
Mark berjalan lebar masuk ke dalam studio miliknya. Ia berteriak memanggil Gavin, hingga semua karyawan nya menatapnya aneh. Tak lama Gavin mendekati Mark sambil berlari.
Bug...Bug...
"Tuan.."
Gavin shock mendapatkan pukulan bertubi-tubi di wajahnya dari Mark. Mark sendiri masih melayangkan tangan pada Gavin hingga Gavin tersungkur menabrak kamera.
Brakk...
Akkk..
Suara jeritan karyawan yang lainnya sama sekali tak Mark hiraukan. Ia mendekati Gavin dan mencengkeram erat lehernya.
Gavin sendiri yang tak tau kenapa Mark memukulnya menatapnya bingung.
"Katakan padaku, siapa yang mengijinkan Ausky Luis menjadi modelnya bersama Elvira."
Gavin shock mendengar penuturan tuan nya, bukankah tuan Mark sendiri yang memintanya dulu. Setaunya itu yang ia tau, jika tiba-tiba tuan Luis menggantikan Noah. Ia pikir tuan Mark tau dan ia berencana memberitahukan hasilnya padanya.
"Tuan bukankah tuan sendiri yang memintanya.?"
Mark melepaskan kerah leher Gavin dan pergi begitu saja meninggalkan studio milik nya lagi. Sedangkan Gavin yang melihat tuannya pergi begitu saja bingung, ia tak mengerti dengan semua ini. Kemarin tuan Damian yang mengamuk dengan tuannya dan sekarang tuan Mark yang mengamuk padanya, ada apa? apa dia salah.?
"Apa kau sengaja El, ingin lepas dariku dan menyeret Luis."
Mark menundukkan wajahnya, bagaimana ia tak tau jika Elvira pernah berakting bersama dengan Ausky Luis, dan itu di dalam studionya sendiri. Sejak kapan mereka dekat, Elvira selalu bersamanya. Itu artinya saat ia sibuk di perusahaan dan Elvira bersama dengan Luis.
"Apa kau sengaja Luis, bahkan sebelum aku bertengkar dengan Elvira kau sudah lebih dulu mendekati istri ku. Atau kau yang sengaja El."
__ADS_1
Lirih Mark di dalam mobilnya sendiri, tak lama ponselnya berdering di saku celananya.
"Ada apa.."
"...."
Tubuh Mark mematung mendengar suara di seberang telepon jika ada seseorang yang mencarinya. Rendra bilang dia pengacara dari Damian. Mark menggelengkan kepalanya membayangkan apa yang ada di dalam pikirannya. Tidak mungkin Damian benar benar melakukannya.
Mark melakukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju perusahaan milik nya. Pikiran nya tak tenang mendengar jika ada pengacara Damian datang mencarinya. Tak mungkin Elvira dengan mudahnya bercerai dengan nya.
*
Elvira berjalan menyusuri pinggir pantai, tak jauh dari sinilah penginapan nya dulu saat bersama Mark. Dan Mark meninggalkan nya begitu saja, apalagi setelah mereka bercinta. Elvira mengusap pipinya yang basah, bagaimanapun juga ia masih mencintai Mark.
"Bagaimana jika daddy benar benar melakukannya." Gumam Elvira lirih. Menundukkan wajahnya melihat kaki yang telanjang terkena air.
"Aku tidak ingin kau bersedih El,?"
"Apa yang kau lakukan lepaskan tanganmu,"
Desis Elvira menatap wajah Sky yang selalu membuatnya kesal. "Kau akan terbiasa dengan ini." Sky tak mengindahkan peringatan Elvira, ia justru mengencangkan tangan nya di pelukan Elvira.
"Kau tau, kita seperti pengantin baru yang sedang berbulan madu."
Elvira menatap wajah Sky yang tersenyum padanya. Bagaimana mungkin ada pria sempurna seperti Ausky Luis. Tak hanya sempurna dia sangat tampan dan mapan.
"Apa kau sudah sadar dengan kesalahan mu El,?" Elvira mengerutkan keningnya mendengar penuturan Sky. "Kau bahkan membayar tubuhku dengan lima lembar kertas." Elvira masih tak bergeming mendengar penuturan Sky. Tak lama ia menggelengkan kepalanya lagi.
"Lepaskan tanganmu, aku tak ingin orang lain mengira aku wanita murahan, berjalan dengan pria lain sementara aku punya suami."
__ADS_1
Elvira melepaskan tangan nya dan berjalan mendahului Sky. Ia terkekeh kecil jika mengingat memang benar ia sangat murahan.
"Benar kata Mark." Gumamnya lirih.
"Aku akan mendapatkan mu nona,"
Sky berjalan mengikuti langkah Elvira, ia sudah meminta ijin pada Damian jika ia akan membawa Elvira ke pantai. Bukan untuk mengingatkan Elvira saat dia di tinggal oleh Mark, tapi ingin mendekati hati wanita yang sudah mencuri hatinya. Sky tau jika Elvira masih mencintai Mark Harrold, itu sebabnya ia harus bisa membuat hati wanita itu senang di dekatnya lalu kemudian melupakan suaminya.
"El.."
Bisik Sky di telinga Elvira. Elvira menoleh sekilas lalu berbalik lagi menatap jauh ke depan. Saat ini Elvira duduk di batu besar, tak perduli di mana Sky berada. Tapi ternyata pria itu bisa menemukannya saat ia tadi meninggalkan Sky. Elvira memejamkan matanya saat hembusan angin menerpa wajah cantiknya. Meresapi hatinya sendiri, dan apa yang ia inginkan.
Keluar dari mension mewah Mark dan pulang ke mension Damian rasanya Elvira sangat nekat, hingga membuat masalah nya semakin rumit seperti ini. Lalu bagaimana jika daddy nya benar benar melakukannya.
Sky memeluk tubuh Elvira dari belakang dan menyandarkan dagunya. Elvira berjengit kaget, mencoba bangkit tapi Sky menahannya dan mengencangkan pelukannya.
"Biarkan seperti ini El."
Ucap Sky saat melihat mulut Elvira hendak melayangkan protesnya.
"Bagaimana jika dia tumbuh di sini El.?" Tubuh Elvira menegang mendengarnya. Ia menoleh ke arah perutnya sendiri. Tak lama Elvira tersenyum sinis pada Sky.
"Kalaupun aku hamil aku akan hamil anak Mark. Terakhir kali aku bercinta dengan suamiku, apa kau lupa tuan.?"
Sky mengeratkan giginya mendengar jawaban Elvira. Entah kenapa ia cemburu mendengar jika Elvira bercinta dengan Mark suaminya. Bagaimana liarnya mereka bercinta, di penginapan malam itu, Sky yakin jika Elvira dan Mark menghabiskan malam panas bersama.
"Jangan memancingku El, kita bisa bercinta di sini nanti." Jawab Sky menatap tajam pada Elvira.
Elvira mengeratkan giginya emosi mendengar penuturan Sky padanya. Bagaimana mungkin dia mengatakan seenaknya saja. Bercinta di sini, dia pikir ia wanita murahan yang siap kapan saja melayaninya.
__ADS_1
Tapi Elvira hanya diam, ia sudah lelah berdebat dengan Sky, tak ingin menambah beban pikirannya lagi, anggap saja Ausky Luis pria gila.
.