
Mereka bertiga shock melihat pria muda yang berdiri di depan pintu. Damian sendiri yang melihat pria itu mengeraskan rahangnya. Itu artinya Sky selama ini mengawasinya, dan dia tadi mengikutinya.
Elvira menatap Sky yang berjalan mendekatinya. Tubuhnya menegang dan tangannya saling meremas satu sama lainnya. Ia melirik ke arah Damian yang berdiri di sampingnya. Bagaimana jika Sky mangatakan pada Damian dan mengakui putrinya.
Elvira memang tak tau jika mereka semua sudah mengetahuinya.
Damian mengepalkan tangannya, untuk apa pria ini datang kemari. Elvira baru saja sadar dari komanya, dan Sky mau berbuat macam-macam. Ia tak akan pernah membiarkan Sky, merebut cucunya.
"Untuk apa kau datang kemari.?" Desis Damian.
"Bertemu Elvira."
Jawab Sky, tanpa mengalihkan pandangannya dari Elvira. Wanita yang sangat ia rindukan selama ini.
Mendengar jawaban Sky Damian mengeraskan rahangnya. Beraninya dia dengan terang terangan ingin bertemu dengan Elvira.
"Beraninya, pergi dari sini." Geram Mark pada Sky. Sedangkan Sky sendiri tak melihat ke arah Damian, masih menatap wajah cantik Elvira. Melihat daddynya mengepalkan tangannya Elvira, meraih tangan Damian.
"Dad, maafkan El."
Damian menoleh pada Elvira yang menundukan wajahnya. Sky sendiri yang sudah berada di dekat Elvira, melirik ke arah Damian.
"Anak siapapun putri mu, aku akan menikahi mu El."
Ucap Sky tiba-tiba mengagetkan Elvira. Elvira shock mendengar penuturan Sky, ia mendongak dan menggelengkan kepalanya pada Sky. Menatap wajah Sky yang mendekatinya, jantung berdetak lebih kencang, pasti Damian akan bertanya padanya.
"Apa maksudmu," Tanya Elvira bingung, ia tak ingin orang tuanya tau. Masih mencoba menutupi dan menyangkalnya.
"Aku tak akan pernah mengijinkan mu mendekati Elvira dan putrinya. Aku tak perduli dia putri siapa yang jelas dia cucuku." Sanggah Damian.
Wajah Elvira semakin pucat mendengar penuturan Damian. Daddynya tau, itu artinya daddynya tau jika dia dan Sky....
__ADS_1
"Aku mencintai Elvira, aku akan menikahinya. Aku tak perduli kau setuju atau tidak, aku akan tetap menikahinya."
Sky menatap tajam pada Damian, tak ada rasa takut walau sedikitpun di tatap oleh Damian.
"Kau," Damian emosi mendengar penuturan Sky.
"Maafkan aku tuan Damian, semenjak aku bertemu dengan Elvira aku sudah jatuh hati padanya. Aku tak perduli dia istri orang sekalipun, aku akan menikahi Elvira."
Damian menatap tajam pada Sky, entah apa yang ada di pikiran Damian saat ini.
"Dad maafkan aku,"
Elvira terisak di atas ranjang, ia sangat merasa bersalah telah mengecewakan Damian dan Raline. Apalagi ia sudah merahasiakan semuanya dari Damian.
Damian berbalik dan menatap putrinya, mengusap air mata Elvira yang mengalir, lalu memeluknya erat. Damian tak ingin bertanya bagaimana Elvira bisa ada di posisi ini.
Raline menatap keduanya dengan derai air matanya. Damian memang sangat menyayangi putri mereka, Elvira memang sangat di manja oleh Damian.
Sedangkan Sky masih menatap wajah cantik Elvira yang menangis di pelukan Damian. melirik ke arah bayi mungil di tangan Raline. Ia mendekatinya dan meminta Raline memberikan padanya.
"El kau sudah memberikan dia nama.?"
Sky tertawa melihat dia menggeliat di tangannya. Elvira dan Damian menoleh pada Sky. Entah apa yang Elvira pikirkan saat ini. Ia tak menjawab pertanyaan Sky padanya. Melihat Sky yang menggendong putrinya di tangan.
"Aku sudah berjanji akan menikahi mu saat kau bangun El."
Damian masih bungkam melihat dan mendengar penuturan Sky. Ia bingung dan tak tau harus bagaimana menghadapi semuanya. Ia hanya menatap wajah Sky yang tersenyum pada putri Elvira.
"Siapa namamu sayang,?" Ucap Sky mendekatkan wajahnya mencium bayi mungil di tangannya.
"Callista Emely,"
__ADS_1
Jawab Damian. Sky menoleh pada Damian dan tersenyum tipis. Sky tau, mungkin Damian juga tak ingin ia dan Mark yang memberikan nama padanya.
"Nama yang sangat cantik El." Gumam Sky masih terdengar di telinga semua orang.
Sedangkan di luar Mark yang berdiri di belakang pintu bisa mendengar penuturan Sky pada Damian. Selama ini bukan hanya Sky yang membuntuti Damian, tapi Mark juga membuntutinya. Mendengar penuturan Sky yang akan menikahi Elvira Mark mengusap matanya yang basah. Tersenyum pahit di balik tembok yang menyandarkan tubuhnya.
"Ya aku harus terima kekalahan ini."
Mark menoleh dan menatap wajah cantik Elvira yang tersenyum lebar pada Sky. Mark meraba dadanya yang sakit, melihat senyum manis Elvira pada Sky. Tak lama Mark berbalik dan pergi meninggalkan kamar Elvira.
Sedangkan Elvira yang melihat sekelebat bayangan seseorang menatap pintu yang sedikit terbuka.
"Apa itu Mark.?"
Elvira menatap Damian dan Sky bergantian. Kemudian menatap pintu, ia yakin jika dia tadi Mark. Lalu kenapa ia tak menjenguknya, apalagi dia sudah sadar dari koma. Apa Mark mendengar penuturan Sky yang ingin menikahinya. Hingga lima belas menit berlalu tak ada yang bersuara, baik Sky dan Damian sama sama memikirkan sesuatu.
"El,.." Elvira berjengit dan menoleh ke arah Sky.
"Di depan orang tuamu, aku ingin mengatakan padamu mari menikah denganku."
Ucap Sky menatap wajah cantik Elvira tanpa berkedip.
Elvira sendiri kaget, dia tak percaya jika Sky akan berkata demikian di depan orang tuanya.
"El.." Seru Sky lagi saat tak mendapatkan jawaban dari Elvira.
Elvira menundukkan wajahnya dan meremas kain seprei.
Sedangkan Damian sendiri menatap Elvira juga tak kalah menunggu jawaban yang keluar dari bibir putrinya.
"Ya.."
__ADS_1
Deg....
*