Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.42 # Was was


__ADS_3

Tubuh Mark mematung mendengar penuturan Elvira, Elvira tau jika ia bercinta dengan Rosa. Tidak Elvira tak tau, dia hanya memancing emosi nya dan melemparkan kesalahannya padanya.


"Apa yang kau pikirkan Mark, kau akan mengatakan jika aku ingin menutupi kesalahan ku dengan menuduh mu, begitu. Mark, Elvira Jennifer bukan wanita yang bodoh yang bisa kau bodohi, terus menerus. Aku tau kau belakangan ini menemui Rosa. Kau lebih memilih mengantar Rosa pulang dari pada mengantar ku pemotretan. Aku tau semalam kau juga bertemu dengan Rosa dan meninggalkan aku sendiri, apa kau puas Mark.?"


Elvira berteriak keras pada Mark, dadanya naik turun menahan emosi yang memuncak. Menatap Mark dengan tatapan tajam nya.


Sedangkan Mark sendiri yang shock mendengar penuturan Elvira dia mematung. Mark tak menyangka jika Elvira tau sesuatu yang ia sembunyikan.


"Sayang aku tak sengaja melakukan nya. Percayalah El aku tak mencintai Rosa, aku terba_"


"Kau terbawa suasana," Potong Elvira cepat. "Tapi aku melakukan nya sengaja, aku bercinta dengan pria yang kubayar karna sengaja." Mark menggelangkan kepalanya mendengar penuturan Elvira. Ia mendekati Elvira dan ingin memeluk nya.


"Sayang.."


"Ayo kita bercerai."


"Elvira." Teriak Mark mendengar penuturan Elvira. Tangan nya hampir saja terayun pada Elvira lagi.


Nafas Mark memburu menahan emosi nya yang memuncak mendengar perkataan Elvira.


"Jangan gila Elvira aku sama sekali tak akan menceraikan mu sampai kapanpun." Mark berbalik dan melangkah pergi. "Tapi aku ingin kita bercerai Mark." Mark mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Elvira. Ia melanjutkan langkahnya meninggalkan Elvira di ruang makan dan pergi ke perusahaan milik nya.


Mengendarai mobil nya dengan kecepatan tinggi, tak perduli dengan keselamatan nya sekalipun. Mark sungguh tak menyangka jika Elvira akan mengatakan semua ini padanya. Bercerai dari Elvira, Mark sama sekali tak pernah membayangkan nya.


Sampai di perusahaan miliknya, Mark berjalan menuju ruang CEO miliknya. Tatapan matanya memerah menahan emosi saat melihat Rosa ada di meja sekertaris nya. Mark berjalan lebar mendekati Rosa dan berdiri di depan wanita yang sudah membuat rumah tangga nya hancur.


"Selamat pagi tuan Mark."


Rosa tersenyum lebar menyambut kedatangan Mark. Tangan nya berkeringat dingin melihat mata tajam Mark mengarah padanya.


"Siapa yang mengijinkan mu datang kemari Rosalinda. Keluar dari perusahaan ku sekarang juga." Gigi Mark gemerutuk menahan emosi dan amarah nya. Rosa masih berani menunjukan batang hidungnya dengan datang keperusahaan nya.


"Mark.."


"Keluar.."

__ADS_1


Rosa berjengit kaget mendengar nya, ia menggelengkan kepalanya dan menatap wajah Mark memelas. "Maafkan aku, aku tak akan mengulanginya lagi Mark." Hiba Rosa pada Mark dan menatapnya memelas. Mark tak boleh memecatnya, dia tak mau hidup nya menderita lagi.


"Keluar sendiri atau aku akan memanggil satpam untuk menyeret mu Rosa."


"Mark.."


"Keluar..."


Rosa mengepalkan tangannya mendengar Mark tetap mengusir nya. Rosa mengambil tas miliknya dan menatap wajah Mark. Menatap wajah tampan Mark, yang berdiri di depan nya ini.


"Kau mungkin butuh istirahat Mark, aku akan mencarikan makan siang untuk mu." Ucap Rosa, dan Mark sendiri mengeraskan rahangnya mendengar penuturan Rosa.


Mencengkeram erat lengan Rosa dengan tangan nya. "Apa kau dengar Rosa, aku tak membutuhkan mu lagi. Jangan pernah muncul kembali di hadapan ku."


"Mark kau tak bisa memecatku begitu saja.?" Protes Rosa pada Mark. Mark tersenyum lebar mendengar penuturan Rosa. Ia mengambil dompet di saku celananya dan mengambil kartu ATM milik nya dan melemparkan pada Rosa.


"Ambil ini, ku rasa itu sudah cukup untuk bayaranmu selama bekerja di perusahaan ku." Ucap Mark menatap tajam pada Rosa. Sedangkan Rosa benar benar tak menyangka jika Mark memecat nya.


"Ta_"


Rosa mengepalkan tangannya saat Mark memecatnya sepihak. Semua ini gara gara Elvira, wanita itu selalu saja membuat nya tak pernah di pandang oleh orang lain. Hanya Elvira yang selalu di puja dan hanya Elvira yang selalu nomor satukan.


*


"Nona anda harus pemotretan malam hari ini."


Terdengar suara Caca yang mengingatkan Elvira jika malam hari ini ia harus pergi pemotretan. Elvira mengusap pipinya yang basah dengan punggung tangannya.


"Ca apa bisa di tunda dulu, kalau bisa gantikan saja dengan orang lain. Aku ingin resign menjadi model, aku bosan, Ca." Jawab Elvira pada asisten nya.


" Nona kenapa, nona sepertinya menangis.?" Elvira terkekeh mendengar jika Caca selalu tak bisa menutupi keingintahuan nya. Asisten nya ini selalu ceplos ceplos jika berbicara padanya.


"Aku tidak menangis, aku hanya capek, kau dengar Ca, beri tau Gavin jika aku tak bisa."


"Tapi_"

__ADS_1


Tut..Tut...


Elvira menutup sambungan telepon nya tanpa mendengarkan ucapan Caca. Ia berjalan menuju mobil miliknya. Ia akan pulang ke mension mewah Damian. Ia ingin menenangkan dirinya di pelukan ibunya. Wanita satu satunya yang sangat ia cintai.


Sampai di mension mewah Damian, Elvira masuk ke dalam saat pintu mension terbuka. Elvira pikir ayahnya sedang ada tamu saat ini. Bibirnya tersenyum lebar melihat ayah dan ibunya duduk di ruang tamu bersama dengan seorang pria yang duduk membelakangi nya.


" Sore Mom, Dad ." Damian dan Raline mendongak mendengar suara putrinya. Mereka berdua tersenyum lebar mendapati putrinya datang ke mension mengunjungi nya.


"Sayang tumben sekali kau datang sayang," Tanya Damian mencium pipi putrinya. Elvira mencebikkan bibirnya mendengar penuturan Damian. Dan itu terlihat menggemaskan di mata pria yang duduk di sebrang meja.


"Apa aku tak boleh datang kesini Dad.?"


Damian tertawa mendengar nya, ia mengusak rambut Elvira sayang.


"Sayang perkenalkan dia rekan bisnis daddy yang baru." Tutur Damian pada putrinya.


Elvira menoleh ke arah samping dan melemparkan senyum nya pada pria yang duduk di sebrang meja. Tapi matanya terbuka lebar saat melihat pria yang duduk di kursi sofa.


"Kau..."


Sky tersenyum miring melihat wajah shock Elvira, ia mengangkat sebelah alisnya pada wanita yang di incarnya.


"Selamat sore nona."


Elvira mengeratkan giginya emosi mendengar ucapan selamat sore pria di depannya ini. Ia tau jika pria bayaran nya ini sedang mengejeknya, atau.....


Wajah Elvira pucat pasi mengingat untuk apa pria ini datang kemari. Jangan bilang jika dia datang kemari ingin mengatakan tentang aksi gilanya malam itu. Elvira menggeleng kan kepalanya pada Sky, memohon pada nya agar jangan menceritakan tentang mereka pada daddy dan mommy nya.


Sky tersenyum penuh kemenangan. Ia yakin jika Elvira sangat ketakutan, dia pikir ia datang ingin membongkar rahasia nya saat membayar nya.


"Kalian berdua sudah saling mengenal..?"


Tanya Damian pada putrinya, menatap Elvira dan pemuda di depannya ini.


"Tidak.."

__ADS_1


"Ya..."


__ADS_2