Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.45 # Tamu tak di undang


__ADS_3

Elvira berontak di tangan besar seseorang yang membekap mulutnya.


"Sutt.. jangan berteriak ini aku, ingat jangan berteriak."


Sky melepaskan tangannya nya dari mulut Elvira, seketika Elvira berteriak kembali, dan Sky membungkam mulut Elvira lagi.


"Hemm.."


"Aku bilang jangan berteriak, kau ingin aku membongkar rahasia kita berdua. Jika kau tak ingin aku membongkar nya jangan berteriak keras, kau mengerti."


Sky melepaskan tangannya lagi dari mulut Elvira. Elvira berbalik dan melotot melihat pria bayaran nya ini ada di depan matanya.


"Kau bagaimana bisa kau masuk kemari. Apa kau membunuh penjaga daddy ku, hah."


Nafas Elvira memburu menahan emosi pada pria bayaran nya ini. Ia berjalan mendekati balkon dan menoleh ke bawah. Keningnya mengkerut saat masih mendapati dua penjaga yang berlalu lalang di bawah sana.


"Bagaimana bisa dia masuk ke dalam dan naik ke kamar ku, jika mereka masih ada di sana.?"


Elvira berjengit kaget saat mendapati tangan besar melingkar di pinggang nya.


"Kau.." Geram Elvira pada pria yang memeluknya dari belakang. Tangan nya mencoba melepaskan tangan Sky yang melingkar di pinggang ramping nya.


"Jangan berteriak, mereka akan menoleh ke atas dan melihat kita berdua." Ucap Sky tanpa tau malu, memeluk Elvira dari belakang dan mengecup lehernya. Mendapatkan sentuhan dari bibir Sky, Elvira semakin emosi, ia berbalik dan masuk ke dalam kamar nya kembali. Jangan sampai penjaga mengetahuinya, jika ada pria di dalam kamarnya selain Mark.


Sky tersenyum lebar, ia mengikuti langkah Elvira masuk ke dalam kamar nya dan, menutup jendela kamar Elvira. Elvira sendiri yang melihat Sky, sungguh di buat tambah emosi. Ini seperti kamar milik nya sendiri, menutup jendela kamar dengan santainya tanpa rasa sungkan dengan pemilik nya.

__ADS_1


Sky berjalan ke arah ranjang Elvira dan mendudukkan dirinya di sana. Melepaskan sepatu pantofel milik nya dan membuangnya asal. Sky sama sekali tak menghiraukan tatapan tajam mata Elvira padanya. Membaringkan tubuhnya di ranjang Elvira tanpa rasa bersalah sedikitpun.


"Yakk... Apa yang kau lakukan sialan,?"


Elvira berteriak keras pada pria yang seenaknya saja berbaring di ranjang milik nya. Nafasnya memburu menahan emosi pada pria ini.


"Ya berteriak lah baby, aku akan melihat bagaimana marahnya Damian jika tau kau pernah menghabiskan malam panas bersama ku. Dan lagi pria tua itu pasti akan sangat malu jika putri nya sudah membayar seorang Sky dengan harga yang sangat murah. Damian pasti akan sangat malu, untuk apa kekayaan yang melimpah, membayar ku dengan harga yang sangat murah, benar benar sangat memalukan."


Ucap Sky tak menoleh pada wajah Elvira yang sudah merah padam.


"Baby, apa kau sudah mengganti seprei nya, aku tak mau tidur di seprei bekas Mark."


Wajah Elvira semakin merah, ia mendatangi Sky dan menarik kaki Sky dengan kedua tangan nya.


"Kau brengsek, sialan, keluar dari sini." Teriak Elvira lagi pada Sky. Sky berdecak mendengar Elvira mengusir nya. Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar.


Tok.. Tok...


Elvira melototkan matanya mendengar suara pintu di ketuk dan terdengar suara ibunya di depan pintu. Ia menoleh ke arah Sky dan berlari mengambil sepatu Sky.


"Hey tuan ayo pakai sepatu mu, sembunyi dan pergi dari sini, oh bagaimana ini Tuhan."


"El..." Tok.. Tok...


"I_Ya mom.." Elvira menutup mulutnya saat sadar kebodohan nya sendiri, harus nya ia tak bersuara dan menjawab Ibunya. Lagi pula kenapa ia tak mengaktifkan pengedap suara di kamar nya.

__ADS_1


Ck...


Sky berdecak saat melihat kebodohan Elvira. Ia gemas dengan wanita liar ini, bagaimana bisa menjadi bodoh. Sky mengambil sepatu miliknya dan memakainya. Ia berjalan menuju walk in closed dan bersembunyi di sana. Tapi Sky berbalik lagi mendekati Elvira lalu mencium pipi Elvira dan berbalik untuk sembunyi.


"Kau..."


Elvira melototkan matanya, melihat tingkah semena mena Sky padanya. Dadanya naik turun menahan emosi yang memuncak pada pria sialan yang berjalan untuk bersembunyi.


Clekk..


"El, apa kau baik baik saja, mommy seperti mendengar suara teriakan mu sayang.?"


Tanya Raline pada putrinya, kepalanya melongok kedalam kamar Elvira.


"Tidak ada mom, aku menonton drama tadi, apa mommy mendengar sesuatu dari kamar El."


Raline menggelengkan kepalanya, tentu saja ia bisa mendengar suara dari dalam, semua kamar di mension mewah ini kedap suara, tapi Elvira tak menyalakan pengedap suara. Meski tak mendengar jelas suara nya tapi telinga nya masih bisa mendengar suara teriakan putri nya dan seperti ada yang di sembunyikan dari Elvira. Tapi ternyata tak ada yang di sembunyikan putri nya dan dia baik baik saja.


"Ya sudah mommy kekamar mommy, cepat tidur kau terlalu lelah El."


Elvira mengangguk mengiyakan ucapan ibunya, tak lama kemudian ia menutup pintu kamar nya kembali.


Sedangkan Sky yang bersembunyi di walk in closed Elvira, mendengus saat melihat pakaian Mark berjejer rapi di lemari pakaian. Ia juga melihat lingerie milik Elvira dengan warna yang sangat mencolok. Ia yakin jika Elvira sering memakai pakaian tipis dan seksi ini.


Bibirnya menggerutu menatap kain super tipis milik Elvira. Tangan nya membuka lemari kaca dan...

__ADS_1


Clekk....


__ADS_2