Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab. 99# Tes DNA


__ADS_3

Malam harinya, Mark yang masih berada di dalam kamar miliknya sama sekali tak bangkit dari duduknya. Tak ada makanan yang masuk ke dalam perutnya. Ia juga mengabaikan pelayan yang memanggilnya berkali-kali.


Masih belum percaya dan tak terima jika dia kalah dengan Sky.


"Tuan.."


Pelayan datang menghampiri tuan mereka, tak percaya melihat hancurnya rumah tangga majikannya. Mereka iba melihat wajah majikannya yang seperti ini, sangat menyedihkan.


Mark menoleh mendengar suara pelayan yang berdiri di depan pintu.


"Tuan belum makan, kami sudah menyiapkan makam malamnya tuan." Ucap pelayan menundukan wajahnya.


"Hemm, pergilah jangan ganggu aku."


Mark menatap tajam pada dua pelayan yang berdiri didepan pintu. Pelayan itu mengangguk mengiyakan dan mereka berdua pergi meninggalkan tuannya.


Mark berdiri dari duduknya, ia berjalan mendekati lemari yang menyimpan koleksi wine miliknya. Membukanya dan menenggaknya dan berjalan keluar dari walk in closed. Duduk di ranjangnya, menatap ke sembarang arah dan tersenyum tipis. Kamarnya sudah bersih kembali, pasti pelayan yang membersihkannya.


"Jika aku di beri kesempatan oleh mu El, aku janji tak akan menyia-nyiakan kesempatan untuk ku. Aku akan mencintaimu, sepanjang hidup ku El. Aku juga akan menerima putri Sky, aku ingin hidup bersamamu El, maaf."


Gluk..Gluk..


Mark lagi lagi menenggak minuman di tangannya. Kemudian melemparkan botol di tangannya hingga hancur berkeping keping.


Prang....


"Semoga ini hanya mimpi untuk ku El."


Mark tertidur di ranjang miliknya, menjemput hari esok. Menginginkan hari dimana Elvira akan menjadi miliknya seorang. Patah hati membuat Mark Harrold menjadi pria paling menyedihkan. Tak ada yang akan menyangka Mark Harrold akan semenyedihkan ini.

__ADS_1


*


Keesokan harinya...


Sky keluar dari ruang khusus, ia menatap wajah Dokter dan Damian bergantian.


"Berapa hari keluar hasilnya dokter.?"


Tanya Sky tak sabar ingin memiliki Elvira. Ya Sky baru saja mengambil Sempel darahnya untuk tes DNA dengan putri Elvira.


Sebenarnya Sky tak memerlukan hal seperti ini, mau putrinya ataupun bukan Sky akan tetap menikahi Elvira. Tapi Elvira yang memintanya, dan ia tak bisa berbuat apa-apa.


"Paling lambat lima belas hari tuan, dan paling cepat sepuluh hari."


Sky mengangguk mengiyakan ucapan dokter. Ia berjalan kembali lagi kekamar Elvira.


"Luis.."


"Aku tak tau bagaimana bisa kau dan Elvira melakukan kesalahan. Tapi aku tak ingin kau mempermainkan putriku dan cucuku nanti. Bagaimana jika dia putri Mark, apa kau akan tetap menikahi Elvira.?"


Sky tersenyum miring, ia menatap Damian yang menatapnya mengintimidasi padanya.


"Sudah kukatakan siapapun ayahnya aku akan menikahi Elvira."


Jawab Sky berbalik meninggalkan Damian. Ia kembali lagi masuk ke dalam kamar Elvira. Sky tersenyum melihat Elvira yang duduk membelakanginya. Entah di mana Raline dan putri Elvira. Yang jelas Elvira sendiri dan sedang melamun. Sky berjalan mendekati Elvira perlahan.


Dan Elvira sendiri yang melamun tak mendengar suara langkah kaki Sky yang mendekatinya. Entah apa yang Elvira pikirkan jika ia akan menikah dengan Sky. Bahagiakah dirinya menikah dengan pria yang selama ini ada bersamanya. Pria yang membuat jantungnya berdebar jika dekat dengannya. Pria yang membuatnya nyaman dalam pelukannya. Atau memikirkan yang lainnya, memikirkan sesuatu yang entah itu apa.


Sky mendekati Elvira perlahan dan memeluknya dari belakang.

__ADS_1


Hap...


Elvira berjengit kaget saat mendapatkan pelukan dari belakang. Ia menoleh dan mendapati wajah Sky yang sangat dekat dengannya.


"Ada apa sayang,?"


Tanya Sky yang tau jika Elvira sedang melamun. Elvira menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan Sky padanya. Ia berbalik dan menatap wajah tampan Sky. Tangannya terulur menyentuh kening Sky, turun ke hidung dan terakhir ke bibir. Elvira tersenyum tipis, bibir inilah yang selalu membuat hilang akal.


Sky sendiri mata tajamnya menatap wajah cantik Elvira, ia mencondongkan wajahnya mengecup bibir Elvira dan ********** sekilas. Matanya sama sekali tak berpaling menatap mata Elvira.


"Aku mencintaimu El."


Ungkap Sky melabuhkan kembali bibirnya pada bibir Elvira. Kali ini Sky lebih lama lagi menyesapnya, ia bahkan menggigit kecil bibir Elvira agar membuka mulutnya. Sky melesakan lidahnya saat Elvira membuka mulutnya, tangannya menahan leher Elvira. Memperdalam ciuman panasnya dalam rongga mulut Elvira.


Bunyi decapan lidah Sky dan Elvira, membuat keduanya hampir saja lupa jika mereka berada di rumah sakit.


Tangan Elvira meremas kemeja Sky, mencoba menyelami hatinya lewat ciuman yang Sky berikan, jika ia akan menikah dengan pria yang mencintainya.


Hingga sepuluh menit kemudian Sky baru saja melepaskan bibir Elvira. Mengusap bibir Elvira yang basah dengan jari jempolnya.


"Aku akan membahagiakan mu El, aku mencintaimu Elvira. Sejak pertama kalinya aku bertemu dengan mu kau sudah membuatku jatuh cinta El."


Elvira diam, hanya menatap mata Sky tak berkedip.


"Sejak kapan kau mencintaiku Sky.?"


Sky tersenyum mendengar pertanyaan Elvira. Sky gemas dengan wanita satu ini. Bukankah ia sudah mengatakan jika ia mencintainya saat pertama kalinya bertemu. Sky mengangkat sebelah alisnya tersenyum jahil. Mencondongkan wajahnya dan berbisik di telinga Elvira.


"Tentu saja sejak bercinta dengan wanita yang membayar ku."

__ADS_1


.


__ADS_2