Sky padanya.
Sky yang melihat Elvira pergi mendengus, ia tau jika Elvira menghindarinya. Dan itu terlihat di mata Sonia.
__ADS_1
Elio menyusul Elvira membawa cangkir teh hangat di tangannya. "Kak ini tehnya."
Elvira yang kaget mendengar suara di belakangnya kehilangan keseimbangannya.
Bryuurr...
"Kak..."
"El..."
Sky berlari secepat kilat menceburkan dirinya ke air saat ia mendengar suara teriakan keras mereka. Sonia dan yang lainnya berlari ke pinggir melihat Elvira.
Di dalam air Elvira yang tak bisa berenangpun gelagapan. Sky menarik tangan Elvira dan membawanya ke arah kapal. Sonia dan kawan kawannya berlari ke pinggir kapal saat melihat Sky bersama Elvira. Sky mengangkat Elvira naik dan ia juga naik ke atas. Sonia menunduk hendak menolong Elvira, tapi Sky datang dan langsung memberikan nafas buatan pada Elvira
"El.."
Sky menepuk pipi Elvira dan membuka mulutnya, meniup mulut Elvira kembali dan menekan dada Elvira. Dadanya berdebar kencang saat melihat Elvira yang tak membuka matanya.
"El sayang ayo bangun."
Kata Sky yang tak sadar jika tak hanya dirinya sendiri, tapi banyak pasang mata yang melihatnya dan mendengarnya.
"Sayang Elvira ayo buka matamu,"
Meniup lagi mulut Elvira dan menepuk pipinya. Sedangkan mereka yang melihatnya, mematung mendengar Sky memanggil Elvira dengan kata sayang.
Uhukkk.. Uhukkk...
Sky bernafas lega melihat Elvira yang membuka matanya. Ia memeluk Elvira dan mencium pipi Elvira.
"Maaf sayang.."
Sedangkan sahabat Elvira bertambah shock melihat pemandangan yang tak terduga ini.
Tapi Sonia lebih dulu sadar dan ia berlari masuk ke dalam dan mengambil handuk untuk Elvira.
Sky mengambil handuk dari tangan Sonia lalu menggendong tubuh Elvira masuk ke dalam.
Masih di liputi berbagai pertanyaan di dalam pikiran mereka masing masing. Mereka masuk mengikuti langkah Sky yang membawa Elvira masuk ke dalam.
.
__ADS_1
.