Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.8 # Ancaman


__ADS_3

Elvira keluar dari toko ponsel dengan senyum yang lebar. Ia berjalan sambil memainkan jari tangan nya di papan keyboard, mengirim pesan pada suaminya Mark.


Sedangkan tak jauh dari Elvira, Sky yang tak sengaja melihat Elvira keluar dari sana tersenyum miring. Ia turun dari dalam mobil dan menatap Elvira yang berjalan mendekati nya. Menatap wajah cantik dengan bulu mata lentik nya. Wanita ini memeng racun untuk pria, tak hanya cantik, dia juga begitu liar di atas ranjang.


Brukk... Prakk...


"****...."


Elvira mengumpat dan berteriak keras saat ponsel ratusan juta yang baru saja di belinya terjatuh dan mengenai lantai.


"Oh my God, sialan.."


Elvira beralih menatap siapa yang berani menabrak nya. Matanya melotot melihat pria tinggi berkarisma berdiri di depan nya.


"Kau..."


Nafas Elvira memburu, ia melirik ke kanan dan kiri dan mengambil ponsel yang terjatuh. Ia benar benar sudah geram dengan pria bayaran nya ini.


"Apa kau menguntit ku sialan,"


Sky tersenyum miring mendengar umpatan Elvira. Tangan nya terulur menyingkap rambut Elvira dan menatap tanda merah di leher nya. Sedangkan Elvira sendiri, menyingkirkan tangan Sky kasar.


"Beraninya.." Geram Elvira, menatap Sky tajam yang seenaknya saja menyentuhnya.


"Berapa pria dalam semalam yang memasukimu."


Mendengar ucapan pria bayaran nya Elvira melototkan matanya. Pria ini secara tidak langsung sudah menghinanya. Apa dia bilang tadi, berapa pria yang memasukinya dalam semalam, dan itu membuatnya tersinggung. Apa dia akan mengatakan jika miliknya yang terlalu longgar. Apalagi saat mengingat jika pria bayaran nya ini hanya bercinta dengan wanita perawan dan dia wanita bersuami.


"Brengsek..."


Umpat Elvira pada Sky, ia berbalik dan Sky menarik tangannya memasukkan Elvira kedalam mobil secepat kilat.


"Hey..."


Elvira berteriak keras tapi Sky sudah lebih dulu menutup mobilnya.


"Jalan.."


Calvin melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sedangkan Elvira menatap tajam pada pria bayaran nya ini.


"Apa maumu brengsek,"


Tak lama kemudian Elvira merogoh tas nya dan mengambil dompet nya kembali. Sky yang melihat Elvira mencari sesuatu melirik sinis. Dia pikir ia membutuhkan uangnya.

__ADS_1


"Ambil ini dan turun kan aku brengsek."


Elvira melemparkan uang pada Sky. Sedangkan Sky menatap Elvira tak berkedip. Entah kenapa mata tajam nya juga tak beralih menatap leher jenjang Elvira yang merah.


"Ingat tuan aku sudah membayar mu, jadi turun kan aku."


Masih di liputi amarahnya Elvira menatap tajam pada Sky, pria bayarannya yang semalam bercinta dengan nya. Elvira mengumpat dalam hati, karna kebodohan nya dia berurusan dengan pria asing yang baru di kenalnya. Tak lama kemudian ponsel baru Elvira berdering, dan Elvira tersenyum lebar saat melihat siapa yang menelponnya.


Sebelum menekan tombol hijau, Elvira mendelik pada Sky.


"Jangan macam macam," Ancamnya pada Sky, tanpa menunggu lama Elvira menekan tombol hijau dan menempelkan ponselnya di telinga nya.


"Ya sayang..."


Sky langsung menoleh ke arah Elvira, tak lama kemudian ia tersenyum sinis. Rupanya wanita di sampingnya sudah mendapatkan mangsa untuk bercinta nanti malam, begitu pikir Sky.


"Ya, tentu saja naik taksi, apalagi kau tak menjemput ku kan Mark."


Sky melototkan matanya mendengar mobilnya di katakan taksi oleh Elvira. Sky tak sadar jika Elvira baru saja menyebutkan nama Mark, pria yang akan menjadi rekan bisnisnya. Ia hanya mengumpat dalam hati jika mobil mewahnya di katakan taksi oleh wanita cantik yang duduk di sampingnya ini.


"Sialan..."


Elvira melototkan matanya saat mendengar Sky bersuara. Sementara Mark yang mendengar suara asing di telpon istri nya mengerutkan keningnya.


"Sayang kau dengan siapa.?"


Bibir Elvira menyambar bibir Sky saat pria bayaran nya itu hendak melayangkan protes nya. Sky sendiri yang mendapatkan ciuman dari Elvira hanya diam. Mata tajam nya menatap mata indah Elvira. Elvira sendiri juga menatap mata tajam Sky.


Sementara di sebrang telpon Mark masih berbicara dan Elvira tak mendengar ucapan Mark di sebrang telpon.


"Sayang, El... El... "


Elvira terkesiap mendengar suara sedikit keras dari suaminya. Elvira langsung melepaskan bibirnya pada bibir Sky.


"Ya," Jawab Elvira gugup dan melirik ke arah pria bayaran nya. Takut jika Sky membongkar kebodohan nya semalam.


"Hati hati tunggu aku pulang, aku tutup dulu telponya El."


Tak lama sambungnya telponnya terputus. Dan Elvira menatap sinis pada pria di sampingnya. Ia sama sekali tak merasa malu atau pun takut pada nya. Hanya takut jika pria ini mengatakan pada Mark, dan dia belum mengatakan nya pada Mark sendiri.


"Huh... Sialan.."


Tak lama kemudian Elvira menatap di sekeliling nya, ia menoleh pada Sky saat menyadari jika mereka berhenti di Restauran.

__ADS_1


"Untuk apa kita ke sini brengsek."


"Temani aku makan."


Cih...


Elvira berdecih mendengar penuturan Sky. Ia sama sekali tak berminat untuk makan apalagi dengan pria di sampingnya ini.


"Turun..."


Elvira tak mendengar dia mengalihkan perhatian pada ponsel miliknya. Dan itu membuat Sky geram, ia menarik tangan Elvira keluar dari mobil.


"Kau berani nya pada ku, lepaskan aku brengsek." Teriak Elvira pada pria asing yang menyeret nya.


"Jangan berteriak nona, atau mereka akan tau jika model cantik seperti mu, membayar seorang pria untuk memuaskan nya."


Dada Elvira bergemuruh, ia menatap Sky tajam dan melangkah dengan anggunnya masuk ke dalam Restauran. Dan Sky tersenyum miring melihat wanita liar itu berjalan meninggalkan nya. Dia memang wanita penggoda.


Sky berjalan mengikuti langkah Elvira, sampai di dalam ia mengerutkan keningnya saat mendapati Elvira berada di meja kasir. Untuk apa wanita itu di sana.


Tak lama kemudian Elvira berjalan ke arah Sky sambil tersenyum lebar pada pria di depannya ini.


"Makanlah sepuas mu tuan, aku sudah membayarnya."


Elvira berjalan meninggalkan Sky dan tersenyum penuh kemenangan. Sedangkan Sky sendiri mengeraskan rahangnya mendengar ucapan Elvira. Sky berbalik menatap punggung terbuka Elvira yang menjauh dari nya. Tersenyum miring, memikirkan sesuatu tentang nya.


"Kau memang sangat menarik nona."


*


Mark keluar dari mobil milik nya, dan berjalan menuju pintu mension mewah nya. Ia tersenyum saat mendapati Elvira berada di dapur. Mark melingkar kan tangannya pada pinggang ramping Elvira dan menghirup aroma wangi tubuh istrinya yang memabukkan.


"Aku merindukanmu El,"


Elvira melirik suaminya, ia juga tersenyum tipis melihat kedatangan Mark.


"Mandilah Mark, kau bau."


Mark terkekeh kecil mendengar Elvira mengatakan dirinya bau. Ia mencium pipi Elvira dan menggendong istrinya bersamanya masuk ke dalam kamar.


"Mark,"


"Temani aku mandi, biarkan pelayan yang bekerja sayang."

__ADS_1


Bibir Elvira mencebik mendengar perkataan Mark. Ia mengalungkan tangannya pada leher Mark. Masih memikirkan pria yang di bayar nya yang ia temui tadi. Ingin bertanya pada Mark, apa tujuan pria itu datang ke kantor nya, tapi ia tak berani dan takut Mark curiga padanya. Ia masih takut jika Mark mengetahui kegilaannya dengan pria yang ia bayar. Huh.. Lagi lagi Mark juga yang salah.


.


__ADS_2