
"Dimana cucuku.?"
"Ada di ruang khusus tuan." Jawab Melisa.
Damian menatap lagi Sky dan Mark bergantian. Tangannya terkepal erat mendengar jika Ausky Luis, pernah tidur dengan Elvira. Damian tak tau apa yang sebenarnya terjadi. Yang jelas ia tau Elvira tak akan melakukan hal seperti ini jika bukan orang lain yang mengusiknya.
"Aku akan membunuh kalian berdua jika terjadi sesuatu dengan putri ku."
Mark menatap nanar pada Damian, bibirnya kelu untuk sekedar meminta maaf pada Damian.
Sedangkan Sky sendiri, ia bangkit dari lantai, dan menatap Damian.
"Aku mencintai Elvira, dan aku akan menikahi Elvira jika dia sadar dari komanya."
Mark menatap Sky yang berdiri tak jauh darinya. Hatinya seperti tak rela dan tak ingin mendengar seseorang ingin menikahi Elvira. Mark menyentuh dadanya yang sesak, dan ini sungguh sangat sakit luar biasa.
Cih...
"Dimana cucuku Melisa.?"
Tanya Damian lagi, ia tak menggubris pemuda yang berdiri di depannya ini. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan cucunya.
*
"Aku akan membawa cucu dan putri ku kembali." Ucap Damian tiba-tiba saat melihat cucunya. Hatinya sakit melihat bayi merah yang bergerak tanpa tau siapa ayah kandungnya. Meski ia marah pada Elvira, Damian tak akan pernah membiarkan Elvira dan putrinya tak memiliki kasih sayang.
Raline menoleh pada suaminya yang menangis, ia merasa bersalah telah menyembunyikan Elvira dari Damian.
"Tapi,.."
__ADS_1
"Raline, cukup kau menyembunyikan semuanya dariku. Aku akan merawat mereka berdua, Elvira putriku dan dia cucuku. Aku tak ingin mereka memperebutkan Elvira dan bayinya." Ucap Damian menoleh pada Raline.
"Ya.." Ucap Raline pasrah dengan keputusan suaminya.
"Bagaimana dengan tes DNA nya Damian.?" Melisa menatap wajah Damian dan Raline.
"Aku tak perduli dia milik siapa Melisa, yang jelas dia cucuku. Dan aku tak akan pernah membiarkan mereka berdua menjadi bahan taruhan Luis dan Mark." Desis Damian tak bisa di ganggu gugat.
Ia tak akan pernah membiarkan Elvira menderita sendirian. Elvira pasti sangat bingung dan menderita selama ini. Bodohnya dia yang tak menyelidiki Melisa dan suaminya.
Damian sendiri tak tau bagaimana Elvira bisa bersama dengan Sky. Tapi Damian yakin jika putrinya bukanlah wanita murahan seperti yang mereka pikirkan.
"Luis dan Mark, pasti mereka berdua ingin mengetahuinya Damian. Jangan egois, biar bagaimanapun juga mereka berdua ada kaitannya dengan ini semua. Aku tau dia cucu dan putri mu tapi kau tak bisa melakukan semua itu tanpa memberikan jawaban dari keduanya." Arga tak kalah tajam menatap Damian. Pria keras kepala itu memang benar benar membuatnya geram dan emosi.
"Kau pikir setelah mereka mengetahuinya, aku akan membiarkan Elvira dan putrinya bersama mereka begitu, mimpi saja." Kekeh Damian.
Damian tak menggubris ucapan Arga, ia merogoh ponsel miliknya dan menghubungi seseorang.
"Siapkan semua sekarang."
Melisa dan Arga hanya menatap Damian tak percaya. Pria keras kepala itu sungguh tak bisa di cegah oleh siapapun. Raline sendiri yang merasa bersalah tentu tak bisa mencegah suaminya.
Satu jam kemudian, Elvira dan bayinya sudah berada di dalam pesawat terbang. Damian tak tanggung tanggung, dia membawa tiga dokter sekaligus untuk putri dan cucunya. Dan Melisa sendiri memaksa ikut masuk ke dalam, ia tak perduli dengan Damian yang mengumpatnya dan melarangnya.
*
Mark dan Sky sendiri yang tak tau jika Elvira dan bayinya akan kembali pulang masih di dalam hotel. Mereka berdua sama sama termenung, memikirkan bagaimana caranya meluluhkan hati Damian agar mengijinkan bertemu dengan Elvira.
"Rendra apa aku harus mengalah pada Sky, jika dia putri ku atau bukan.?"
__ADS_1
Yang di tanya diam saja, ia iba melihat tuannya yang terlihat menyedihkan seperti ini. Berbulan bulan mencari keberadaan mantan istrinya, saat bertemu mendapati nona Elvira yang koma jelas saja menjadi pukulan tersendiri bagi Mark Harrold.
"Jika dia putri tuan, apa tuan rela tuan Sky yang memilikinya.?"
Mark mendongak menatap Rendra, benar kata Rendra. Tapi tak lama lagi Mark tersenyum tipis, mengingat jika ia sudah menyakiti Elvira dan menyelingkuhi nya. Kalaupun dia miliknya, ia yakin jika Elvira pasti membencinya.
"Aku tak ingin terlalu berharap Rendra."
Tersenyum getir meratapi kebodohannya sendiri yang menyianyiakan Elvira. Wanita yang sudah empat tahun lebih menjadi istri ternyata dia memendam kesedihannya sendiri. Tak ingin berbagi dengannya tentang sakit yang di deritanya.
"Maaf El, aku masih mencintaimu."
Memejamkan matanya, menjemput hari esok. Mark ingin melihat senyum Elvira kembali untuknya meski itu mustahil. Mengingat ia terlalu banyak menyakiti hati dan fisiknya. Mark tertidur pulas di atas sofa, ia ingin mengistirahatkan tubuhnya agar besok ia bisa bertemu dengan Elvira.
Berbeda dengan Mark, Sky sama sekali tak bisa memejamkan matanya. Ia masih termenung di atas ranjang hotel. Membayangkan bagaimana bencinya Damian padanya setelah ia mengatakan kebenaran tentang Elvira.
"Aku tak akan pernah mundur Damian, aku tak perduli kau mencegahku sekalipun."
Ia yakin jika Elvira mencintainya juga, meski ia orang baru bagi Elvira, Sky yakin bisa memiliki Elvira dan membuat Elvira mencintai juga.
Hingga pagi menjelang, Sky keluar dari hotel dan pergi ke rumah sakit. Tak jauh beda dengan Mark Harrold juga pergi kerumah sakit. Mereka berdua tak tau jika Elvira sudah pulang ke negaranya semalam.
.
Halo mom dukung terus otor receh anak udik.😁
yuk beri dukungan OTOR bunda, OTOR setiap hari merayu biar dapat hadiah 🤣
Jangan lupa mampir di karya otor yang lain.🤗
__ADS_1