Gairah Pria Bayaran

Gairah Pria Bayaran
Bab.110# Sandaran


__ADS_3

"Aku merindukanmu.."


Helena tersenyum lebar mendengar penuturan Mark Harrold. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Mark Harrold lagi setelah sekian tahun.


Sedangkan Mark sendiri memeluk erat tubuh Helena dan terisak di pelukan wanita yang hampir paruh baya.


"Jangan menangis, maafkan aku, aku baru tau Mark. Elvira dan putri mu tetap milikmu percayalah."


Ucap Helena pada Mark Harrold, wanita yang sudah di anggap ibu oleh Mark. Pengganti orang tuanya yang sudah meninggal dunia. Mark sangat menyayangi Helena begitupun dengan Helena. Wanita berusia empat puluh tujuh tahun itu juga tak kalah menyayangi Elvira. Sayangnya Helena tak tau jika Mark dan Elvira sudah berpisah hampir satu tahun lalu, dan Helena menyayangkannya keduanya yang berpisah.


Mendengar penuturan Helena Mark menggelengkan kepalanya. Mana mungkin Elvira dan bayinya menjadi miliknya, sementara Elvira dan Sky akan menikah kurang dari satu Minggu lagi. Mark yakin Sky akan menikahi Elvira.


"Dia akan menikah dengan orang lain aunty."


Helena mengusap punggung lebar Mark Harrold. Ia tak percaya jika Mark akan serapuh ini. Kesalahan yang Mark lakukan memang tak pantas di maafkan. Ia yang notabene adalah seorang wanita tentu tak bisa menerima penghianatan suami apalagi Elvira. Wanita cantik dan keras kepala itu pasti tak mudah memaafkan Mark.


"Percaya saja jika suatu saat Elvira dan putrimu akan kembali lagi padamu."


Helena memang sudah tau apa yang Mark lakukan dengan menghianati Elvira. Mark sudah menceritakan tentang dirinya yang Making love bersama Rosa. Kesalahan yang pernah Mark lakukan seumur hidupnya dan yang pertama kalinya Mark lakukan.


Nasib tak ada yang tau, jika kesalahan inilah yang menjadikan Mark semakin dewasa dan menjadi seorang ayah sekaligus. Kesalahan ini juga yang membuat Mark Harrold harus melepaskan wanitanya menjadi milik orang lain. Apalagi mendengar jika Elvira juga membalas perbuatannya. Tentu Mark menyadari bagaimana sakitnya di hianati oleh pasangannya, apalagi Elvira. Tapi sayangnya, Elvira akan menjadi milik orang lain. Sedangkan dirinya tak mungkin bersama orang lain. Selain hati Mark yang masih mencintai Elvira. Mark tak akan pernah menggantikan Elvira dengan wanita manapun.


Bertahun tahun berumah tangga bersama Elvira. Menginginkan bayi dari dalam rahim Istrinya itu adalah impian Mark Harrold. Tapi sayangnya saat Elvira hamil, cinta mereka diuji oleh wanita dan pria secara bersamaan.

__ADS_1


"Apa yang kau inginkan Mark.?"


Tanya Helena saat mereka sudah berada di dalam mension dan duduk di ruang tamu.


Mendengar penuturan Helena Mark tersenyum tipis, Ia menyandarkan kepalanya di atas sofa dan memejamkan matanya.


"Tentu aku menginginkan mereka berdua aunty. Aku ingin bersama dengan keluarga ku lagi, berkumpul dengan istri dan anakku. Tapi sayangnya kami sudah bercerai."


Mark mengusap air matanya kembali di matanya, ia benar benar tak bisa mengikhlaskan Elvira dan putrinya bersama dengan orang lain.


Helena menghembuskan nafasnya perlahan mendengar penuturan Mark padanya.


"Kau pria Mark, kau bebas mencari pengganti Elvira yang lebih muda lagi dan lebih cantik lagi dari Elvira." Ucap Helena memancing Mark. Mark menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Helena.


"Aku tak perduli, aku hanya ingin Elvira menjadi milikku kembali aunty." Lanjutnya lagi.


"Kau belum bercerai dengan Elvira Mark."


Mark membuka matanya mendengar penuturan Helena. Menatap wanita paruh baya di depannya ini. Mark tak tau apa yang Helena katakan.


"Perceraian mu dengan Elvira tak sah Mark, dia masih istri mu. Aunty yakin jika Damian yang sudah memalsukan tanda tangan Elvira bukan Elvira sendiri. Kau tau siapa Damian Mark." Ucap Helena pada Mark.


Mark sendiri yang mendengar penuturan Helena diam. Mark juga sama, berpikir seperti itu. Ia juga yakin jika Damian yang telah memalsukan tanda tangan Elvira.

__ADS_1


Mark berdiri dari tempat duduknya dan menyambar kunci mobil di atas meja. Helena yang melihat Mark memanggil Mark kembali.


"Mark jangan konyol, kau tidak akan mudah bertemu Elvira. Kau tau Damian Jack siapa."


Mark mengurungkan niatnya pergi menemui Elvira. Mark tau siapa Damian, pria itu pasti tak akan pernah membiarkan dirinya dengan mudah bertemu Elvira dan putrinya.


"Aku hanya ingin melihatnya dari jauh."


Ucap Mark lagi lalu melangkah pergi meninggalkan Helena di mension mewahnya. Mark melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju mension mewah Damian.


Empat puluh lima menit kemudian Mark berhenti tak jauh dari depan mension Damian. Menatap nanar ke arah pintu gerbang dan bangunan mewah yang agak jauh dari jalan raya.


Mark terkekeh kecil mengingat jika dia seperti pencuri yang menunggu tuan rumah pergi meninggalkan mensionnya. Tapi demi Elvira dan buah hatinya, Mark rela menunggu di mobilnya berjam jam. Berharap Elvira menyadarinya jika ia berada di luar. Seperti saat Elvira berada di mension orang tua Arga. Dia selalu menguntit Elvira berharap wanita itu keluar dari dalam mension. Tapi seminggu di sana, Elvira sama sekali tak pernah keluar dari mension apalagi keluar gerbang.


Tapi setengah jam kemudian, bukan Elvira yang keluar dari pintu gerbang. Tapi mobil Sky yang keluar dari mension Damian.


Mark mengikuti mobil Sky dari belakang dan saat jalan sepi Mark menyalip mobil Sky dan menghadangnya.


Sky sendiri yang melihat Mark keluar dari dalam mobilnya mengepalkan tangannya di setir kemudi mobilnya. Sky menginjak pedal remnya, matanya tak berkedip menatap Mark Harrold.


Sky mengusap matanya yang basah, patah hati karna wanita yang di cintainya memilih mantan suaminya, dan pria itu ada di depannya tak jauh darinya. Tak lama Sky tersenyum miring melihat Mark yang berdiri menghampirinya.


"Haruskah aku menabrak Mark.."

__ADS_1


__ADS_2