
Mark memarkirkan mobilnya di depan rumah Rosa. Ia menatap ke sekeliling rumah yang terlihat berantakan. Tapi tak lama kemudian Mark mengepalkan tangannya saat menyadari sesuatu.
"Tuan.."
Rosa datang menghampiri Mark dan menubruk tubuh tinggi Mark. Mark sendiri terkesiap, ia mendorong Rosa yang memeluknya tiba-tiba. Menatap tajam pada Rosa yang berani padanya.
"Dimana mereka.?"
Ucap Mark menatap tak berkedip pada Rosa. Rosa bingung mendengar nya. Ia tak mengerti apa maksud Mark. Melihat kebungkaman Rosa, Mark bertanya lagi.
"Dimana mereka Rosa,"
Rosa gelagapan mendengar pertanyaan Mark. Ia menggigit bibir bawahnya sendiri, jangan sampai Mark menyadari sesuatu jika ia telah berbohong. Tak lama kemudian ayah Rosa datang menghampiri mereka berdua. Rosa bernafas lega, melihat kedatangan ayahnya. Tapi Mark bukan pria bodoh, ia sudah curiga jika mereka pasti berbohong padanya. Tak mungkin preman itu tak menghancurkan rumah Rosa, sedangkan kursi dan meja hanya terbalik dan tak rusak sedikitpun.
"Tuan anda sudah datang, mereka datang lagi dan menghancurkan rumah kami."
Mark masih diam, tangan nya terkepal erat mendengar penuturan ayah Rosa. Itu artinya selama ini mereka sengaja melakukan ini padanya.
"Bagaimana jika aku menelpon polisi, aku yakin mereka tak akan berani lagi datang kemari dan menghancurkan rumah kalian."
Tubuh Rosa dan ayah nya menegang, ia tak menyangka jika Mark akan melaporkannya. Melihat kebungkaman mereka berdua. Mark mengambil ponselnya, melirik ke arah Rosa dan pria paruh baya di depannya ini.
"Tidak tuan, tidak perlu, aku dan ayah ku baik baik saja, jangan_"
"Kalian berdua sudah berani berbohong padaku. Apa yang kau pikirkan Rosa, kau pikir aku akan tertipu." Potong Mark cepat dan menatap tajam wajah Rosa. Rahang nya mengeras, bagaimana ia bisa tertipu dengan Rosa.
"Apa selama ini kalian menipuku, tentang hutang itu,? Apa sebenarnya kalian sengaja menjebak ku." Teriak Mark pada Rosa. Sedangkan Rosa sendiri gelagapan mendengar bentakan Mark padanya. Kepalanya menggeleng, menyangkal jika apa yang Mark katakan tak benar.
"Mark mereka benar datang tadi, tapi aku dan ayah sudah mengusirnya." Jawab Rosa menunduk takut, meremas baju malamnya yang ia kenakan agar Mark tergoda padanya. Tapi Mark menyadarinya jika ia berbohong pada nya.
Cih...
Mark berdecih saat lagi lagi menyadari jika Rosa mamakai gaun malam yang terlihat seksi.
"Jangan pernah datang ke perusahaan ku lagi, aku sudah memecat mu."
Mark berbalik melangkah lebar menuju mobilnya. Sedangkan Rosa yang masih shock mendengar nya, seketika sadar jika Mark sudah meninggalkannya.
"Mark, ku mohon jangan seperti ini, kau tak boleh memecatku begitu saja. Aku tak akan melakukan nya lagi, ku mohon jangan lakukan ini padaku."
Rosa menghiba pada lengan Mark tapi Mark tetap melangkah menuju mobilnya, ia geram pada Rosa yang telah menipunya. Gara gara dia, ia meninggalkan Elvira sendiri di penginapan dekat pantai.
"Lepaskan tanganku."
"Tidak aku minta maaf, mereka benar benar mengancam ku dan ayah ku tadi, percayalah."
__ADS_1
Mark mendorong Rosa hingga terjerembab ke tanah yang kotor.
"Mark.." Teriak Rosa tak terima Mark mendorong nya.
Brakkk...
Mark menjambak rambut nya sendiri dan menyalakan mobilnya pergi meninggalkan Rosa.
Melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju pinggir kota di mana ia meninggalkan Elvira sendiri.
"Brengsek.."
*
Sky mengangkat tubuh Elvira dan membawanya pergi dari sana. Elvira yang terusik justru menyembunyikan wajahnya di dada bidang Sky. Menggeliatkan tubuhnya sedikit dan mencari posisi nyaman saat tubuhnya terayun di gendongan Sky.
Calvin yang melihat tuannya dari jauh dan menggendong tubuh seorang wanita langsung membukakan pintu mobil nya. Ia yakin jika wanita yang berada dalam gendongan tuannya adalah wanita yang membayarnya. Calvin tak berani melirik ke arah wanita yang berada dalam gendongan tuannya.
Calvin melajukan mobilnya menuju kota, ia tak habis pikir bagaimana dengan tuannya yang membawa istri orang lain. Padahal hari sudah hampir pagi dan tuannya justru membawa pulang sekarang. Apa tak bisa sekalian saat matahari terbit, tuannya benar benar membuatnya emosi.
Sampai di apartemen miliknya, Sky membawa Elvira masuk ke dalam kamarnya. Membaringkan tubuh Elvira di ranjang milik nya dan menutup tubuh Elvira dengan selimut tebal milik nya.
"Aku akan mendapatkan mu."
Sky ikut berbaring bersama wanita yang memiliki suami. Sky yakin jika ia bisa merebut Elvira dari tangan Mark Harrold.
"Brengsek, Rosa aku tak akan mengampuni mu jika terjadi sesuatu dengan Elvira."
Mark pergi meninggalkan rumah penginapan, ia yakin jika Elvira sangat kecewa padanya. Elvira pasti sangat sedih karna ia meninggalkan nya lagi.
Sampai di mension mewah milik nya, Mark sama sekali tak mendapati Elvira di mension. Kesana kemari mencari keberadaan Elvira di setiap kamar mension. Tapi sama tak ada Elvira di mension mewah nya.
"Apa Elvira pulang ke mension Damian?"
Mark menggelengkan kepalanya, tak mungkin Elvira pulang ke mension orang tuanya. Apalagi hari sudah mau pagi. Mungkin saja Elvira pulang ke rumah temannya. Mark sendiri sudah berulang kali menghubungi ponsel Elvira, tapi ponsel istrinya sama sekali tak aktif.
"Brengsek.."
Prakk...
Ponsel ratusan juta hancur berkeping keping, Mark benar benar sangat takut jika Elvira akan marah padanya dan meninggalkan nya.
"Rosalinda, semua ini gara gara perempuan sial itu."
#
__ADS_1
Pagi harinya..
Elvira mengerjapkan matanya, ia menggeliatkan tubuhnya. Merasakan hangatnya pelukan seseorang, Elvira justru mengeratkan pelukannya pada pria yang memeluk nya.
Sky tersenyum tipis, saat melihat Elvira yang menyembunyikan wajahnya di ketiak nya. Ia membiarkan wanita itu tidur kembali. Padahal matahari sudah mulai meninggi.
"Mark apa kau memakai parfum baru.?
Sky mendengus mendengar penuturan Elvira, dia pikir ia adalah suami nya Mark. Wanita ini benar-benar membuatnya emosi. Apa dia lupa jika semalam baru saja menangis, karna Mark meninggalkan nya.
"Mark sejak kapan ketiak mu berbulu, biasanya kau mencukur nya Mark."
Sky melototkan matanya kembali, ia membalikkan tubuh Elvira dan menindihnya.
Elvira terkesiap saat tiba-tiba saja tubuh nya di tindih, ia membuka matanya dan shock melihat pria yang menindih nya.
"Brengsek apa yang kau lakukan, dimana Mark.?"
Elvira menoleh ke kanan dan kirinya. Tak lama ia menatap wajah tampan pria yang menindih nya.
"Kau sudah ingat nona di mana suamimu.?"
Ucap Sky, ia mendekatkan wajahnya nya berbisik di telinga Elvira.
"Dia bangun."
Elvira terbelalak mendengar nya, tak lama ia memukul dada Sky yang kurang ajar padanya.
"Kau minggir,"
"Diamlah sayang, dia akan mengamuk jika kau bergerak."
"Kau, pria sialan, bagaimana aku bisa ada bersama mu hah. Menyingkir dariku brengsek,..Kau..."
Shhtt...
"Diamlah El," Ringis Sky merasakan benda tumpul milik nya yang berkedut saat menempel pada gundukan kecil Elvira.
Nafas Elvira memburu menahan emosi, bagaimana bisa pria ini tiba-tiba saja ada di atas tubuh nya. Apalagi dia melecehkannya seperti ini.
"Menyingkir dariku atau aku akan membuat pecah telurnya."
Bibir Sky mendengus mendengar nya, ia segera bangun dari tubuh Elvira. Takut jika senjata pamungkas nya sakit lagi seperti dulu.
.
__ADS_1
.