
Sky mengantar Elvira sampai di depan pintu mension mewah Mark. Pagi tadi Sky dan Elvira berdebat, Elvira akan pulang sendiri sedangkan Sky memaksa mengantarkan nya. Sky tak perduli dengan Mark yang akan mengetahuinya jika istrinya bersamanya.
"Kau tak mengucapkan terima kasih padaku nona.?"
Brakk...
Sky tersenyum miring, ia pasti bisa mendapatkan Elvira. Mark sudah memberikan nya celah untuk merebut istrinya.
Melihat Elvira sudah masuk ke dalam pagar Sky melajukan mobilnya kembali. Sky menoleh pada ponsel nya yang berdering. Ia membiarkan ponselnya begitu saja. Sky tau siapa yang menelponnya, Haidher yang menelponnya. Hingga beberapa kali Sky baru mengangkat nya.
"Ada apa.?"
"Kapan kau akan pulang Sky, perusahaan menunggu mu. Apa kau akan hidup seperti burung kesana kemari. Berkaca jika kau sudah tak muda lagi."
Tut...Tut...
Sky melemparkan ponselnya di jok samping. Ia sudah bosan di ceramahi oleh Haidher. Pria tua itu selalu mengekangnya.
"Tanpa kau beri warisan, aku sudah lebih kaya darimu Haidher, menyebalkan."
Ausky Luis, mempunyai perusahaan di berbagai negara, tapi Luis tak suka duduk di meja dia lebih suka seperti burung yang bebas menjelajah dunia dan mencari kesenangan nya. Di Berlin ia juga merintis usaha yang akan ia kembangkan salah satunya menanam saham di berbagai perusahaan besar. Dan itu sudah di lakukan oleh Sky, menjerat mangsa nya tentu dengan wanita perawan yang di tawarkan untuk nya.
Elvira memasuki mension mewah nya, ia menghembuskan nafasnya perlahan saat melihat Mark yang duduk di ruang tamu menyandarkan kepalanya di sofa. Elvira melangkah lagi, tapi suara Mark menghentikan langkahnya.
"Kau dari mana saja El.? Apa kau tak tau aku mencarimu kesana-kemari. Kenapa kau pergi dari penginapan tanpa menunggu ku El.?"
__ADS_1
Elvira diam ia masih berdiri membelakangi Mark. Tangan nya terkepal erat jika Mark menyalahkan nya. Bukankah dia yang sudah meninggalkan nya sendiri, lalu kenapa sekarang dia justru menyalahkan nya.
"Elvira, apa kau mendengar ku, kemana kau semalam.?"
Mark membentak Elvira, yang tak mendapatkan jawaban dari Elvira. Mark berjalan mendekati Elvira dan membalikkan tubuh istrinya. Tak lama kemudian Mark sadar jika semalam Elvira tak memakai pakaian seperti ini.
"Pakaian siapa yang kau pakai El, ayo katakan pakaian siapa yang kau pakai. Aku sudah menelpon Sonia jika dia sedang di luar negri. Tak mungkin kau datang kesana kan El. Katakan padaku El, kau pergi kemana, aku menghawatirkan mu semalam dan kau sama sekali tak mengaktifkan ponsel mu, ada apa denganmu Elvira.?"
"Aku ingin beristirahat Mark,"
Gigi Mark gemerutuk mendengarnya jika bukan jawaban yang ia dengar dari bibir Elvira, ia mencengkram erat lengan Elvira.
"Katakan padaku dari mana kau semalam, aku tau kau pergi bersama dengan seseorang El, jangan bilang dia selingkuhan mu El." Teriak Mark.
"Aku lelah aku ingin kekamar."
"Katakan padaku kau pergi bersama siapa semalam El."
Elvira.menghembuskan nafasnya perlahan. Ia menatap Mark, yang berdiri di hadapan nya. Pria yang di cintai selama delapan tahun lalu, tapi Mark sudah lebih dulu menghianati nya.
"Apa jika aku berkata jujur kau akan memaafkan ku Mark.?"
Mark mengerutkan keningnya mendengar penuturan Elvira. Tapi tak lama ia menggelengkan kepalanya mengusir pikiran buruknya. Elvira tak mungkin menghianati dirinya Elvira mencintai nya.
"Apa yang kau pikirkan Mark,? Kau berpikir jika aku selingkuh dari mu. Itu tidak benar, aku tak menyelingkuhi mu."
__ADS_1
Mark bernafas lega mendengar nya, tapi tak lama kemudian pernyataan Elvira membuatnya tercengang dan shock.
"Aku tak menyelingkuhi mu, tapi aku sudah membayar pria untuk bercinta dengan ku, kami menghabiskan malam panas di sebuah hotel."
Plak...
Mark mematung di tempatnya berdiri, tangan nya gemetar saat terayun menampar pipi Elvira. Tapi tak lama kemudian, Mark kembali marah dan emosi saat mengingat jika Elvira sudah bercinta dengan pria lain dan membayar pria lalu bercinta dengan nya.
"Apa kau kurang belaian dariku El, apa kau tak puas dengan ku yang setiap hari menyentuhmu, hah. Katakan pada ku, jika kau selalu ingin ku sentuh El. Apa kau tak puas dengan satu pria, itu sebabnya kau mencari laki laki lain untuk memuaskanmu. Kau tak perlu mencari nya El, aku akan memberikan yang kau inginkan."
Teriak Mark melepaskan pakaian yang menempel di tubuhnya lalu membuang nya asal. Ia lalu mendorong tubuh Elvira ke atas ranjang dan membuka semua kain yang menempel di tubuh Elvira.
"Lepaskan Mark aku lelah."
Mark tak menghiraukan ucapan Elvira, ia sudah di selimuti dengan emosi yang memuncak.
Elvira berontak, ia memukul Mark yang kasar padanya
"Mark apa yang kau lakukan,? Ahh..."
Elvira meringis saat Mark menyatukan milik mereka berdua tanpa pemanasan terlebih dahulu dan itu membuat milik Elvira sakit dan perih.
"Mark.."
Mark tak mendengar Elvira, ia bergerak naik turun di atas tubuh Elvira dengan brutal. Mengingat jika Elvira tak puas dengan nya dan mencari pria lain untuk memuaskannya, seketika darah Mark mendidih jika Elvira tak puas dengan nya.
__ADS_1
.